Pemkab Banyuasin Luncurkan Teknologi Biowash untuk Pengelolaan Sampah Organik


Pemkab Banyuasin Luncurkan Teknologi Biowash untuk Pengelolaan Sampah Organik

 

ReformasiRI.com, Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkenalkan inovasi terbaru dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan meluncurkan teknologi Biowash. Teknologi ini dirancang untuk mengubah sampah organik menjadi pupuk organik yang berkualitas, mendukung program pengurangan sampah rumah tangga, serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Acara launching teknologi Biowash ini dilaksanakan di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, pada Rabu (8/10/2025), dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dr. Ir. Izro Maita, M.Si., Kepala DLH Banyuasin, Dr. Zazili Mustopa, S.E., M.Si., serta Camat Sembawa, Drs. Erman Taufik, M.M. dan masyarakat setempat.

READ  Gambo Muba Jadi Kajian Penelitian Produk KPJU Propinsi

Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, S.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah dalam mengubah sampah rumah tangga menjadi peluang untuk mendukung sektor pertanian, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

“Melalui teknologi Biowash, sampah rumah tangga yang sebelumnya menjadi permasalahan lingkungan kini dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat secara ekonomis. Selain itu, teknologi ini juga mendukung petani dalam mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ujar Netta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin, Zazili Mustopa, menjelaskan bahwa Biowash adalah teknologi fermentasi ramah lingkungan yang dapat mempercepat proses penguraian sampah organik menjadi pupuk siap pakai dengan kualitas yang lebih baik daripada pupuk kimia konvensional. Teknologi ini juga mampu mengurangi bau tidak sedap yang biasanya timbul dari sampah organik.

READ  Agus Raflen Resmi Jabat Direktur PT Muba Electric Power

“Biowash tidak hanya mengurangi masalah sampah, tetapi juga menghasilkan pupuk dengan kandungan nutrisi yang lebih baik untuk tanah. Ini adalah langkah penting dalam mendukung program Banyuasin Zero Waste yang bertujuan untuk mengurangi sampah dan mendukung ekonomi sirkular,” terang Zazili.

Ke depan, Pemkab Banyuasin berencana untuk memperluas penerapan teknologi Biowash dengan menggandeng berbagai sektor, termasuk bank sampah dan kelompok masyarakat, untuk meningkatkan penerapan di berbagai wilayah di Banyuasin. Pupuk organik hasil Biowash diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi tambahan pendapatan bagi masyarakat setempat.

(red)