Diella sebagai Menteri Virtual: Analisis Ilmiah dan Etika Tata Kelola Digital

Oleh MS.Tjik.NG

 

*Bismillahirrahmanirrahim*

Abstrak

Artikel ini membahas pengangkatan Diella, sistem kecerdasan buatan (AI), sebagai Menteri Virtual Pengadaan Publik di Albania pada September 2025. Fenomena ini dianalisis dari perspektif teknologi, hukum, etika, dan dampak sosial-politik.

Dengan menggunakan studi literatur, artikel ini mengidentifikasi peluang berupa peningkatan transparansi dan efisiensi, serta risiko berupa bias algoritmik, masalah akuntabilitas hukum, dan ancaman keamanan siber.

Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan model ini sangat bergantung pada kejelasan kerangka hukum, keterbukaan algoritma, dan mekanisme audit publik.

Artikel ini merekomendasikan legislasi khusus, audit algoritma independen, dan perlindungan data yang ketat.

Kata Kunci: Diella, Kecerdasan Buatan, Tata Kelola Digital, Pengadaan Publik, Etika AI, Albania

Pendahuluan

Albania sebuah negara mungil yang terletak di wilayah Balkan. Dengan Populasi 3 juta ±, dipimpin oleh seorang Perdana Menteri Edi Rama.

Edi Rama memaklumatkan bahwa dia mengangkat entitas Artificial Interlligence (AI) sebagai pembantunya yakni Menteri urusan pengadaan sekaligus bertugas mengontrol dan dan monitor proyek-proyek tender pemerintah.

Kebijakan ini diambil Rama untuk melibas oknum birokrat yg rakus, lamban dan doyan korupsi.

Fenomena pengangkatan Diella sebagai Menteri Virtual Pengadaan Publik menandai pergeseran paradigma dalam tata kelola pemerintahan.

Dalam kerangka revolusi industri 4.0, penggunaan AI dalam pengambilan keputusan pemerintahan bukan hanya wacana futuristik tetapi kini menjadi kenyataan. Bagian pendahuluan ini menguraikan konteks global, pentingnya inovasi tata kelola, serta mengapa Albania menjadi pelopor.

-888-

Latar Global

Tren digitalisasi pemerintahan telah meningkat secara global: Estonia memimpin dengan e‑residency, Uni Emirat Arab meluncurkan Menteri AI pada 2017 (namun tetap manusia), dan Singapura menerapkan GovTech untuk layanan publik.

Albania melangkah lebih jauh dengan memberikan status menteri kepada entitas AI, menjadikannya eksperimen unik.

READ  Gubernur Sumsel Hadiri HUT ke-24 Kota Prabumulih: Dorong Gotong Royong dan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Warga

Latar Nasional Albania

Albania selama satu dekade terakhir menghadapi kritik terkait korupsi, terutama dalam sektor pengadaan publik.

Menurut Transparency International (2024), Albania menempati peringkat rendah di Eropa. Korupsi dalam proyek infrastruktur dan pengadaan barang sering menjadi sorotan media. Oleh karena itu, penggunaan AI dipandang sebagai cara radikal untuk mengatasi masalah tersebut.

Rumusan Masalah

1 Bagaimana arsitektur teknis dan fungsi Diella memengaruhi proses pengadaan publik?

2.Apa implikasi hukum dan etis dari penyerahan sebagian kewenangan administratif kepada entitas AI?

3.Bagaimana peluang dan risiko yang muncul dari inovasi ini bagi negara lain?

4.Apakah model Albania dapat direplikasi di negara-negara lain dengan konteks sosial-politik berbeda?

-888-

Hasil dan Pembahasan

1.Perspektif Teknologi

Diella memanfaatkan natural language processing, machine learning, dan big data analytics. Modulnya meliputi:

Data ingestion dari dokumen tender, registri perusahaan, dan catatan pajak.

Risk scoring berbasis model prediktif untuk mendeteksi indikasi kolusi atau underpricing.

Decision engine yang memberikan rekomendasi pemenang tender.

Audit trail berbasis ledger yang menjamin keterlacakan keputusan.

2.Perspektif Hukum

Dekret Presiden menjadi dasar hukum, namun perlu legislasi spesifik untuk mengatur peran AI. Tanpa itu, terjadi kekosongan hukum dalam hal pertanggungjawaban.

3.Perspektif Etika

Kritikus berpendapat bahwa algoritma bisa bias. Cath, C. et al. (2023) menekankan perlunya AI ethics by design agar sistem tidak diskriminatif. Jika algoritma tidak transparan, publik bisa kehilangan kepercayaan.

4 Perspektif Sosial-Politik

Jika berhasil, Diella bisa meningkatkan partisipasi publik. Namun, jika gagal, ini dapat memicu krisis kepercayaan terhadap digitalisasi pemerintah.

5 Studi Kasus dan Perbandingan

Estonia: dikenal dengan e‑government yang sukses, namun tetap mempertahankan pengambil keputusan manusia.

Singapura: menggunakan AI dalam analisis kebijakan tetapi selalu ada lapisan review manusia.

READ  Update COVID-19 Muba: Bertambah 6 Kasus Sembuh, Nihil Positif

Albania: mengambil langkah lebih berani dengan menempatkan AI sebagai pengambil keputusan formal.

6.Skenario Implementasi

Skenario Optimis

Transparansi penuh, audit independen, dan keterlibatan publik menjadikan Diella model global.

Skenario Pesimis

Manipulasi data input atau serangan siber mengakibatkan pengadaan tetap bias. Publik semakin apatis.

7 Rekomendasi

1.Legislasi AI Governance: mencakup batas kewenangan, mekanisme banding, dan akuntabilitas.

2.Audit Algoritma: dilakukan secara berkala oleh lembaga independen.

3.Transparansi Data: publikasi kriteria evaluasi.

4.Perlindungan Data: enkripsi dan kebijakan keamanan siber ketat.

5.Pendidikan Publik: sosialisasi agar masyarakat memahami cara kerja sistem.

Kesimpulan

Pengangkatan Diella adalah eksperimen penting yang dapat menjadi model tata kelola baru.

Namun keberhasilannya bergantung pada landasan hukum, audit, dan kepercayaan publik. Negara lain dapat belajar dari eksperimen ini sebelum mengadopsi model serupa.

والله اعلم بالصواب

C13092025, Tabik🙏

Daftar Referensi

Al Jazeera. (2025, September 12). Albania appoints AI bot minister to fight corruption. Retrieved from https://www.aljazeera.com/news/2025/9/12/albania-appoints-ai-bot-minister

Associated Press. (2025, September 12). Diella, Albania’s AI system, becomes first-ever AI minister. AP News. Retrieved from https://apnews.com/article/albania-ai-minister-2025

Cath, C., Wachter, S., Mittelstadt, B., Taddeo, M., & Floridi, L. (2023). Artificial Intelligence and the ‘Good Society’: The US, EU, and UK approach. AI & Society, 38(1), 1-15.

RTSH Albania. (2025, September 11). Begaj decrees government formation including AI minister Diella. RTSH. Retrieved from https://rthshqip.com/news/diella-ai-minister

The Guardian. (2025, September 11). Albania appoints AI as virtual minister for public procurement. The Guardian. Retrieved from https://www.theguardian.com/world/2025/sep/11/albania-ai-virtual-minister

Transparency International. (2024). Corruption Perceptions Index 2024. Transparency.org. Retrieved from https://www.transparency.org/en/cpi/2024

World Bank. (2023). Public procurement system assessment: Albania. Retrieved from https://documents.worldbank.org/procurement-albania-2023