Coganews.co.id | Muratara – Pernahkan teman-teman melihat betapa ganasnya seekor harimau secara langsung, memiliki taring dan kuku yang panjang dan begitu tajam. Namun, sebahaya dan seganas apapun seekor harimau, namun ia tetap melindungi dan menjaga sepenuh hati anak-anaknya dari segala ancaman dan mara bahaya bahkan tak tanggung-tanggung ia pun rela pasang dapan demi keselamatan anak-anaknya.
Menyikapi fenomena memilukan seorang ayah tiri berinisial DI (31) tega menyetubuhi anak tirinya yang masih dibawah umur di Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.
Dandi Nazor, CEO Sinergi Institute menyampaikan,
“Never ending something, kita tidak tahu kejadian seperti ini sampai kapan berakhir. Kita mengutuk keras kasus ini apalagi terjadi di sekitar kita, ditambah lagi sudah sampai 40 kali korbannya masih dibawah umur pula dan masih anaknya sendiri, meskipun anak tiri.
Kasus pelecehan dan kekerasan seksual serta pemerkosaan dibawah umur seolah menjadi trend di zaman saat ini. Harus ditindak tegas siapapun pelakunya, bila perlu ‘diblenderin aja‘, dalam arti hukum seberat-beratnya, ini demi menjaga marwah Muratara Berhidayah dan masa depan generasi muda, jangan sampai rusak semuanya!
Meminjam istilah Mas Menteri Nadiem Makarim, peristiwa ini ibaratkan fenomena gunung es, masih banyak yang tidak terungkap,baik itu karena diancam atau takut untuk speak up, melapor ke pihak berwajib.”
Lanjut Pengurus Badko HMI Sumbagsel ini, sebagaimana telah tercantum dalam UU No.35 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomer 70 Tahun 2020 mengenai cara mengatasi kekerasan seksual maupun kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur dan perempuan supaya memberi efek jera terhadap pelaku serta mencegahnya adalah kebiri Kimia.
Sementara itu Plt Kapolres Muratara AKBP Andi Baso , mengatakan, peristiwa itu terungkap pada Senin (31/1/2022) sekira pukul 14.00 WIB bertempat di rumah pelapor di Kecamatan Nibung, Muratara.
Korban mengaku saat itu, rela disetubuhi sang Ayah tirinya, karena dia takut sang ayah mengancam meminta mengembalikan uang biaya Sekolah selama ini. Setelah itu korban mengakui bahwa telah di setubuhi oleh pelaku sejak bulan september 2021.
BADKO HMI Sumbagsel mendukung penuh pihak Polres Muratara untuk melindungi masa depan anak-anak muda di Kabupaten Muratara dari penyalahgunaan Narkoba, pergaulan bebas, terutama pemerkosaan yang memupuskan masa depannya.
Save Our Future!
(Danaz)








