COGANEWS, MUSI RAWAS UTARA — Modus penipuan digital kian berkembang dan semakin canggih. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, mulai dari file palsu berformat APK, link jebakan, hingga panggilan telepon yang mengatasnamakan instansi tertentu.
Dalam upaya mencegah kerugian, nasabah diimbau untuk selalu menerapkan langkah-langkah keamanan, seperti mengaktifkan autentikasi dua faktor, memblokir nomor mencurigakan, tidak sembarangan meneruskan file yang tidak jelas asal-usulnya, serta menghindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya.

Adapun modus yang kerap terjadi di antaranya adalah pengiriman file APK berkedok undangan pernikahan, tagihan pajak atau SPT, hingga pembaruan data Dukcapil atau KTP. Modus tersebut bertujuan untuk mencuri data pribadi dan mengakses rekening korban.
Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Muara Rupit, Muhammad Effendy, menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apapun.
“Bank Sumsel Babel tidak pernah meminta PIN, OTP, maupun password kepada nasabah. Jika ada pihak yang mengatasnamakan bank dan meminta data tersebut, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” tegas Muhammad Effendy, Rabu (11/03/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Apabila menemukan hal yang mencurigakan, segera hubungi BSB Call Center di 1500711 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap modus penipuan digital, diharapkan risiko kerugian dapat diminimalisir serta keamanan transaksi tetap terjaga. (Aan)







