Pemkab Banyuasin Dukung Optimalisasi Operasional KMP Putri Leanpuri
ReformasiRI.com, Banyuasin – Menjawab masih rendahnya minat masyarakat di kawasan perairan Kecamatan Tanjung Lago, Muara Telang, hingga Sumber Marga Telang (SMT), Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran operasional angkutan penyeberangan lintas Desa Sri Menanti – Desa Karang Baru.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H. saat menerima audiensi dan rapat bersama Manager PT. ASDP Cabang Muntok serta Kepala BPTD Kelas II Sumsel. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Banyuasin Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU, ASEAN Eng. di Ruang Rapat Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Selasa (02/09/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati Askolani menjelaskan bahwa salah satu penyebab kurangnya antusiasme masyarakat menggunakan kapal penyeberangan adalah belum rampungnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Oleh karena itu, pada tahun 2025 dan 2026 Pemkab Banyuasin akan melanjutkan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di wilayah tersebut.
“Kalau jalan dan jembatan selesai, baru bisa maksimal. Kendala ini sudah kita komunikasikan dengan Gubernur dan DPR agar turut membantu pembangunan jalan yang menunjang operasional kapal. Alhamdulillah responnya positif, dan insyaallah tahun ini hingga tahun depan pembangunan akan kita lanjutkan,” ujar Bupati Askolani.
Selain itu, Bupati juga meminta kepada pihak ASDP, BPTD, Dinas terkait, hingga Pemerintah Kecamatan agar lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait jadwal dan manfaat penggunaan kapal KMP Putri Leanpuri, agar keberadaannya benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
“Sosialisasikan jadwal keberangkatan, jumlah trip, dan waktu pelayaran agar masyarakat mengetahui dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya. Apalagi sekarang sudah sampai enam kali trip dalam sehari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Askolani mengajak seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, serta masyarakat Banyuasin — khususnya yang berdomisili atau beraktivitas di kawasan Tanjung Lago, Muara Telang, dan Sumber Marga Telang — untuk bersama-sama memanfaatkan fasilitas penyeberangan ini.
“Sayang kalau fasilitas ini tidak kita manfaatkan dengan maksimal. Akses melalui pelabuhan ini bukan hanya mempermudah mobilitas, tapi juga bisa menunjang perekonomian masyarakat sekitar,” tutupnya.
(red)









