Bismillahirrahmanirrahim
Ketika dunia tengah terguncang oleh embargo minyak OPEC dan lonjakan harga yang melumpuhkan ekonomi Barat.
Lalu diam-diam Amerika Serikat (AS) dan Saudi Arabia (SA) membuat kesepakatan. Arab Saudi menjual minyak dalam dolar Amerika, sebagai konpensasinya Amerika akan menjamin kelangsungan Kerajaan dan melindungi keamanan regional.
Coba bayangkan, begitu dahsyatnya pengaruh energi (emas hitam). Memicu harga emas meroket dan mata uang pun meriang.
Masih ingat kah sejak tahun 1973 hingga 1974 OPEC hanya menerima dolar untuk setiap barel minyak.
Untuk pencarian dan menemukan sumur-sumur minyak baru tidak mudah. Hingga sumur-sumur minyak tua pun dimanfaatkan.
Dunia beligat dengan terobosan yang mematikan. Saddam Hussein ( Irak ) berinisiatif mengusulkan pembelian minyak memakai Euro dan Irak pun diserbu. Moammar Gaddafi Tripoli menggagas mata uang Dinar Emas untuk Afrika juga di bom.
-888-
Dunia saat ini berada di persimpangan jalan yang krusial dalam upaya mencapai transisi energi berkelanjutan. Dengan ketergantungan yang masih tinggi pada minyak dan sumber energi fosil lainnya, tantangan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai target keberlanjutan energi menjadi semakin mendesak.
Dalam konteks ini, peran minyak, energi terbarukan, dan nuklir perlu dikaji lebih lanjut untuk memahami bagaimana ketiga sumber energi ini dapat berkontribusi pada transisi energi yang lebih berkelanjutan.
Peran Minyak dalam Transisi Energi.
Minyak masih menjadi salah satu sumber energi utama di banyak negara. Namun, ketersediaannya yang terbatas dan dampak lingkungannya yang signifikan mendorong kebutuhan akan diversifikasi sumber energi.
Pengurangan ketergantungan pada minyak dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan keamanan energi.
Energi Terbarukan : Potensi dan Tantangan.
Energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidroelektrik menawarkan alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Teknologi ini telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Namun, tantangan seperti intermitensi dan kebutuhan akan penyimpanan energi masih perlu diatasi untuk meningkatkan keandalan energi terbarukan.
Energi Nuklir : Kontribusi dan Kontroversi.
Energi nuklir menyediakan sumber energi dengan emisi karbon rendah dan kapasitas produksi yang tinggi. Meskipun demikian, risiko kecelakaan nuklir dan pengelolaan limbah radioaktif tetap menjadi isu yang signifikan. Penerimaan publik terhadap energi nuklir juga bervariasi tergantung pada kesadaran akan risiko (kematian, Petaka) dan manfaatnya.
Perbandingan :
Perbandingan jumlah orang yang mati karena peperangan, wabah penyakit Civid-19 dan karena radiasi bisa jadi cukup kompleks karena data historis yang beragam dan tidak selalu lengkap. Berikut adalah beberapa perbandingan berdasarkan data yang tersedia :
Covid-19 :
Berdasarkan data hingga awal November 2021, Covid-19 telah menyebab kan sekira 5.045.077 kematian di seluruh dunia.
Beberapa analisis memperkirakan angka kematian bisa mendekati 17 juta jiwa.
Peperangan :
Jumlah kematian akibat peperangan sepanjang sejarah sangat besar dan bervriasi tergantung pada perang yang dimaksud. Misalnya Perang Dunia II diperkirakan sekira 50-80 juta kematian.
Radiasi atau petaka oleh Nuklir : Jumlah Kematian langsung akibat kecelakaan nuklir relatif rendah dibandingkan dengan wabah penyakit atau peperangan, misalnya kecelakaan Nuklir Chernobyl 1986 diperkirakan telah menyebabkan beberapa ratus kematian langsung akibat radiasi akut .
Angka-angka ini adalah perkiraan dan bisa bervariasi tergantung pada sumber data.
Penutup.
Transisi energi berkelanjutan memerlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk pengembangan energi terbarukan, pengelolaan risiko energi nuklir, dan pengurangan ketergantungan pada minyak.
Strategi ini harus diimbangi dengan inovasi teknologi dan kebijakan yang mendukung keberlanjutan untuk mencapai target energi yang lebih bersih dan aman.
Boleh jadi kebutuhan teknologi nuklir di masa mendatang sesuatu yang tak terhindarkan.
والله اعلم بالصواب
C16072025, Tabik 🙏
Referensi:
1- International Energy Agency (IEA). (2023). _World Energy Outlook 2023_. OECD/IEA.
2- National Renewable Energy Laboratory (NREL) : (2022). _Renewable Energy Data Book_. U.S. Department of Energy.
3- World Nuclear Association : (2023) . _Nuclear Power in the World Today_.
4- Esai Denny JA (2025)







