Syubbanul Yaum Rijalul Ghad, Wujudkan Generasi Emas Muratara
Coganews.co.id | Muratara – Usai melakukan diskusi virtual mengenai Perda Nomer 17 Tahun 2019 tentang Pesta Rakyat yang dikenal masyarakat dengan ‘Larangan Pesta Malam’ pada malam Jum’at lalu (18/3) generasi muda Muratara yang dimotori oleh Himpunan Pemuda Perantau (HPP) Muratara dengan semangat pucuk dicinta ulampun tiba kembali menggelar diskusi virtual dengan tema ‘Narkoba Nak Mati’ bersama Perbanyak Karya Kurangi Bergaya dan Jauhi Narkoba!
Diskusi ini diisi oleh Keynote Speech Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto SIK yang diwakili oleh Iptu Morris Widhi Harto,SIK selaku Kasat Resnarkoba Polres Muratara yang juga masih sangat milenial.

Diskusi semakin berbobot dengan materi menarik oleh Kepala Dinas Kesehatan Muratara Marlinda Sari S.Si Apt MSi, Ust.H
Hermansyah Syamsiar MPdI DPRD Muratara sekaligus Tokoh Pemerhati Pemuda, M.Wazir SH MH selaku Pakar Hukum Publik dan Pembina HPP Muratara PCI Jabodetabek, Ust Zulkifli LC Tokoh Ulama alumni Al Azhar Kairo Mesir dan inspirative testimony dari bintang tamu Duta Bahasa Bengkulu 2019-2020 Sandra Hidayat.
Dalam paparannya Iptu Morris Widhi Harto,SIK Kasat Resnarkoba Polres Muratara menegaskan,

“Narkoba adalah musuh bersama dan tanggung jawab mulia untuk mencegah segala pengaruh negatifnya bukan hanya ada dipundak pihak Kepolisian, kita butuh peranan stakeholders yang memiliki power dalam kebijakannya, seperti Bupati, Kepala Dinas, Camat, Kades, Tokoh Masyarakat dan anak-anak muda semuanya, seperti HPP Muratara ini.

Alhamdulillah dalam merespon jaminan Kamtibmas dan laporan cepat tanggap peredaran Narkoba kita dari Polres Muratara sudah melakukan inovasi layanan dengan Aplikasi Android CAPTAIN Muratara, Cepat Tanggap dan Inovatif yang memuat delapan fitur layanan, yaitu: Layanan Rehab Pecandu Narkoba, Laporan Pengaduan Penyalahgunaan Narkoba, SP2HP Online Satres Narkoba, Daftar Sidik Jari, SP2HP Online Reskrim, Lapor Lantas, Layanan SKCK dan DUMAS (Aduan Masyarakat).
Aplikasi ini akan di launching langsung oleh Bapak Kapolda Sumsel (Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri M, red) pada hari Sabtu nanti (10/4) di Mapolres Muratara.”
Selain itu Kepala Dinas Kesehatan Muratara Marlinda Sari S.Si Apt MSi mengajak,

“Ayo hidup sehat dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dari Kemenkes RI yang sudah dicanangkan sejak 2008 melalui jauhi Narkoba dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 di situasi seperti saat ini.
Hasil dari analisa Seksi Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan bersama BNK, BNN, Bapas dan Tim Riset Kemenkes RI menyatakan sebanyak 1,88 persen atau 3772 penduduk menggunakan Narkoba, untuk di Muratara sendiri belum ada angka pasti karena belum ada survei langsung. Namun proyeksi nya yaitu: 59 persen dari pekerja, 24 persen pelajar atau pemuda dan 17 persen umum.
Alhamdulillah di Muratara sendiri Dinas Kesehatan pro aktif terhadap hal ini (Narkoba), kita sudah menggalakkan IPWL (Instansi Pencandu Wajib Lapor) di 3 Puskesmas percontohan dulu yaitu di Bingin Teluk, Surulangun dan Nibung dan segera akan diekspansi ke daerah-daerah lain secara bertahap serta Dinkes akan selalu mengedukasi masyarakat secara langsung maupun melalui media.
Anak-anak muda, sangat keren jika tidak merokok dan menjauhi Narkoba“.
Diskusi bertambah berkesan dengan materi Duta Bahasa Bengkulu 2019-2020 Sandra Hidayat yang tampil sebagai bintang tamu,
“Masa muda terlalu murah jika untuk menjadi korban penyalahgunaan Narkoba. Banyak pilihan bagi anak-anak muda untuk bisa berjaya seperti: menulis, mengikuti kajian-kajian atau bahkan menjadi pelopor gerakan kemajuan bersama.

You don’t have to be the best but you have to to do your best because when you do your best, automatically you are going to be the best”


Sementara itu Muh.Wazir dan Ust Zulkifli sepakat dalam materinya bahwa solusi terbaik bagi generasi muda agar dijauhi dari Narkoba dan semua degradasi moral adalah pendekatan agama, karena sejauh apapun melangkah jika nilai-nilai agama sudah tertanam kuat ia akan tetap terarah.
Ust Hermansyah Syamsiar, DPRD Muratara yang juga Tokoh Pemerhati Pemuda menegaskan,

“Syubbanul Yaum Rijalul Ghad, sadari betul bahwa Pemuda hari ini adalah Pemimpin di masa yang akan datang. Narkoba adalah perusak masa depan anak-anak muda, wajib dijauhi.
Disini kita akan memperjuangkan Perda Pembinaan Pemuda di Muratara, kita butuh dukungan dan masukan dari adik-adik HPP Muratara, para pakar dan setiap elemen yang berkompeten agar tujuan mulia kita untuk menyelematkan generasi emas Muratara bisa terwujud.
Anak-anak muda harus sehat dan kuat, jangan sampai dieksploitasi oleh semua hal yang merugikan termasuk Narkoba.”

Disamping itu Ketua Umum HPP Muratara Abdul Gopar dan Sekjen Dandi Nazor satu frekuensi untuk terus berupaya agar Kulop-Kupek, para generasi Millenial di Bumi Beselang Serundingan siap terhadap segala tantangan zaman termasuk perkuat iman dan takwa dari penyalahgunaan Narkoba sehingga Muratara mampu bergerak cepat dalam segala proses pembangunan nya.
Kito Pacak Man Kito Galak!
(Danaz)









