Cara Unik memperingati HUT RI ke 75. Desa Maur Baru mengadakan Festival Sekap

Coga Daerah48 Dilihat

COGANEWS.COM|Muratara-hal yang lama tidak di lakukan oleh masyarakat Desa Maur Baru
Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengadakan Ngundah (Mengambil Ikan di sawah secara bersama-sama tanda mulai masuk musim tanam Padi) Sumsel Senin 17/8/2020

Dalam memeriahkan HUT RI ke 75 Pemerintah Desa juga mengadakan Fertival Sekap (Alat tradisional terbuat dari bambu di lilit Rotan untuk menangkap Ikan )dalam hal ini juga di hadiri dan dikuti Oleh Anggota DPRD asal Drsa Maur ini yaitu Muhamad Ruslan dan Kepala dinas PMD Gusti Romani,CAMAT Rupit (Deni Andri,kepala desa maur baru dan seluruh perangkat Desa ,BPD ,dan masyarakat Desa Maur (Baru dan Lama) serta warga Desa tetangga kegiatan ini juga tidak lupa mengacu kepada protokol kesehatan covid-19.

Hj.Gusti Rohmani mengatakan.”Sangat bangga melihat masyarakat secara bersama menangkap ikan apalagi menangkap Ikan di persawahan mengunakan alat tradisional Sekap yang sudah lama.tradisi ini tidak lakukan sebab ‘Sekap” merupakan alat penangkap Ikan tradisional karya seni dari jaman nenek moyang kita dahulu yang saat ini sudah hampir punah kegunaannya.Ujar Cik Gusti sapaan akrab masyarakat Maur.

“Karna sekarang orang-orang tidak memakai sekap lagi menangkap ikan pada Hari ini dalam memperingati dan memeriahkan HUT RI Ke 75 Sekap di gunakan secara masal menangkap Ikan dalam ajang Festival. Berharap hal ini menjadi tradisi dan terus dapat dilestarikan terus menerus”.Tuturnya

READ  Muba Petarung, Muba Juara! Resmi Raih Posisi Runner-Up Porprov Korpri Sumsel 2025

Muhammad Ruslan anggota DPRD Kabupaten Muratara dari Partai Demokrat ini juga ikut ambil bagian jadi peserta lomba festival ini dan ikut Memeriahkan HUT RI Ke 75 nampak akrab bersama masyarakat mengatakan. “kepada seluruh masyarakat khusus nya Muratara supaya festival seperti ini dapat menjadi agenda tahunan di kabupaten Muratara.”Jelasnya

“Kita jadikan Desa maur ini manjadi pelopor pertama pelestariaan Sekap alat penangkap ikan yang puya sejarah tersendiri .
dan kedepan ya kita rancang degan baik lomba seperti ini setidak nya kita bisa mengigat masa lalu dan berpikir positif karena menangkap ikan mengunakan sekap tidak merusak habitat Biota air karean harus Melestarikan lingkungan hidup khususnya habitat air”.Tuturnya

Terpisah Deni Andri Camat Rupit juga angkat bicara.”Terimakasih kepada kepala Desa Maur Baru telah mengajak masyarakatnya sadar akan kegunaan sekap sebagai alat tradisional menankap ikan cara in mengingatkan kita ke masa lalu apalagi Sekap ini digunakan secara massal dalam ajang festival sekaligus memeriahkan HUT RI Ke 75.”Ujarnya

READ  Saatnya Muratara Punya Barak Militer! Tokoh Pemuda Ajak Bupati Wujudkan Program Pembinaan Karakter

“Dimana Kepala Desa telah melepaskan bibit ikan ribuan ekor pada tahun lalu dan kini dipanen secara masal bersama masyarakat dengan momen yang tepat.Kepada masyarakat hilangkan budaya menangkap Ikan mengunakan sentrum sebab itu dapat merusak habitat air terutama ikan dan melakukan setrum ikan dapat dikenakan sanksi Pidana,
.”Tegasnya

Sementara itu Adi Karel Karelu Kepala Desa Maur Baru Megatakan kepada awak media “Memang benar kita telah melepaskan bibit ikan sekitar 5000 bibit Nila dan Lele pada tahun lalu sukses nya acara festival menangkap ikan mengunakan Sekap ini,Inysa Allah tahun depan kita dapat mengembangkan dan memeriahkan kembali dan menjadikan ajang tahunan lebih meriah dari pada tahun ini,tapi saya harap kepada masyarakat nntuk dapat bersama- sama menjaga ketertiban selama berlangsungnya acar festival.”Harapnya

“Lihatlah sekarang ini dari hasil bibit ikan yang kita lepas tahun lalu tahun ini kita sukses memanennya secara bersamaan apa lagi dalam
ajang memperingati dan memeriahkan HUT RI KE 75 ini sudah dapat ikan dapat hadia juga.Tutupnya (A2N)