Memajukan Tanah Kelahiran Adalah Fardhu ‘Ain bagi Putra-Putri Asli Daerah
Coganews.co.id | Muratara – Jika Sang Proklamator Ir.Soekarno pernah mengatakan “Berikan aku 1000 orang tua maka akan kucabut gunung Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda maka aku guncangkan dunia.”
Kalimat fenomenal ini sudah amat legendaris di bumi Pertiwi yang sudah tak terhitung lagi dikutip oleh tokoh-tokoh hebat di berbagai acara mulai dari desa hingga ke kota-kota.
Bayangkan saja jika sepuluh pemuda (tentu pemuda yang sesuai kriteria yang berlaku ya, hehe…) saja bisa mengguncang dunia apalagi Indonesia, Sumatera Selatan khususnya Muratara. Jika para pemuda yang hebat-hebatnya bersatu padu maka nothing impossible kita akan bisa terbang tinggi.
Lihatlah sejarah membuktikan hasil dari sinergi dan kolaborasi kuat dari para ‘Pemuda Perantau’ yang berjuang menuntut ilmu dan berkarya di luar negeri dalam satu atap Perhimpunan Indonesia (PI) yang diprakarsai oleh Sutan Kasayangan dan R. N. Noto Suroto pada 25 Oktober 1908 di Leiden, Belanda.

Sehingga puncaknya pada 28 Oktober 1928 segenap para Pemuda dari berbagai daerah seperti Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Kalimantan dan Jong Maluku bersatu padu pada satu ikatan kuat Sumpah Pemuda dimana para pemuda telah sukses Mengukir Sejarah menyanyikan lagi Indonesia Raya pertama kali dan bendera merah putih dikibarkan. Kata-kata Indonesia pun secara massif dan berani untuk didengungkan diseluruh penjuru tanah air.

Inilah The Power of Pemuda, jika ber-Sinergi (Silaturahmi Energi) dan CollabForAction akan mampu mengubah tatanan dunia.
Ini juga yang dipaparkan oleh Ust.H.Hermansyah Syamsiar Ketua Komisi Pembangunan DPRD Muratara yang juga Tokoh Pemerhati Pemuda Muratara pada Diskusi Virtual Narkoba Nak Mati “Ayo Bersama Perbanyak Karya Kurangi Bergaya Jauhi Narkoba” pada Selasa malam (6/4) lalu.

“Syubbanul Yaum Rijalul Ghad, sadari betul bahwa Pemuda hari ini adalah Pemimpin di masa yang akan datang. Narkoba adalah perusak masa depan anak-anak muda, wajib dijauhi. Selain itu banyak godaan para pemuda seperti media sosial dan gaya hidup yang menjauhkan kita dari nilai-nilai agama.
Disini kita akan memperjuangkan Perda Pembinaan Pemuda di Muratara, kita butuh dukungan dan masukan dari adik-adik HPP Muratara, para pakar dan setiap elemen yang berkompeten agar tujuan mulia kita untuk menyelematkan generasi emas Muratara bisa terwujud.
Anak-anak muda harus sehat dan kuat, jangan sampai dieksploitasi oleh semua hal yang merugikan termasuk Narkoba.”
Melalui konfirmasi Ketua Umum Pimpinan Pusat HPP Muratara Abdul Gopar,

“Demi Memajukan Tanah Kelahiran tercinta, pemuda adalah kuncinya. Kita di himpunan ini tidak lagi berpikir bagaimana Muratara 5 tahun kedepan tapi bagaimana Muratara untuk 1000 tahun yang akan datang.”
Ditambah juga oleh Dandi Nazor, Sekjen HPP Muratara,

“Kita selalu berkoordinasi, berkonsolidasi dan tetap jaga sinergi dengan Tokoh-Tokoh Muratara: Bapak Eko Kapolres, Kak Efriansyah Ketua DPRD Muratara, Kak Hermansyah Syamsiar dan Bunda Masturo DPRD Milenial kita, Pak Ikhsan Kakan Kemenag, Pak Muh Ali Ketua FKUB Muratara, Pak Muh Ibrahim Tokoh Sentral Pemekaran Muratara dan semua stakeholder lainnya.
Prinsipnya satu: Memajukan Tanah Kelahiran kita tercinta adalah fardhu ‘ain bagi segenap putra-putri daerah asli dari sini.” Pungkasnya. (Danaz)








