MSB : Irma Suryani Chaniago. Anggota DPR Atau Juru Bicara Jokowi

 

Coganews.co.id I Tangsel. Dalam diskusi rutin Bulanan, Masyarakat Sriwijaya Bersatu (MSB), Selasa, 03/06/2025 di sekretariatnya di bilangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Topiknya mengangkat isu aktual nasional dan lokal.

Irma Suryani Chaniago, Anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan (Sumsel) II dari Partai Nasdem, yang rada vokal dengan bahasa vulgar dan terkesan tidak intelektual. Menjadi diskusi serius dalam organisasi masyarakat yang berasal dari Sumbagsel, termasuk di dalamnya Sumsel.

Menurut H. Dharmasraya, perlu kita pertanyakan kepada Irma Suryani Chaniago ini, apakah dia itu anggota DPR RI atau Juru Bicara Jokowi. “Harus jelas”, katanya bernada tinggi. “Masyarakat kami di Sumsel 1, Lahat, Muara Enim, Prabumulih, Pagaralam, Baturaja dan lainnya, tidak memilih Irma Suryani sebagai Juru Bicara Jokowi”, katanya gerang.

READ  Bupati Banyuasin Hadiri Pelantikan DPD KNPI Banyuasin Periode 2025–2028

“Nah kalau begini, kami minta pak Surya Paloh dapat menggantikan Irma Suryani dengan caleg berikut. Kalau tidak kita akan boikot pada pemilu mendatang tidak memilihnya”, sambungnya.

“Kasihan orang daerah saya. Mereka inginkan anak-anaknya mudah mendapat pekerjaan. Eh, dia tidak fokus ke bidang yang diamanahkan kepadanya. Ngurus dan membela masalah Ijazah Jokowi. Ini namanya Jaka Sembung bawa Golok “, katanya serius.

“Kemudian kami yang memilihnya, terasa ada pelacuran aspirasi. Keinginan kami dia betul-betul menjadi representasi aspirasi kami, ternyata dilencengkannya”, katanya gemas.

“Dia kan di Komisi IX, yang mengurus masalah Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Kependudukan, Kesehatan dan lainnya. Coba serius dalam bidang ini yang banyak berhubungan dengan masyarakat, termasuk masyarakat kami yang memilihnya”, pintanya.

READ  Pj Bupati H Apriyadi Mahmud Sambut SKK Migas – KKKS PT Medco E&P Indonesia

Sementara itu, Prof. S. Derani pemandu diskusi ini mengatakan, bahasa-bahasa dalam komunikasi politik, terkesan vulgar, kasar dan tidak mendidik publik. “Bagusnya jadi preman jalanan”, kata Abdul Aziz Ridwan dari Baladhika Indonesia yang ikut hadir dalam diskusi bulanan rutin diadakan.

(Ari)