COGANEWS.COM | Pekanbaru – Berbekal informasi yang didapat dari masyarakat. Team FPII berkunjung ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Pekanbaru, yang terletak di MPP (Mall Pelayanan Pekanbaru), Jalan Sudirman, Jumat (12/06) pukul 15:00 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Zarman Chandra saat ditemui Team FPII Riau menyampaikan, bahwa saat ini Tim Gugus Tugas Covid-19 sudah ditutup semenjak Pemkot Pekanbaru merubah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) menjadi New Normal
- “Anggaran PSBB sudah ditutup dengan berlakunya New Normal. Petugas Gugus Tugas resmi dibubarkan,” jelas Zarman Chandra.
Disinggung mengenai pengunaan anggaran Covid-19 sebesar Rp.115 Miliar, Zarman Chandra mengelak mengetahui atau kurang paham terkait hal pendistribusian.
Ia menjelaskan ada beberapa instansi yang menangani yaitu, Dinas Sosial, Disperindag, Diskes dan BPBD. Terkait anggaran BPBD, Zarman menerangkan untuk anggaran operasional BPBD Pekanbaru hanya menggunakan Rp. 755.000.000 ( tujuh ratus lima puluh lima juta rupiah ),
- “Anggaran Rp 755 juta rupiah yang kita gunakan selama PSBB semua sudah habis digunakan untuk operasional sesuai dengan pengeluaran bendahara, untuk kegiatan BPBD selama ini,” ucap mantan Ketua Forum Camat Pekanbaru ini.
Disinggung mengenai pendistribusian seluruh bantuan yang diterima Tim Gugus Tugas, Zarman Chandra dengan santainya menyampaikan:
Begini pak, Tim Gugus Tugas tetap berkomitmen bekerja dengan profesional, sesuai dengan anjuran Walikota Pekanbaru.
- “terkait dari pendistribusian tersebut, saya tegaskan bahwa seluruh bantuan yang kita terima sudah kita distribusikan kepada masyarakat, sesuai dengan pengajuan data yang kita terima, baik dari proposal RT/RW , Tokoh Agama, Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Intinya bantuan sudah kita distribusikan, sampai hari ini di gudang penyimpanan masih tersisa 118 paket, itu pun sudah ada yang mengajukan, tinggal kita berikan aja pak.” ucap nya.
Tim FPII Riau menjelaskan, bahwa dari besarnya angka penanggulangan Covid-19 yang di distribusikan Pemerintah Pusat, ditambah bantuan yang diterima dari Pengusaha, perorangan, dan diduga bantuan ratusan dermawan lainnya sangat berbanding terbalik dengan apa yang diterima dan di rasakan oleh Masyarakat Kota Pekanbaru.
Bahkan dari informasi yang didapat Tim FPII Riau, pendistribusian bantuan dampak Covid-19 di Pekanbaru, RW hanya menerima 15-50 KK setiap RW.
Bahkan kebijakan yang diambil Pemkot Pekanbaru untuk pendistribusian bantuan sempat mengundang polemik besar bagi Ketua Forum RT/RW.
“Disinyalir ketua Forum RT/RW kali itu menolak kebijakan Pemkot Pekanbaru.” Ujar Ketua FPII Korwil Kota Pekanbaru, Sabar Tanjung. (Zh)
Sumber : FPII Riau/Korwil Pekanbaru









