Menyongsong Pergantian Tahun Dengan Semangat Baru, Semangat Kebaikan 2025

Oleh :
Yan Coga
(Aktivis Sumsel)

Penutupan tahun tidak lama lagi. Dari Januari hingga Desember sudah tercatat 12 bulan kita jalani kehidupan ini dengan berbagai macam peristiwa. Baik suka maupun duka telah kita rasakan. Ada canda, tawa dan air mata menghiasi keseharian kita.

Tahun 2024 akan berlalu, itu tinggal hitungan hari saja. Semua cerita dalam satu tahun yang kita lakoni dalam 360 hari akan menjadi bagian atau lembaran sejarah yang patut kita renungi untuk dijadikan dasar evaluasi agar kedepan 2025 tidak salah dalam melangkah melakukan sesuatu hal-hal yang besar.

Sejarah atau pengalaman kita selama satu tahun itu apakah sudah layak untuk kita ceritakan kembali kepada orang lain. Dari perbuatan-perbuatan baik atau kebaikan hingga perilaku perbuatan yang tidak baik yang pernah kita perbuat untuk diceritakan agar kita sendiri maupun orang lain mendapatkan pelajaran berharga dari cerita tersebut.

Sebagai mahluk sosial atau social beings, kita sebagai manusia yang membuat sejarahnya sendiri, tentunya memerlukan komunikasi untuk berinteraksi kepada sesama manusia yang lain. komunikasi dan interaksi ini dapat memberikan kita gambaran jelas tentang bagaimana situasi kondisi manusia yang hidup dalam masyarakat. Kita akan mengetahui banyak hal.

READ  PLN ULP Muara Enim Tingkatkan Keandalan Listrik melalui Program Right of Way Sinergitas dengan Dinas Perkimtan Muara Enim

Hal-hal umum yang sering kali kita jumpai di Kota-Kota besar di Indonesia khususunya di Kota Palembang adalah masalah sosial dan kemiskinan. Sebenarnya, masalah sosial dan kemiskinan itu bisa ditanggulangi lewat berbuat kebaikan karena sebagai individu manusia tentu kita memerlukan bantuan orang lain.

Dan dalam ajaran Agama Islam pun kita dianjurkan untuk saling membantu sesama manusia tanpa memandang status sosial dan kedudukan seseorang. Islam tidak hanya mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, namun juga antara manusia dengan manusia.

Kita tidak hanya diperintahkan untuk rajin beribadah saja, seperti shalat, zakat, dan puasa, namun juga harus diimbangi dengan hubungan yang baik dengan sesama manusia. Hubungan antar sesama manusia ini disebut Hablum Minannas, contohnya saling membantu dengan tetangga, memberi makan anak yatim, dan mengasihi orang miskin.

Memang satu tahun itu waktu yang singkat untuk kita melakukan kebaikan, tetapi alangkah berharganya jika satu tahun itu kita isi dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat.

Tidak perlu bersedih dan kecewa kepada diri sendiri maupun orang lain jika selama tahun 2024 kita belum melakukan kebaikan. Lakukanlah kebaikan itu di tahun berikutnya, yakni tahun 2025. Seperti kata bijak berikut :

READ  Tinjau persiapan acara festival musik jazz di Plataran Benteng Kuto Besak (BKB).

“Kalau anda tidak bisa bantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau anda beberapa orang pun tidak bisa bantu, bantulah satu orang. Kalau satu orang pun anda tidak bisa bantu, minimal jangan menyulitkan, menyusahkan, apalagi menyakiti orang lain”

Itu adalah kata-kata yang sangat menyentuh jiwa, kata-kata yang selalu menjadi filosofi atau pedoman hidup Presiden Prabowo yang patut kita tiru dalam kehidupan. Baik disaat kita sedang merasakan kelapangan maupun disaat keadaan sulit bagi kita, filosofi yang ditanamkan dalam hati Presiden Prabowo sejak dari kecil itu patut kita terapkan.

Mari kita berbuat kebaikan dan berbaiklah kepada semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Mari kita menyongsong pergantian tahun dengan semangat baru, perubahan baru Sumsel lewat Gubernur HDCU, dan dengan semangat kejayaan Palembang bersama RDPS serta bangkit untuk kemakmuran Banyuasin dengan Asta dan tentunya rezeki kita semua bersama-sama bersemangat dalam kebaikan 2025.