Herman Deru Gerak Cepat Mendatangi Lokasi Tanah Longsor

Coganews.co.id | Muara Enim – Gubernur Sumsel H Herman Deru bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian tanah longsor akibat penambangan batubara ilegal di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.

Dimana akibat kejadian itu yang berlangsung pada (21/10) petang itu, 11 penambang ilegal dinyatakan tewas lantaran tertimbun material tanah.

“Saya akan melihat langsung lokasi kejadian itu saat ini juga. Saya telah mengingatkan saat ini La nina, curah hujan tinggi. Termasuk potensi terjadinya longsor juga tinggi,” kata sesaat sebelum bertolak ke Kabupaten Muara Enim.

Dia menjelaskan, sebelumnya Pemprov Sumsel telah mengeluarkan larangan keras yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) terhadap para penambang ilegal.

READ  Gubernur Herman Deru Pimpin Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Antisipasi  Ancaman Banjir Ekstrem di Sumsel

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan dan dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan ilegal tersebut. Hanya saja, masih banyak para penambang yang tak mengindahkan larangan tersebut.

“Bukan hanya membuat peraturan daerah (perda) terkait larangan tersebut, kita juga sebelumnya membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) dalam melakukan pengawasan di berbagai lokasi yang rawan akan penambangan ilegal,” terangnya.

Hanya saja, meski pengawasan sudah cukup ketat, namun masih ada saja penambang ilegal yang tak mengindahkan larangan penambangan tanpa izin tersebut.

“Sejak awal sudah kita larang. Pengawasan juga sudah sangat ketat, tapi namanya penambang ilegal selalu mencari cela untuk melakukan aktivitasnya secara sembunyi,” tuturnya.

Dia menyebut, berdasarkan laporan, peristiwa tersebut terjadi di kawasan lahan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang wewenangnya berada di Kementerian.

“Ini berada di kawasan PKP2B yang pengawasannya sebenarnya dari Kementerian,” cetusnya.

READ  HD Beri Penghargaan Siddhakarya dan Gerobak Bagi Pelaku Usaha Pemula

Selain harganya cukup terjangkau, batubara juga dapat menjadi salah satu solusi bahan bakar, termasuk juga bahan bakar untuk rumah tangga. Sebab itu, masih banyak masyarakat yang nekat melakukan penambangan meskipun harus dilakukan secara ilegal. (Rill)