Coganews.co.id | Palembang – Hari ini Sabtu (1/4) tepatnya Hari Buruh Sedunia dengan istilah keren nya May Day atau International Labor Day atau International Worker Day yang sudah lahir dari sebuah federasi internasional, sebuah kelompok sosialis dan serikat buruh menetapkan yang 1 Mei sebagai hari untuk mendukung para pekerja, dalam rangka memperingati Kerusuhan Haymarket di Chicago USA pada tahun 1886.
Uni Soviet ini dirayakan sebagai Hari Solidaritas Buruh Internasional sedangkan Amerika merayakan sebagai Hari Loyalitas.
Di Indonesia sendiri Hari Buruh Internasional diperingati setiap 1 Mei yang merupakan hari libur (tanggal merah) seperti hari ini.
Sangat sendu nan bergelorah kita mendengar lirik lagu legend ini tentunya:
Buruh, tani, mahasiwa, rakyat miskin kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Bersatu tekad dalam satu suaraDemi tugas suci yang mulia
Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera!!!
Relevansi nya dalam konteks fiqh Islam juga sangat memperhatikan nilai juang para buruh atau pekerja, secara jelas dalam sabda Rasulullah SAW yaitu:
أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
“Berikanlah pekerja upahnya sebelum keringatnya kering” (HR. Ibnu Majah).
مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ
“Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) adalah kezaliman” (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Jadi ini menjadi hikmah bagi para atasan baik itu Presiden, Direktur, Pimpinan Perusahaan maupun Ketua-Ketua Organisasi Pelat Merah untuk menyelami makna pesan kuat dari kedua hadist tersebut yang sangat korelatif di Hari Buruh Internasional dan di bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri 1442 H ini, yang sangat familiar dengan Tunjangan Hari Raya (THR) atau hal sejenis lainnya.
Bekerja dengan penuh ‘keringat’ yang menghasilkan karya merupakan suatu pencapaian bersama yang menjadi suatu Prestise sekaligus Prestasi sebagai Worker yang berintegritas.
Dilanjutkan lagi dalam firman-Nya
“Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al Baqarah:144).
Berarti seseorang berhak memperoleh sesuatu yang sudah menjadi haknya.

Mungkin status para buruh atau pekerja sebagai kunci tulang punggung keluarga Rasulullah SAW pun menegaskan dalam sabda cintanya:
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bekerja dan barangsiapa yang bekerja keras untuk keluarganya, maka ia seperti mujahid di jalan Allah.” (HR. Ahmad).
Tepat pada 1 Mei 2021 ini harus menjadi renungan bagi kita semua bahwa yakinlah kita akan selalu mendapatkan buah dari apa yang sudah ditanam. Semakin besar usaha dan karya yang kita tanam maka semakin besar pula hasil yang akan kita panen.
Terus bergerak bertindak dan berdampak dengan prinsip tidak menanyakan apa yang dapat tempat kita kerja berikan untuk kita, tapi tanyakan apa yang dapat kita berikan di tempat kita bekerja, sekecil apapun itu.
Ditengah pandemi gerak dibatasi dengan berbagai protokol kesehatan yang berlaku, namun tidak menjadi resistor untuk tetap ‘pacak‘ produktif, kompetitif dan trengginas.
Dalam nuansa Ramadhan pun nilai-nilai pekerja harus penuh dengan fashion dan passion yang penuh semangat dan target.
Allah pun menyuratkan dengan sangat indah dalam Surat Al-Jumu’ah ayat 10, yang artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi ; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
Happy Labor Day, May Day 2021.
Recover Together, Together We Stand!
Selamat menyambut momen Idul Fitri dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas. (Danaz)








