Yan Coga: Covid-19 Melejit, Ekonomi Terhimpit Rakyat pun Menjerit!

Coganews.co.id | Palembang – Menginjak bulan kedua di Tahun 2021 ada baiknya harus ada renungan evaluasi yang panjang untuk kita segenap anak bangsa bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, Awal tahun 2021 negeri Pertiwi bertubi-tubi digerogoti oleh berbagai bencana alam belum tuntas dari tekanan dari pandemi Covid-19.

Mulai jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182, banjir dan longsor di Jawa Barat, banjir bandang di Kalimantan Selatan, banjir dan longsor di Manado, Gempa Mamuju dan Majene yang merobohkan Kantor Gubernur Sulbar ditambah lagi Erupsi Gunung Sinabung dan Semeru serta yang baru-baru ini gempa di Bengkulu.

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan ada 263 bencana yang terjadi sepanjang Januari 2021.

Yan Coga, Ketua Garda API, Eks Ketua FORBES KNPI Sumsel, Presiden Palembang Berdjaja dan Sekjen GM FKPPI mengevaluasi, “Februari datang mari kita merenungi apa yang sudah terjadi diawal tahun ini. Terhitung hari ini Senin tanggal 1 Januari jumlah peningkatan positif Covid-19 di negara kita sudah mengkhawatirkan mencapai 1.089.308. Bahkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 yang seyogyanya dilaksanakan pada tahun ini di Kota Palembang salah satu tuan rumah nya di cancel sampai 2023.

Kita memiliki mata untuk melihat, pikiran untuk menganalisa, apakah kita hanya bisa diam jika ada sesuatu yang janggal dinegara ini? Ditengah krisis ekonomi karena pandemi COVID-19 ini, korupsi para besar-besaran para Menteri terjadi, degradasi moral sampai ke desa-desa, belum lagi banyak harta benda bahkan nyawa menjadi korban deretan bencana awal tahun lalu.

Kita rakyat tetap optimis namun juga harus realistis apapun keadaanya kita harus bersuara, suara kita dijamin oleh Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 dan Pasal 9 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Ada kaki yang diberikan untuk bergerak, mata yang diberikan untuk melihat dan mulut untuk bersuara. Tidak bisa dipungkiri saat ini Corona melejit ekonomi terjepit sehingga rakyat disana-sini pun menjerit!”.

Ditambah juga oleh Abdul Gopar, Ketua Umum Pimpinan Pusat HPP Muratara yang juga salah satu inisiator pencetus Kawan Millenial (KM) Sumsel mengaliri, “Banyak problematika negeri yang menguras energi kita, salah satu dari sekian banyaknyanya seperti kasus rasisme Natalius Pigai, kita sesama anak bangsa.

Revolusi Mental yang jauh dari harapan. Semoga dengan spirit Kapolri baru Jenderal Listyo Sigit Polisi PRESISI ini bisa membawa semangat perubahan kearah yang lebih kondusif di Tanah Air kita tercinta.

Belum lagi krisis kepercayaan masyarakat kepada para Pemimpin terutama yang terjadi di desa-desa yang kami amati. Anak-anak muda tidak boleh terlalu lama menutup telinga akan hal ini.”

Sementara itu Muhammad Hadi Ketua Umum Kawan Millenial (KM) Sumsel menandaskan,

READ  Sukseskan LK3 Advance Training, Siap Wujudkan Generasi Ber-AKHLAK BADKO HMI Sumbagsel Gaet Dirut PT Timah Tbk

Generasi Millenial merupakan representasi dari obor peradaban suatu bangsa. Berapa banyak para Millenial yang mengalami degradasi moral, memanfaatkan kecanggihan teknologi hanya untuk hal yang tidak berfaidah.

Sudah saatnya generasi Millenial hari ini harus memperbanyak karya serta mengurangi bergaya.

Indonesia sedang tidak baik-baik saja, ayolah kita benahi.”

Para Pemuda Sumsel ini sepakat berkolaborasi mengajak seluruh komponen anak bangsa terutama Pemerintah bergerak cepat dan benar-benar sigap dengan apapun yang terjadi di negeri ini. (D1)