Brace Your Self, Winter Is Coming! Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan ‘Sediakan Payung Sebelum Hujan’

Coga Daerah130 Dilihat

Ruang Gagasan Pelopori ‘Lumbung Pemuda Produktif’ di Sumsel

Coganews.co.id | Palembang – Ada empat insan petani: pertama, mempunyai lahan dan ia bercocok tanam, kedua, mempunyai lahan namun tidak bercocok tanam, ketiga profesinya memang petani namun tidak mempunyai lahan (menggarap milik orang lain, bagi hasil) dan keempat insan yang membantu kesejahteraan para petani, seperti gerakan Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan ini. Demikian pernyataan Dr. Ir. H. Bambang Pramono,M.Si-Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel selaku leading sektor program unggulan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat ini.

Tepat menutup bulannya Pemuda, Selasa, (31/10/2022) dalam rangka Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022, Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan secara resmi telah di launching secara langsung oleh Dr. Ir. H. Bambang Pramono,M.Si-Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel.

Mengingat pentingnya peranan para pemuda dengan segala akses dan kapasitasnya diharapkan ini  menjadi kontribusi konkret pemuda dalam proses pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Kegiatan ini diinisiasikan oleh Ruang Gagasan dengan inisiator Yadi Febri ST, Efran Hutafea SE, M. Eko Wahyudi SE, Dandi Nazor, S.E dan Yoni Altra Velano, S.T.

Dengan Ketua Pelaksana Andi Wiradinata
Sekretaris Tri Ayu Ulandari, Bendahara Ayu Octarina dan Wakil Bendahara Galuh Candra Kirana.

Serta anggota lainnya seperti; Reni Marlina, Felix FP, Ridho, Fahrul, Wahyu Wardhana, Anisa Ayu Lestari, Willem Yoseph, Rico Erdiyanto, Arifin Riyadi, Reza Hadi, Rendi, Anike Pratiwi, Ade Kurnia, Agung Kurniawan, Sukardiansyah, Arda Beri, Vina, Sasha, Afna, dan Shenny serta delegasi kepemudaan lainnya.

Kegiatan ini menghadirkan juga narasumber AKBP M. Syobirin SH MH selaku Kasubdit III Kesatuan Hukum Polda Sumsel dan Hendri Daya Putra S.Ag selaku Komisioner KPU Sumsel, dengan peserta dari organisasi kepemudaan dan pelajar yang ada di Sumsel.

Dalam talkshow yang berlangsung menarik dengan MC Fremia Herawati dan moderator kece Hariyadi yang merupakan Pemuda Berprestasi Sumsel 2022,

READ  Road to Rakerda 2022, Badko HMI Sumbagsel Silaturahmi Audiensi dengan Ketua DPRD Sumsel

Dr. Ir. H. Bambang Pramono,M.Si-Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel menyampaikan,

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) ini bentuk upaya Pak Gubernur H. Herman Deru mengubah konsep masyarakat yang selama ini hanya sebagai konsumen bisa membeli menjadi produsen, menanam sendiri.

Kami juga mengajak Pemuda dan Pemudi di Ruang Gagasan 50 orang untuk menjadi pendamping pelatihan keberlanjutan GSMP di setiap Kelurahan dan Kecamatan di Kota Palembang, dari sini kita kembangkan ke setiap Kota dan Kabupaten SE Sumsel.”

Sebelum memulai diskusi yang berlangsung interaktif dan menarik ini Kadis Pertanian memberikan beberapa pertanyaan kepada para audiens seputar GSMP dan memberikan hadiah menarik bagi yang benar jawaban nya, tampak peserta pun semakin antusias.

Target Sumsel Mandiri Pangan antara lain bisa menurunkan angka kemiskinan di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, mewujudkan Keluarga Mandiri Pangan dalam pemenuhan gizi keluarga sehingga menekan angka stunting anak, daya dorong untuk pengembangan ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya pekarangan rumah atau lingkungan setempat secara berkelanjutan.

Para pemuda merupakan kalangan yang berhubungan langsung dan sangat aktif dengan dunia digital yang saat ini menjadi ladang hijau bagi tumbuh nya partisipasi pembangunan mulai dari desa hingga ke kota, sehingga ini sangat memungkinkan para pemuda menjadi Pelopor Penggerak Sumsel Mandiri Pangan.

Pada masa pandemi Covid-19 Indonesia berani mengukuhkan diri sebagai negara yang kekeh dengan tidak melakukan lockdown secara total seperti negara-negara dengan ekonomi kuat seperti AS, Tiongkok, Inggris bahkan Singapura dengan analisa kuat dikarenakan faktor harus terus menjaga ketahanan pangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang sangat tidak bisa dipisahkan dengan faktor kesehatan yang juga utama.

Dengan kebijakan di eranya pandemi bahkan hingga detik ini dirasakan efeknya sangatlah besar, seperti oase segar lahirnya Gerakan Sumsel Mandiri Pangan di Bumi Sriwijaya tercinta dengan support system yang lebih kuat.

READ  HUT Ke 8 Muratara, Ini Testimoni Harapan 3 Calon Ketua Umum PP HPP Muratara

Pemerintah dan para pemuda pun dituntut harus bersinergi (silaturahmi energi) agar menjadi pemain di rumah sendiri sehingga mampu kompetitif dan unggul agar bisa survive dengan segala potensi daerah nya.

Sangat keren, kegiatan ini juga ada peserta Mahasiswa Fakultas Pertanian USS dan UMP yang langsung memaparkan karya inovasi Aquaciponik pemuda dalam mensukseskan Sumsel Mandiri Pangan dengan harapan nya juga kita bisa melihat produk-produk kearifan lokal dari GSMP ini kedepannya berada di keranjang berbagai platform media digital yang bisa diakses oleh semua orang melintasi jarak daerah bahkan luar negeri, sehingga ini memiliki efek domino yang berkelanjutan dan terus produktif. Penting sekali segala kearifan lokal di pelosok negeri untuk dipromosikan lebih massif sehingga mampu menciptakan peluang lapangan kerja dan penghasilan baru.

Adanya Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan ini seperti adanya payung sebelum hujan, dimana payung memang tidak bisa menghentikan hujan namun bisa melindungi dari basah kuyup lantas hujan. Sehingga layaknya masyarakat Sumsel pun bisa terhindar dari berbagai penyakit seperti masuk angin, pilek, flu, demam hingga sakit perut.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI memprediksi bahwa perekonomian 2023 akan gelap karena akan datangnya resesi,  karena sudah banyak negara-negara luar yang mengalami turbulensi ekonomi, seperti  sebagian di Eropa dan Amerika. Hal ini pengaruh dari perang Rusia-Ukrainia, pasokan pangan yang terganggu, kebijakan ekonomi politik dan persaingan yang tidak sehat di kalangan elite ekonomi global. Namun, bisakah kita menyiapkan payung sebelum datangnya hujan dengan awan gelap yang bernama ‘resesi’ ini.

Payung itu pun sudah kita siapkan dengan menjadi Pemuda Penggerak Sumsel Mandiri Pangan. Pemuda, Bersatu Bangun Bangsa!

(Danaz)