
Muba_Coganews.co.id/Polsek Sanga Desa, Polres Musi Banyuasin, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kelompok tani di wilayah hukumnya.
Terbaru, Kelompok Tani (Poktan) Pematang Melintang, Desa Jud I, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), berhasil mengirimkan hasil panen jagung sebanyak 12.700 kilogram atau 12,7 ton jagung pipil kering ke Gudang Bulog Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan pengiriman hasil panen tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Sanga Desa dalam mendorong produktivitas pertanian sekaligus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ps. Kanit Binmas Polsek Sanga Desa, Aipda Tulus Ade, bersama Ketua Poktan Pematang Melintang, Ramdhon.
Jagung yang dikirim merupakan hasil panen dari lahan pertanian milik Poktan Pematang Melintang yang berada di Desa Jud I, Kecamatan Sanga Desa.
Sebelum dikirim ke Gudang Bulog Palembang, hasil panen jagung terlebih dahulu menjalani proses pascapanen. Jagung dipanen dari lahan kelompok tani binaan Polri, kemudian dijemur hingga mencapai kondisi yang dipersyaratkan.
Selanjutnya, jagung dikemas ke dalam karung dan dijahit sebelum diangkut menuju Gudang Bulog Provinsi Sumatera Selatan.
Setibanya di gudang, jagung tersebut menjalani pemeriksaan oleh petugas, termasuk pengecekan kadar air, sebelum dilakukan proses pembongkaran.
Kasi Humas Polres Muba, AKP Hutahaean, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan terhadap kelompok tani sekaligus upaya mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Ini salah satu bagian dari upaya pembinaan terhadap kelompok tani sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin,” ujar AKP Hutahaean.
Lebih lanjut, Polsek Sanga Desa terus mendorong kelompok tani binaan agar meningkatkan hasil produksi pertanian sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Seluruh rangkaian kegiatan pengiriman hasil panen jagung tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.




