Ada Apa Dengan Pulau Enggano ?

(Terisolasi dan Gelap) MS.Tjik.NG

Bismillahirrahmanirrahim

Pulau Enggano lagi viral bukan karena dijual atau sengketa dengan provinsi tetangga, tapi karena terisolasi, penduduk Enggano yang berjumlah sekira 4000 orang itu kini sedang dihadang petaka dahsyat, yakni terancam kelaparan, gelap tanpa listrik, perdagangan belanja kebutuhan rumah tangga sehari- hari dengan cara barter antar sesama penduduk. Ini sudah berlangsung beberapa bulan. Tapi bukan faktor ini saja, sejak lama Enggano nyaris dianaktirikan.

Hasil bumi termasuk pisang semua dibuang ke laut karena tidak bisa dijual tak ada yang membeli, transportasi kapal tidak bisa masuk atau bersandar karena terjadi pendangkalan laut konon sudah 3 bulan mereka terisolasi.

Beruntung Presiden Prabowo Subianto segera tanggap. Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” Langsung menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) untuk percepatan pembangunan di Pulau Enggano. Presiden berharap Inpres ini dapat mendorongan pembangunan yang tengah terisolasi ini..

Penandatanganan Inpres ini dilakukan setelah Presiden menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama DPR yang diwakili pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (24/06/2025).

*Pulau Enggano*
Secara geografis Pulau Enggano berada di wilayah Samudera Indonesia, masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Terisolasi karena akibat terjadi pendangkalan arus Pelabuhan Pualau Baai. Masalah Pulau tersebut menjadi sorotan publik dalam beberapa bulan terakhir.

Enggano adalah Pulau terluar di Barat Indonesia dengan jumlah penduuk 4 ribu jiwa. Pelayaran menuju ke Pulau Enggano menggunakan kapal penyebrangan akan membutuhkan waktu tempuh sekira 12 jam.

READ  Usulkan BKBK, Apriyadi Bakal Masifkan Program Kesehatan-Pendidikan Hingga Infrastruktur di Muba

Enggano dari bahasa Portugis berarti “kesalahan” Luas wilayahnya 400,6 kilometer persegi (154,7 mil persegi) termasuk empat pulau kecil di lepas pantai. Jarak Pulau Enggano ke Ibukota Provinsi Bengkulu sekitar 156 km atau 90 mil laut, justru lebih dekat jaraknya melalui Kota Manna Bengkulu Selatan sekitar 96 km.

*Terabaikan*
Sudah 80 tahun Indonesia merdeka tapi masih banyak wilayah yang belum tersentuh pembangunan utama wilayah kepulauan, pembangunan lebih melirik ke daratan bukan ke laut, bukankah nenek moyang kita orang pelaut dan sejak dulu, era kedatu’an Sriwijaya kita menguasai dan berjaya di laut, Jalesveva Jayamahe tinggal slogan belaka.

Potensi laut kita minta ampun banyaknya, dan laut kita lebih luas dari daratan. Mana itu tol laut ?.

Hingga kita lupa dan abai dengan laut. Pelabuhan Baai saja yang sudah lama terjadi pendangkalan. sejak era Gubernur dipimpin Suprapto, tidak pernah tuntas diurusnnya.

Sungguh prihatin dengan nasib Provinsi Bengkulu, pada hal di Bengkulu pula Ibu Fatmawati, Isteri Proklamator Bung Karno sebagai Ibu Negara pertama dilahirkan Tapi Bengkulu juga dikenal dengan pameo “Lubuk kecil banyak buayanya’.

READ  Peringatan HUT Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ke-48 Tahun di Banyuasin Berlangsung dengan Khidmat.

Khusus Pulau Enggano kudu ada terobosan, tanggap darurat dan solusi tepat agar tidak terus-terusan masyarakat dihajar penderitaan. Enggano sangat potensial untuk dijadik objek wisata laut (pulau).Beragam budaya dan tradisi asli masyarakat Enggno yang sekilas seni budaya lokalnya mirip budaya Hawii.

Memang butuh investasi besar untuk membangun Enggano sebagai tujuan wisata laut.

Sebagai warga bangsa turut prihatin yang dalam dengan situasi darurat Enggano ini. Enggano seperti dikucilkan, dicuekin.
Sudah biasa pasca Pemilu arus kunjungan ke Enggano merosot tajam. Namun kalau lagi musim pemilu ramai pengunjung datang, untuk meminta dukungan suara.

Sebagai negara-bangsa yang punya Pancasila sakti boleh-boleh saja solidaritas keluar dalam pergaulan global namun jangan lupa di dalam negeri masih banyak saudara-saudara kita yang menderita.

*Penutup*
Melalui tulisan keprihatinan ini kita berharap sebelum menuju Indonesia Emas 2045 kita benahi dulu pulau terluar dan daerah- pedalaman serta wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Posisi dan kondisi mereka sangat rentan untuk untuk digoda oleh negara-negara jiran .

Karena kita semua sama satu wadah tidak ada beda atu istimewa dari satu daerah dengan daerah lainnya semua dalam bingkai NKRI.

والله اعلم بالصواب

C24062025, Tabik🙏