_Bak disambar petir di siang bolong._ ketika mendapati kenyataan pahit dan miris untuk pertama kali dari 13 kali Pemilu, PPP gagal masuk Parlemen. Saya rasa respons warga PPP khususnya, umat Islam, bahkan rakyat Indonesia umumnya sama. Mungkin seperti tidak percaya dan mustahil.
_Inna lillah!_ Ini sebuah musibah dahsyat, lebih dari itu secara politis umat Islam sebagai mayoritas mengalami kerugian luar biasa. Karena bagaimanapun secara legal formal institusional, PPP merupakan representasi umat itu sendiri. Bagaimana mungkin Partai yang kelahirannya dibidani oleh para Ulama tersohor hasil fusi dari empat Partai Islam seperti Mbah KH.Bisyri Sansuri, KH.Idham Khalid (Partai NU), HMS.Mintaredja (Partai Muslimin Indonesia), H.Anwar Cokroaminoto (Partai Syarikat Islam Indonesia), KH.Rusli Kholil (Partai Persatuan Tarbiyah Islamiyah). Tidak tanggung-tanggung pula, PPP bertanda gambar Ka’bah yang amat sakral itu sebagai hasil Istikharah KH.Bisyri Sansuri di depan Ka’bah. Koq bisa ya PPP tersingkir dari Senayan. Tentu ada something wrong.
_*Ada apa gerangan dengan PPP*_
Tentu sikap pertama yang harus dilakukan oleh warga PPP, wabil khusus Pengurusnya adalah _Bermuhasabah_ introspeksi total. PPP tidak boleh larut dan down apalagi kehilangan arah dan semangat atas kejadian yang tidak diharapkan ini. Namun sebijaknya para Pengurus mulai dari Elit partai hingga jajaran terbawah, berkontemplasi secara jujur, konsekwen dan bertanggung jawab, masing-masing melakukan evaluasi konprehensif mencari penyebab sehingga realita yang menyedihkan lagi aib ini melanda PPP.
Dengan demikian pada puncaknya, siapapun dia tidak boleh berlepas diri dan lari, merasa aman, merasa tidak punya beban bahkan seperti lari dari kenyataan dan tanggung jawab. Yang dpertanyakan dan dibutuhkan umat sekarang ini adalah solusi cepat, terbaik dan terukur sehingga menjadikan partai yang sangat bersejarah ini segera kembali eksis, masuk Senayan 2029.
_*Top Figur mumpuni sebagai kunci kejayaan PPP*_
Tentu salah satu kunci utama yang sangat menentukan PPP ke depan adalah _Sang Nakhoda_ yang akan membawa PPP tetap _Istiqamah_ sesuai dengan landasan partai _yang berazaskan Islam dan berjihad fi sabilillah dengan niat ibadah dan beramar makruf nahi Munkar serta berakhlakul Karimah._ Jelas dan terang benderang sekali, tujuan, visi, missi dan orientasi yang super ideal demi izzul Islam wal muslimin. Masya Allah! Tabarakallah! Bila ini tercapai, maka akan terwujud masyarakat Indonesia yang diidam-idamkan ; adil makmur, sejahtera lahir dan batin, duniawi dan ukhrawi di bawah naungan magfirah dan ridha Allah SWT. Hal ini sesuai dengan perjuangan Founding Father bangsa yang telah mengorbankan segenap pikiran, harta, jiwa dan raga mereka dengan tulus dan ikhlas. Rame ing gawe sepi ing pamrih.
Ini merupakan sebuah kontribusi luar biasa, konkrit, dan positif konstruktif PPP sebagai representasi umat Islam, bagi bangsa dan negara tercinta. Dalam proses perjalanan panjang bangsa kesetiaan dan kiprah PPP sejak dulu sampai kini telah teruji dan terbukti. Bukan sekedar jargon dan slogan kosong belaka apalagi berkhianat kepada negara.
Asa umat yang begitu besar kepada Ketua Umum PPP mendatang, pastinya senantiasa harus tetap berpegang teguh dan tidak bergeming sedikitpun juga kepada prinsip mulia dan luhur tersebut, walaupun apapun yang terjadi. Berjuang dengan ikhlas demi partai di atas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan golongan. Bila mampu diimplementasikan Ketua Umum, hakkul yakin perjalanan PPP ke depan akan dinamis, tenang, damai penuh ukhuwah dan persatuan sehingga akhirnya cita-cita PPP yang didambakan akan menjadi kenyataan. Ketua Umum yang memiliki kemampuan menghimpun dan memenej seluruh organ dan potensi internal yang heterogen sebagai suatu kekuatan dahsyat. Secara simultan berhasil membangun sinergi positif dan harmonis dengan pihak eksternal secara cerdas dan ellegan di tengah-tengah dinamika dan dialektika politik bangsa dan antar bangsa.
