BWF Baru Akui Kesalahan Atas Kisruh All England 2021, Ini Pernyataan Rubi Indiarta Sekum KONI Kota Palembang

Coga Olahraga342 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) secara tertulis sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi, Menpora Zainudin Amali dan segenap Insan Olahraga di tanah air atas insiden ‘persaingan tidak sehat‘ pada event All England 2021 lalu.

Meskipun demikian, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) merasa minta maaf saja tidak cukup. Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna menegaskan ada masalah substansi yang perlu BWF jelaskan ke publik.

Pasalnya seluruh tim Indonesia tidak mendapat fasilitas transportasi dan sangat disayangkan perlakuan dari BWF, NHC dan pihak otonom Inggris terhadap para atlet Merah Putih sehingga Presiden Jokowi melalui Menpora, Menlu dan Duta Besar Inggris Desra Percaya turut geram atas insiden tersebut.

Menanggapi hal tersebut, KONI Kota Palembang sebagai salah satu Kota Pusat Olahraga Nasional turut menanggapi melalui Rubi Indiarta selaku Sekretaris Umum KONI Kota Palembang.

KONI Kota Palembang bersama atlet bulutangkis (PBSI) Palembang

Hari ini dunia olahraga, bukan hanya Indonesia sedang berduka, bahkan kita banyak mendapat dukungan moral dari atlet Kanada, Denmark dan China serta lainnya akibat pertandingan yang tidak fair di event All England 2021 ini, karena bagaimana tidak All England merupakan kejuaraan tertua dan bergengsi tingkat dunia.

Apa yang sudah dilakukan oleh BWF kita sangat menyayangkan. Sekelas All England bisa berbuat seperti itu.

Namun, kita tetap mengapresiasi permohonan maaf secara resmi dari pihak BWF, karena sudah identitas bangsa Indonesia untuk saling memaafkan.

Tapi, tentu sebagai insan olahraga, kita mendorong negara juga harus tegas atas permasalahan ini untuk di teruskan ke prosedur hukum agar kedepan tidak ada lagi negara yg bermain-main dan tidak memandang remeh Indonesia.” Tutup Sekjen KNPI Sumsel ini juga.

READ  Ruby-Ruben Ajak Aktivis Indonesia Kawal Kasus Penyiraman Air Keras di OKUT-Sumsel

Buluntangkis sudah menjadi primadonan bangsa Indonesia. (Danaz)