COGANEWS.CO.ID | MURATARA – Dalam rangka membahas penerapan Pilot Project Inovasi Daerah, Tim Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nuril Fikri Aulia sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda BSKDN Kementerian Dalam Negeri Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi Informasi, dan inovasi pemerintahan dalam negeri, dan
Septian Putri Palupi, Statistisi Pertama dan Nova Setyaningsih melakukan kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Kunjungan ini diterima langsung oleh Plt Kepala Bappeda Kabupaten Muratara melalui , Ari Budi Setiawan pada hari Kamis (15/6) di Ruang Rapat Bappeda Gedung Setda Muratara Lantai III.
Selain dari Bappeda Kabupaten Muratara, turut hadir dalam pertemuan ini yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) sebagai OPD pengampu satuan inovasi daerah, dan Pengelola BUMDes dalam wilayah Kabupaten Muratara.
Ari Budi Setiawan Plt Kepala Bappeda membuka langsung kegiatan Bimtek ini, dalam pembukaan . ” Inovasi Daerah yang menjadi pokok pembahasan dalam kunjungan ini adalah “Satu Data” yang diampu oleh Diskominfo dan Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penerapan pilot project Inovasi Daerah “.

Inovasi Daerah “Satu Data” merupakan inovasi yang bermula dari ketidaksinkronan data antar instansi, sulitnya akses data antar instansi, dan perbaikan tata kelola data di Kabupaten Muratara Dalam penerapan “Satu Data” BPS dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang berperan sebagai Pembina Data, Bappeda berperan sebagai Koordinator, Dinkominfo berperan sebagai Wali Data, dan seluruh OPD berperan sebagai Produsen Data. Manfaat dari penerapan “Satu Data”
Nantinya Data tunggal terpusat;
Terwujudnya data yang akurat dan berkualitas, data mudah diakses oleh siapapun sebagai dasar perencanaan pembangunan, sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan,terwujudnya transparansi data.
Produk akhir dari “Satu Data” adalah sebuah portal opendata yang reliabel dan dapat diakses oleh publik.
Sementara ini Nara Sumber Nuril Fikri Aulia Analis Kebijakan Ahli Muda BSKDN Kementerian Dalam Negeri Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi Informasi, dan inovasi pemerintahan dalam negeri menperkenal Inovasi Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) merupakan hasil pengkajian, perekayasaan, pendataan, adopsi dan modifikasi, serta replikasi berbagai inovasi daerah menjadi sebuah inovasi berskala nasional untuk mendorong inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, dan mengintegrasikan inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.Paparnya.
Selanjutnya Nuril menjelaskan Sasaran dan Tujuan dari Puja Indah untuk melakukan pendataan, adopsi, dan replikasi inovasi daerah sebagai sistem layanan berbagai pakai sehingga dapat digunakan secara terintegrasi di Seluruh Indonesia. Ujarnya
Badan Litbang Kemendagri memiliki database Layanan, sehingga dapat menjadi poros pembinaan dan monitoring inovasi di Pemda dengan percepatan implementasi PP Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.
Bukan itu saja juga akan
meningkatan Daya Saing Daerah dalam berkompetisi di era global dan revolusi industry 4.0 serta,memperbaiki kualitas layanan publik dana tata kelola pemerintahan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.Cetusnya (AAN)








