Keluarkan Terobosan Baru, Bumdes Bakal Jadi Motor Pendapatan Desa

Coga Daerah168 Dilihat

COGANEWS.COM | MUBA – Dinas PMD Muba bersama Bank BRI (Persero) Cabang Kota Sekayu dan PT MEP serta Bumdes melaksanakan sosialisasikan kemitraan kerja dalam penagihan pelanggan PT MEP, bertempat di ruang rapat dinas PMD kabupaten Muba, Selasa (8/09/20) turut di ikuti juga oleh seluruh kepala desa di kecamatan Tungkal Jaya.

Dalam sosialisasi tersebut di hadiri langsung oleh kepala dinas PMD H Richard Chahyadi AP MSi, kepala Cabang BRI Kota Sekayu Irma Elizabert Direktur PT MEP Augie Bunyamin, Pihak PLN , camat Tungkal Jaya dan Para kades di kecamatan Tungkal Jaya.

Kacab BRI Kota Sekayu Irma Elizabert dalam sosialisasi tersebut mengatakan, Pemerberdayaan Ekonomi desa salah satunya memberikan jasa layanan kepada Bumdes sebagai motor penggerak Ekonomi desa. Sekarang ini, ada sebayak 170 Bumdes sudah menjadi agen BRi Link.

” Bumdes aktif dalam bertransaksi untuk wilayah Muba ini adalah kabupaten terbanyak di provinsi Sumatera selatan. Dan transaksi BRI Link terbesar di wilayah Muba berada di BRI Link Bumdes Mulia Sejaterah di kecamatan Lalan perbulannya mencapai 1000 transaksi,” papar Irma.

Dilanjutkannya, Untuk di kecamatan Tungkal Jaya sebanyak 16 desa dan Bumdesnya sudah jadi BRI Link . “Dan Bumdes yang transaksinya paling tinggi di Tungkal jaya yaitu Bumdes Rahayu Sejahtera, BRI berbisnis Bumdes karena BRI selain berbisnis juga sebagai Agen of Development dan BRI mesinnya sebagai agen pembangunan,” jelas Irma.

READ  Pemkab Muba Jalin Perjanjian Kerja Sama dengan Data Center BP Batam

Sementara itu Direktur PT Muba Eletrik Power (MEP) Augie Benyamin mengatakan, sosialisasi perubahan tagihan PT MEP mulai tanggal 1 September 2020 tidak ada lagi melalui pihak ketiga, tetapi lebih kepada BRI Link yang berada pada Bumdes di setiap desa. Jadi, seluruh pelanggan PT MEP melalui Bundes, jadi Bumdes-Bumdes di desa itu mendapatkan bisnisnya.

” Dalam sosialisasi di ruang rapat dinas PMD untuk lebih dari mensosialisasikan kedepan terhadap jaringan, pemeliharaan jaringan kami bersama- sama di bantu oleh dinas PMD dan kades- kades untuk pemeliharaan jaringan, jadi camat dan kades mempunyai peranan yang sangat penting untuk terhadap pemeliharaan jaringan-jaringan MEP,” ungkap Augie.

Untuk sampai maksimal pada bulan Mei 2021 mereka melakukan pembayaran ke Bumdes, dan kades-kades serta perangkat desanya akan bertugas mencatat meteran, melakukan penagihan kemudian diserahkan kepada Bumdes, kedepannya akhir dari pada bulan Mei 2021 seluruh KWH Meter MEP sudah baru, jadi KWH Meter Prabayar, nanti para pelanggan MEP membeli pulsa listrik ke Bumdes.

READ  Muba Siap Dukung Program Lisdes, Listrik Pedesaan Jadi Prioritas

” Kemudian MEP komitmen dengan dinas PMD melakukan semacam bantuan CSR dari MEP memberikan insentif – insentif yang besaran jumlahnya bervariasi sesuai dengan jumlah pelanggan MEP pada setiap Bumdes, untuk sekarang ini jumlah yang sudah bekerja sama sebanyak 140 desa dan untuk pulsa sejenis token, tetapi pelanggan tidak perlu membeli vucer kemudian mengisi di KWH Meter semuanya melalui BRi link dalam bentuk nomor Hp, seperti kita membeli pulsa untuk Hp, tetapi ini untuk KWH Meter nomor pelanggannya sama dengan seperti nomor Hp, jadi tidak perlu menekan nomor di Kwh meter lagi,” bebernya.

Kadis PMD Muba dalam sosialisasi ini mengatakan, dengan ada kerja sama desa dan PT MEP dalam rangka kegiatan perlistrikan diharapkan Bumdes yang ada di wilayah muba dapat tumbuh dan berkembang sehingga bisa menambah Pendapatan desa.

” Hal ini kita lakukan agar pemerintah desa merasa memiliki PT MEP yang merupakan BUMD milik pemerintah kabupaten Muba sehingga kedepan diharapkan seluruh persoalan yang dihadapi PT MEP dengan cepat bisa diambil langkah-langkah penyelesaian sehingga masyarakat memahami kendala yang dihadapi oleh PT MEP,” jelas Richard. (Kemalau)