Satu lagi, PPP sebagai Partai yang dilahirkan oleh Ulama panutan umat, maka _sejatinya posisi Ulama ditempatkan sesuai _Maqam_ mereka yang mulia secara proporsional, bermartabat dan terhormat agar PPP menjadi partai panutan yang dicintai umat, penuh barakah dan merengkuh ridha Allah semata.
_*Muktamar Strategis, Berakhlak dan Bermartabat*_
Sebagai puncak, klimaks dari seluruh rangkaian Muktamar, adalah memilih Ketua Umum PPP Masa Khidmat 2025-2030. Sebuah moment istimewa yang ditunggu-tunggu Muktamirin dan umat PPP khususnya dan umumnya kaum muslimin serta bangsa Indonesia.
Ketua Umum PPP terpilih nantinya memegang posisi sangat strategis dan tantangan hebat, akan mengemban Amanah yang amat berat dan krusial. Seperti diketahui secara luas, tugas utama dan pertamanya yang maha dahsyat luar biasa adalah _mengembalikan PPP ke Senayan pada Pemilu 2029 setelah terdepak pada Pemilu 2024 yang lalu._ Ketua Umum mendatang diharapkan mampu membuat sejarah baru di Indonesia, _untuk pertamakalinya bahwa PPP satu-satunya partai yang terpental dari Senayan, berhasil kembali masuk Senayan._ Apalagi PPP sebagai Partai Islam merupakan representasi dan rumah besar umat, wadah perjuangan umat dengan wajah baru yang mampu pula mengakomadasi aspirasi umat agar terwujudnya negara _Baldatun Thayyibatun Gafur_ yang diidam-idamkan dan diperjuangkan selama ini di negara yang mayoritas muslim ini.
Demi terealisasinya cita-cita mulia dan luhur tersebut, maka _lima hal fundamental_ yang harus dijadikan landasan dalam Muktamar X PPP 2025 ini :
_Pertama_ Figur yang dipilih betul-betul sebagai pribadi yang berkualitas, Amanah, berakhlakul Karimah, kompeten, berintegritas, kridibel, kafabel, akseptabel, akuntabel.
_Kedua,_ Figur yang berorientasi demi kepentingan bersama, umat, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan golongan.
_Ketiga_, Figur yang mampu mempersatukan, mengakomodasi dan mengayomi seluruh unsur dan komponen partai secara adil dan bijaksana tanpa diskriminasi.
_Keempat_, Figur yang menjadikan Muktamar X ini sebagai ajang yang kompetitif, adu gagasan, ide, pemikiran yang prospektif jauh ke depan demi kemajuan dan kejayaan PPP.
_Kelima_, Sebagai partai Islam, dalam ikhtiar memenangi kontestasi, harus ditempuh _sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah_ dengan _mengedepankan Akhlakul karimah_, dan prilaku yang bermartabat.
Menghindari praktek Macheaveli, dengan menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan, sebagai preseden yang tidak terpuji.
Namun, Muktamar yang berkeadaban dan demokratis penuh ukhuwah sehingga patut menjadi contoh bagi yang lain, berbagai komponen bangsa. Kemenangan halalan thayyiban yang dirahmati, diberkahi, dan diridhai Allah SWT. Amin3.
Akhirnya kita berdo’a, semoga Muktamar X ini berlangsung lancar, aman, damai dan sukses dengan menelorkan hasil yang terbaik demi kepentingan umat, bangsa dan negara. Amin3 Ya Mujibas Sailin.
_Selamat bermuktamar!_
Hidup PPP!
Bangkitlah PPP!
Berjayalah PPP!
*نصر من الله وفتح قريب وبشر المؤمنين*
Salam Al-Faqir,
_*Moersjied Qorie Indra*_
(Wakil Ketua Majelis Syari’ah DPP-PPP)
4 Rabi’ul Akhir 1447 H/27 September 2025 M.









