oleh

Stop ! Pembodohan Terhadap masyarakat dalam gugat Paslon No 3 ke KPU Muratara di Medan

Coganews.co.id | Muratara – hiruk pikuknya Pilkada serentak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ada kelihatan kewalahan melihat naik popularitas Paslon Nomor urut 1(Satu) H.Devi Suhartoni (HDS)-H.Innayatullah (Tullah), sehingga Paslon Nomor Urut 3 sang petahana H.Syarif Hidayat-H.Surian merasa haredang karena popularitas turun drastis, membuat tim Advokasi Paslon No 3 menggugat KPU Muratara ke PTUN Medan dengan tuduhan kesalahan Administrasi Paslon Nomor 3.

Tim Hukum HDS-Tullah Ayub Zakaria,SH.MH, Edward Antoni,SH.MH dan Herdiansyah,SH angkat bicara.

Edward Antoni,SH.MH mengatakan, “menyayangkan opini Publik yang dimainkan oleh paslon Nomor 3(Tiga) tentang gugatan meraka terhadap KPU Kabupaten Muratara di PTUN Medan, Yang menggembar gemborkan bahwa HDS-Tullah di diskualifikasi,” Ungkapnya.

“Padahal sidang masih pada tahapan keterangan saksi-saksi dan apa yg dilakukan oleh KPU Muratara itu sudah benar secara tahapan, dan human error yg terjadi dalam ailo KPU Muratara adalah hal yang wajar dan tidak mempengaruhi persyaratan calon HDS-Tullah”

READ  Laskar Santri Berhidayah Komitmen untuk memenangkam HDS-Tullah di Kecamatan Nibung.

Lanjut Edo bahkan dalam waktu sanggah 3 (Tiga) hari setelah penetapan calon, kenapa kan ada masa sanggah ? paslon Nomor 3 tidak mengajukan keberatan dan juga tidak ada register keberatan di Bawaslu dan apa lagi Rekomendasi, tuntutan mereka prematur dan hanya mencari sensasi belaka karena takut naiknya popularitas HDS-Tullah.Jelas Edo Sapan akrab Edwar Antoni

“Lucu ketidak telitian Tim Hukum Paslon Nomor 3 dengan tidak melakukan keberatan dan sangah yang diberikan waktu oleh KPU Muratara, adalah bukti bahwa kelalaian dan kesalahan mereka sendiri yg kemudian dipaksakan seolah-olah KPU Muratara salah. Hal itu menjelaskan bahwa mereka memaksakan kehendak dan mencari-cari kesalahan mereka sendiri. Karena KPU telah memberikan ruang kepada meraka untuk keberatan selama 3 hari setalah penetapan calon. Itu bukti bahwa itu kasalahan paslon Nomor 3 bukan KPU Muratara. Jelas Edo sambil tertawa

READ  Peringati Hari Amal Bakti, Kementrian Agama RI Adakan Donor Darah

“Sekali lagi kami sangat menyayangkan pembodohan yang dilakukan para pendukung no 3 dan statemen yg bermunculan dimedia yg memvonis KPU muratara kalah dan mendiskualifikasi Nomor 1(Satu).Lucu hal itu menunjukan ke kerdilan mereka dalam berpolitik dan ketidak profesional tim mereka.

Hal tersebut menunjukan bahwa mereka takut bertarung secara Profesional dan Luber dengan 2 Paslon lainya, artiannya mereka sudah menunjukan kalah sebelum berperang. Sebab gugatan mereka menurut kami amat dangkal dan prematur”. (A2N).

Berita Lainnya