Madzhab Tarekat Malamatiyyah: Anti Mainstream Kesadaran Spiritual Sufi

Ego sebagai budak yang baik, sekaligus sebagai tuan yang sangat jahat

 

*Bismillahirrahmanirrahim*
Madzhab Malamatiyyah adalah sebuah gerakan spiritual dalam tasawuf yang berkembang pada abad ke-9 Masehi di kota Naisabur, Persia (sekarang Iran). Istilah “Malamatiyyah” berasal dari kata Arab “malāma” yang berarti “celaan” atau “kecaman”. Madzhab ini memiliki prinsip-prinsip yang unik dan menarik, yang bertujuan untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas iman.

*Prinsip Dasar Malamatiyyah*
Madzhab Malamatiyyah memiliki beberapa prinsip dasar yang menjadi fondasi spiritualitasnya. Berikut adalah beberapa prinsip utama:

*1. Menjaga Kerendahan Hati*: Para pengikut Malamatiyyah berusaha untuk menjaga kerendahan hati dan tidak mencari pujian atau pengakuan dari orang lain. Mereka percaya bahwa kerendahan hati adalah kunci untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

*Tokoh-Tokoh Malamatiyyah*
Beberapa tokoh yang dikaitkan dengan aliran atau mazhab Malamatiyyah, antara lain: Abu Said Al-Kharraz, Hamdun Al-Qassar, Abu Hafs An-Naisaburi, Abu Bakar Al-Waraq dan Abu Abdullah Ad-Daqqaq.

Mereka tidak terlalu peduli dan tidak pula mempermasahkan penampilan lahiriah, seperti pakaian atau gaya hidup, mereka lebih fokus pada kesucian hati dan amalan batin. Menjaga diri dari pujian,mereka berusaha agar tidak terpengaruh oleh pujian atau sanjungan orang lain. Mereka tetap memilih untuk tetap rendah hati dan menyadari kekurangan dan kelemahan diri.

*2. Menghindari Penampilan Luar*: Mereka menghindari penampilan luar yang mencolok atau berlebihan, seperti memakai pakaian yang mewah atau menampilkan perilaku yang mencurigakan. Mereka percaya bahwa penampilan luar tidak mencerminkan kualitas spiritual seseorang.

*3. Menerima Celaan*: Mereka menerima celaan atau kritikan dari orang lain sebagai bentuk kesadaran diri dan untuk meningkatkan kualitas spiritual. Mereka percaya bahwa celaan dapat membantu seseorang untuk lebih sadar akan kelemahan dan kekurangannya.

READ  Srikandi PDI Perjuangan Mengucapkan Selamat Atas dilantiknya Lian Sumarni

*4. Fokus pada Niat*: Mereka lebih fokus pada niat dan motivasi internal daripada penampilan luar atau pengakuan dari orang lain. Mereka percaya bahwa niat yang baik dan tulus adalah kunci untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

*Tujuan Malamatiyyah*
Tujuan utama Malamatiyyah adalah untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas iman. Mereka percaya bahwa dengan menjaga kerendahan hati, menghindari penampilan luar, menerima celaan, dan fokus pada niat, seseorang dapat mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi dan lebih dekat dengan Allah.

*Pengaruh Malamatiyyah*
Madzhab Malamatiyyah memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan tasawuf dan spiritualitas Islam. Banyak ulama dan sufi terkenal dipengaruhi oleh prinsip-prinsip Malamatiyyah, seperti Imam Al-Ghazali dan Rumi. Prinsip-prinsip Malamatiyyah juga dapat ditemukan dalam berbagai tradisi spiritual lainnya, seperti sufisme dan mistisisme.

*Anti Mainstream*
Prinsip dasar tarekat semua sama substansinya yakni meraih dan menggapai ridha Allah SWT.

Dalsm prakteknya ada Tarekat yang “Anti Mainstream” sangat berbanding terbalik dengan tarekat pada umumnya. Kebanyakan orang ingin agar tidak dicela orang lain beda dengan kelompok Malamatiyyah, justru ketika mereka merasa berpotensi untuk dipuji segera mereka melakukan sesuatu agar tidak dipuji oleh orang lain.

Madzhab Tarekat “Malamatiyyah” ini disebut juga dengan “Mulamatiyyah” dan “Malamiyyah” maknanya semua sama yaitu “celaan” (Derivasi dari term Laum).

Penamaan itu dinisbatkan kepada mereka karena mereka “mencela diri mereka sendiri” atau dicela orang lain. Tapi mereka tidak mencela dunia penduduknya. Mereka menganggap dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa.

READ  Hadiri Rakor P2DD, Muba Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Dukung

Mereka merasa enjoy, senang dan tenang ketika dicela karena mereka meyakini bahwa dirinya sangat jelek. Hal ini dilakukan untuk menghantam dan melawan tabiat nafsu yang suka pamer (Riya’).

Adapun yang paling dirahasiakan adalah mereka tidak ingin hubungannya dengan Allah diketahui orang lain, mereka sangat merahasiakan tentang identitas ke zuhudan, kewara’an dan kesalehannya.

Bahkan jika saja kewaliannya diketahui oleh orang lain, mereka akan segera berbuat sebaliknya agar segera orang-orang mencelanya kembali. Maksudnya ketika mereka berpotensi menuai pujian, mereka segera melakukan sesuatu agar tidak jadi dipuji.

Ibnu Hajar Al-Haitami mengisahkan terkait Malamatiyyah.

*وهومایقع للملامتیة وهم قوم طابت نفوسهم مع الله فلم یودوا ان احدیطلع علی اعمالهم غیره فإذارأ احدمنهم ان احدااعتقدفیه خرب….*

“Wali Malamatiyyah adalah kelompok tareqat yang selalu menjaga kebaikan hatinya untuk Allah semata, mereka tidak menyukai orang lain melihat amal- amal nya. Bahkan ketika seseorang mengetahui kebaikannya, maka mereka segera merusak amal-amal tersebut dengan melakukan perbuatan atau perkataan yang kelihatannya tercela seperti yang pernah dilakukan sebagian Auliya’ yaitu Ibrahim Al-Khawaas”

*Penutup*

Madzhab Malamatiyyah adalah sebuah gerakan spiritual yang unik dan menarik dalam tasawuf. Prinsip-prinsipnya yang fokus pada kerendahan hati, menghindari penampilan luar, menerima celaan, dan fokus pada niat dapat membantu seseorang untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi. Mereka tak pernah merasa paling suci, paling mengerti dan paling Shaleh. Justeru selalu merasa rendah dan bodoh . Semoga saja tulisan ringan dan sederhana ini berguna meningkatkan kualitas ibadah dan amal shaleh, iman dan taqwa. Semoga dapat memberikan manfaat.

والله اعلم بالصواب

C12062025,Tabik 🙏