Cegah Covid-19, Kecamatan Banyuasin II Bentuk Posko Bersama

COGANEWS.COM | BANYUASIN – Upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau covid-19, Kecamatan Banyuasin II membentuk Posko Bersama Desa Sungsang I, II, III, IV, dan Marga Sungsang bertempat di jalan Tanjung api-api, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Pantauan di lapangan, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyuasin II membentuk posko bersama relawan tanggap virus Corona di setiap desa dan kecamatan di Banyuasin II, setiap warga yang lewat posko harus di cek kesehatannya dan didata demi mencegah pandemi covid-19.

Camat Banyuasin II, Salinan S.Sos MM

“Secara bertahap dibentuk posko bersama yang terdiri dari beberapa relawan, pemerintah desa, bhabinkamtibmas dan babinsa. Mulai dari tanggal 29 Maret sudah setengah bulan lebih kita bentuk posko ini. yang bertujuan untuk memantau pergerakan masyarakat di sungsang ini baik yang keluar maupun yang masuk supaya kita terpantau,” ungkap Camat Banyuasin II, Salinan S.Sos MM saat ditemui di Posko bersama, Sabtu (18/04/2020) sore.

READ  Semakin Terang Benderang, Yan Siap Advokasi Penuh Mahasiswi Korban Pelecehan di UNSRI

Dikatakan Salinan, untuk pelayanan disini pihaknya mengecek suhu badan kemudian di data, misalnya berasal dari daerah terjangkit maka pihaknya meminta alamatnya kemudian nomor HP. Lalu, dipantau dari Puskesmas untuk kesehatan.

“Untuk masyarakat Sungsang kalau memang tidak ada keperluan yang sangat penting diharapkan jangan keluar masuk. kemudian, ketika memang ada keluarga ataupun pulang dari daerah-daerah luar kiranya untuk jujur untuk menceritakan kepada petugas hingga tindakan-tindakan apa bisa kita ambil, ketika memang jujur jadi itu yang diharapkan jadi jangan membohongi petugas sehingga kita tidak salah dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.

Salinan menambahkan, yang bisa menerangi atau melawan covid-19 ini seluruh masyarakat harus mematuhi anjuran-anjuran atau petunjuk dari pada pemerintah. Karena luar biasa dampaknya pertama omset dari pada penjual penjual tempe. kemudian penjual kemplang itu sangat drastis turun.

Lanjut Salinan menuturkan, bahwa penghasilan dari pada masyarakat terutama yang dari nelayan juga sangat drastis turun karena harga-harga komoditas, hasil laut ikan tambak ikan yang komoditi. ekspor ini tidak ada yang beli dan kalaupun ada yang beli jauh dibandingkan harga sebelumnya itu terus sampai dengan 70% dari harga tersebut.

READ  Cegah Covid-19 Dengan Meningkatkan Iman dan Imun di Bulan Suci Ramadhan

“kalau untuk sekarang untuk hasil laut hanya bisa di jual di pasar lokal yang mungkin harganya tidak sebanding dengan kalau kita ekspor, tetapi ya inilah hanya untuk sementara ini untuk bertahan terlebih dahulu, jadi kita usahakan untuk ikan-ikan ini di dipasarkan di pasar lokal aja dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut Salinan Menambahkan, Pihaknya masih konsentrasi untuk pencegahan penyebaran covid 19 ini, mungkin setelah covid 19 ini seleai, akan ada program-program pemerintah dalam hal untuk memulihkan perekonomian masyarakat tetapi untuk saat ini kita masih konsentrasi semuanya kita fokuskan untuk penanggulangan virus Corona,” pungkasnya. (Rezaf).