Rubi Indiarta: Rencana Pembangunan Wisata Pulau Kemaro Harus Jelas, Transparan dan Libatkan Masyarakat

Coga Ekonomi366 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – Cendramawa kota Palembang dengan sejuta pesona kuliner dan destinasi wisatanya. Ada jembatan Ampera yang berdiri kokoh diatas Sungai Musi yang menjadi penyambung Ulu dan Ilir, jembatan Musi 6 yang megah, LRT pertama di Indonesia, ditambah juga pesona Bayt Al Qur’an Akbar di Gandus serta deretan tempat wisata lainnya yang tentu memiliki nilai historis serta menjadi daya tarik pembangkit ekonomi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Dinas Pariwisata Kota Palembang, Dinas Pariwisata Sumsel, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel dan stakeholders yang berkaitan terus menggenjot pariwisata yang saat ini mulai ada semangat baru rencana untuk membuka aktif kawasan wisata Pulau Kemaro.

Rubi Indiarta, Ketua Aliasi Pemuda Peduli Palembang menanggapi tentang rencana Pemkot dan beberapa pihak developer untuk membuka tempat kawasan wisata Pulau Kemaro tersebut.

Harapan baru untuk masyarakat kota Palembang terutama bagi pegiat wisata dan pelaku ekonomi. Semoga dengan dibukanya Pulau Kemaro Palembang semakin dikenal ke manca negara.

READ  Siapkan Amunisi Palembang JUARA, KONI Kota Palembang 'Gercep' dan 'Geber' Menuju Rapat Kerja Pengurus

Sewaktu dalam wawancara di ruangan kerjanya Rubi Indiarta mengungkapkan, “Ide yang sangat bagus untuk membuka kawasan Pulau Kemaro. Harapan saya Pemerintah maupun pihak terkait agar serius untuk hal tersebut. Jangan sampai terkesan hangat diawal, sensasi belaka!

Karena kita terus pantau di Pulau Kemaro itu dulu pernah di bangun villa tapi sampai saat ini tak tahu keadaan tempat tersebut, terbengkalai. Tentu itu sangat banyak menelan biaya.

Esensinya sekarang kami juga meminta agar pembangunan dan rencana tersebut dipikir kan secara matang dan serius.

Berapa lama waktu pembangunannya, jangan sampai bermasalah. Sumber dananya juga harus jelas dari mana dan berapa. Sebab jangan sampai seperti yg sudah-sudah.

Pertamanya mau bangun, ditengah jalan stop dana sudah habis, ini kan terlalu memaksakan.

Setelah ganti pemimpin di Kota Palembang lalu muncul lagi permasalahan. Seperti kasus yang lagi panas saat ini rencana pembangunan Masjid Sriwijaya di Sumsel yang digadang-gadang sebagai Masjid terbesar di Asia Tenggara namun sampai detik ini mangkrak dan bakal banyak indikasi masalah.

Harapan kami tentu semuanya harus jelas, transparan dan tidak sekedar utopia atau sensasi yang dipertontonkan kepada masyarakat kita.”

Sekjen KONI Kota Palembang ini juga menegaskan bahwa rencana tersebut harus tepat sasaran dan tepat guna, jangan sampai hanya karena ikut-ikutan.

READ  67 Tahun Usia Bank Sumsel Babel Cabang Terus Tumbuh dan Berinovasi

Prinsip itu bagus dan kami dari setiap unsur Kepemudaan dan masyarakat siap support penuh serta akan terus mengawasi seluruh prosesnya mulai dari hulu sampai hilir nya.
Baik itu dari mulai perencanaan bahkan yang lainnya bahkan sampai selesai. (D1)