Peningkatan Jalan Surolangun Kuto Tanjung (Hotmix) di Bangun dengan Dana Milyaran ASJAD

Coganews.co.id | Palembang – Lagi-lagi Proyek konstruksi Peningkatan Jalan (Hotmix) dibangun asal jadi (Asjad) entah bagaimana perusahaan CV. Modulasi Utama Konstruksi yang merupakan Perusahaan Konstruksi Grup Gajah Mada.

Bisa memiliki hampir belasan Paket Mega Proyek yang tersebar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendapat banyak hasil yang tidak berkualitas ini sudah tentu menjadi bahan perbincangan banyak pengguna jalan.

Entah sesungguh Perusahaan ini memiliki dan mendapat paket kegiatan pembangunan di Kabupaten Muratara murni secara profesional atau dengan cara makelar proyek yang terstruktur.

Sehingga kualitas pembangunan yang terkesan tidak berkualitas, seakan memiliki backing dari dugaan dari petinggi kabupaten Muratara saat ini, kalau hal ini benar terjadi ini adalah raport merah kualitas infrastruktur kabupaten Muratara.

Sebelumnya 2 Paket kegiatan pembangunan peningkatan jalan di SP.8 menuju SP.10 di kecamatan Nibung yang menelan uang APBD (Uang Rakyat) yang hampir puluhan Milyar.

Tak ada hal yang beda kualitas yang sangat buruk terulang terjadi di Kegiatan Peningkatan Jalan Surolangun Kuto Tanjung (Hotmix) dengan menelan anggaran APBD sebesar Rp.4.948.494.679. yang di kerjakan oleh Cv.Modulidasi Utama Konstruksi kembali.

READ  Akhir Tahun 2020, Kominfo Muba Tingkatkan PAD Rp 624.750.231

Sulaiman Warga Ulu Rawas menuturkan, “Kami selaku warga Ulu Rawas sudah mencoba menegur dan meminta agar pembangunan ini berkualitas namun cuma di jawab iya-iya saya oleh para pekerja proyek ini.”

“Padahal kami masyarakat mempunyai hak untuk menegur sebab kami tahu daerah kami ulu Rawas tempat para kontraktor mencari uang dan jauh dari pengawasan dari aparat penegak Hukum,” Ungkapnya Sabtu (23/01/2021).

“kami berharap seharusnya pemerintah Kabupaten Muratara harus buka mata untuk menjadikan, kenyamanan masyarakat untuk menikmati pembangunan yang berkualitas.”

Terpisah Yosep Irawan Salah satu petinggi Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) mengatakan, “ini salah satu kegiatan yang sangat buruk yang ada di Kabupaten Musi Rawas Utara Hampir 10 Paket Kegiatan Perusahan Grup Gajah Mada ini.”

“Hal ini bukan perkara jalanya akan tetapi proses perusahaan ini memiliki paket yang begitu banyak menjadi pertanyaan selain dari kualitas yang tidak bagus.”

READ  Pemkab Muba MoU dengan Kemenkeu RI Penempatan Lulusan PKN STAN

“Kami dan Rekan LSM dan Media yang ada di Muratara akan terus menginvestigasi langsung kelapangan agar kami dapat dokumentasi riil atas pembagunan yang buruk ini dan nantinya pasti kami lapor langsung ke pusat melalui KPK dan Tipikor, kami yakin bila laporan kami kalau sekadar di kabupaten ini menjadi laporan sampah.”

Joji CV.Modulasi Utama (Salah satu petinggi Grup Gajah Mada) saat di konfirmasi via telepon seluler mengatakan, “Persoalan Proyek di Kabupaten Muratara saya tidak tahu sebaiknya konfirmasi ke kantor di Lubuklinggau saja, Kalaupun itu rusak akan kita perbaiki selama masa pemeliharaan,” Jelasnya.

Indra Aliamin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat ditemui di Posko PU BM di Belakang Bank Sumsel Babel kelurahan Lawang Agung mengatakan, “dengan singkat kita akan panggil kontraktornya dan suruh perbaiki.” Cetusnya singkat. (A2N)