Respon cepat dan kolaboratif ditunjukkan Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, dalam menangani masalah kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni (RTLH) di Palembang.

 

Palembang, Setelah berkoordinasi dengan jajaran Pemkot, beliau langsung meninjau pemukiman padat penduduk yang terdapat RTLH di beberapa titik. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis dengan Menteri PKP dan Kepala BPS di tingkat pusat.

Pemkot menargetkan sebanyak 1.500 rumah tidak layak huni (RTLH) dipastikan akan menerima bantuan perbaikan. Dengan 1.000 rumah dibiayai melalui APBN dan 500 rumah dibantu biayanya oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Dalam dua tahun ke depan, lebih dari 3.000 rumah akan dibenahi .

Terdapat 6 kecamatan prioritas, dengan fokus awal pada Kecamatan Gandus (376 unit RTLH), diikuti Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Bukit Kecil, Ilir Barat I, dan Ilir Barat II.

READ  Muba Fun Run 2024 Berlangsung dengan Semarak, Bagikan Puluhan Door Prize Untuk Masyarakat

Wali Kota @ratudewa juga menginginkan Program Palembang Peduli melalui Bedah Rumah ini nantinya terintegrasi. Selain perbaikan fisik, program ini juga akan diintegrasikan dengan peningkatan pendapatan masyarakat (pelatihan keterampilan dan akses pendanaan) untuk memberdayakan ekonomi warga.

“Alhamdulillah, hasil pertemuan dengan Pak Menteri PKP dan Kepala BPS membuahkan hasil. Sebanyak 1.000 rumah akan kita perbaiki lewat APBN, ditambah 500 rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi,”

“Total ada lebih dari tiga ribu rumah yang harus kita benahi. Target kami, dalam dua tahun ke depan, seluruhnya selesai,”

“Perbaikan rumah hanyalah pintu masuk. Kami ingin masyarakat naik kelas, berdaya secara ekonomi,” pungkasnya.