Pengurus Bakohumas Dilantik, Sinergi Amankan Informasi Publik

 

Coganews – PALEMBANG– Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi melantik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) periode 2025–2030.

Pelantikan ini menjadi langkah konkret dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Gubernur Sumsel, Herman Deru dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Bakohumas di tengah krisis kebenaran informasi.

“Dunia digital sudah berubah menjadi badai. Bukan lagi soal cepat atau lambat, tapi bagaimana kita tetap melayani dengan informasi yang jelas. Mesin membuat foto palsu tampak lebih meyakinkan, membuat masyarakat kesulitan membedakan mana fakta dan mana fabrikasi,” ujar Deru.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumsel, Rika Efianti mengatakan, Bakohumas merupakan jawaban untuk menyatukan dan menyelaraskan komunikasi publik pemerintah serta lembaga di Sumsel.

READ  Yan Coga Resmi Sandang Gelar Magister, Tegaskan Komitmen Bela Rakyat Kecil

“Bakohumas adalah lembaga non struktural yang terdiri dari seluruh unsur pemerintahan di Sumsel, termasuk Forkompinda, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan perguruan tinggi,” jelas Rika.

Rika menambahkan, tujuan utama dibentuknya kembali kepengurusan ini adalah memperkuat Sinergi dan kolaborasi antar pejabat pengelola informasi.

“Kami juga meresmikan Cek Fakta Sumsel sebagai media resmi dan terpercaya untuk klarifikasi informasi serta meningkatkan literasi digital publik,” ujarnya.

Gubernur Sumsel menetapkan anggota pengurus Bakohumas masa kerja 2025–2030. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk BUMN, BUMD, dan perwakilan Diskominfo Kabupaten/Kota sebagai mitra koordinasi.

Struktur kepengurusan ini mencakup tiga bidang utama: Diseminasi Informasi, Hubungan Antar Lembaga dan Advokasi, serta Sumber Daya Manusia dan Organisasi.

READ  Pemkot kota Palembang akan mencairkan gaji 13 bagi ASN

“Kami berharap dengan struktur ini, Bakohumas dapat bergerak efektif dalam menjalankan mandatnya,” tutur Rika.

Ketua Umum Bakohumas Provinsi Sumsel, Dr. Edward Chandra, mengakui bahwa tugas yang diemban tidaklah mudah.