Irigasi di bangun tanpa koordinasi dengan Pemdes hingga Sawah Masyarakat Pauh 1 Terancam gagal tanam

Coga Peristiwa1034 Dilihat

Coganews.co.id |Muratara-Masyarakat Pauh dan Pauh 1 Kecamatan Rawas Ilir tuntut Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas Utara mengenai proyek Irigasi(Parit) yang di bangun pada Tahun 2019 hingga saat ini belum selesai di persawahan milik masyarakat yang kini membuat para petani geram dengan adanya parit ini di bukanya menyerap air untuk persawahan malahan sekarang airnya banyak tetapi tidak mengaliri kepersawahan masyarakat, sehingga kering terancam gagal tanam tahun ini.

Dengan berefek gagal tanam masyarakat Desa Pauh dan Pauh 1 geram melalui Laskar Merah putih dan masyarakat petani menuntut agar pihak Dinas pertanian bertanggung jawab.

Arsa Ketua Larkar Merah Putih menyampaikan Masyarakat desa kami saat ini gagal melakukan tanam padi akibat sawah masyarakat mengering akibat di buatnya irigasi sejak tahun 2019 tak kunjung selesai yang tidak mengaliri air kepersawahan milik petani.Ini ada apa kenapa perencanaan pembangunanya bisa merugi petani di desa kami.Cetusnya geram.

“Sawah milik masyarakat ini mencapai ratusan hektar ini,dimana-mana proyek Tahun 2019-2020 tak ada yang beres,kami berharap dengan Bupati dan Wakil Bupati saat ini agar bisa mencari biang permasalahan dan siapa yang harus bertanggung jawab apa lagi sekarang petani benih padinya sudah di tanam mau di kemanakan”.Jelasnya

READ  Inginkan Perubahan, Organisasi Perempuan ini Dukung Heri Amalindo Jadi Gubernur Sumsel

Apalagi Pihak pertanian sudah memberi mesin penyedot air untuk lahan persawahan saat di mana dan untuk siapa,apakah untuk pribadi orang saja.

Ibu Ade Selaku Kabid pertanian mewakilinya dari Pihak Dinas pertanian Kabupaten Muratara mengatakan saat di jambangi masyarakat di rumah kepala Desa Pauh 1 mengatakan.”Kami sudah memberi mesin penyedot air yang diperuntukkan Gapoktan dan Kelompok Tani alat ini untuk kepentingan orang banyak bukan untuk pribadi jelas saat saat bertemu petani desa Pauh hari ini Sabtu (24/04)”.

Juherman Kepala Desa Pauh 1 menyampaikan Sebelum ada Pembangunan irigasi ini sawah masyarakat tidak pernah kering, sejak tahun 2019-2020 berjalanya pembangunan irigasi sawah masyarakat jadi mengering dan di pastikan gagal tanam,terima kasih pihak Dinas Pertanian sudah bisa hadir di desa Pauh 1 dan bertemu langsung para petani yang lahanya kering.

Mengenai ini kalau masyarakat kami gagal tanam masyarakat kami akan makan apa,sebab masyarakat kami ini berpenghasilan dari sawah inilah, apalagi kondisi perekonomian saat ini lagi sulit,apalagi mata pecarian masyarakat sangat kurang,lahan pertanian mengering,perusahaan banyak mem PHK kan karyawan bagai mana ini.

READ  Peresmian Masjid di Desa Epil Datangkan Ustad Abdul Somad

“Yang tadinya pemerintah sebelum Pak Devi-Inayatullah pernah menjanji- janjikan untuk lumbung padi yang jadinya begini, jadi kami minta pihak Pertanian cek kelapangan langsung jangan cuma datang kesini sama saja bohong, kita cek sama-sama biar kedepanya bisa tahu jangan dampaknya cuma yang tau dengan kami pemerintah Desa Puah 1 saja.
Ini jujur yang kami sampai di hadapan pihak Dinas Pertanian”
Keluh Pak Kades.

Lanjutnya Kami mengajak Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Muratara untuk berkerja sama mengatasi ini,contohnya ini mulai dari8 pembangunan irigasi (parit) dibangun tanpa surat hiba dari masyarakat pemilik lahan yang kena parit ini,sebab ada masyarakat menyampaikan langsung kepada kami akibat membangun parit tersebut tidak pernah berkoordinasi dengan kami Pemdes Pauh 1 ya ini jadinya.

Jadi mohon kepada Pihak Dinas Pertanian agar mengatasi masalah ini hingga masyarakat kami bisa segera menanam padi kembali, menjadikan Desa Pauh 1 sebagai lumbung padi.Tutupnya.(AJR)