Sitou Timou Tumou Tou, Pesan Kemenangan dari Palestina

Coganews.co.id | Muratara – Idul Fitri yang dirayakan dengan penuh suka cita bersama orang-orang tercinta begitu kita rasakan meskipun ditengah suasana pandemi Covid-19 baik secara langsung maupun silaturahmi virtual.

Namun, sangat kontras dengan situasi dan kondisi di negeri suci Baitul Maqdis Palestina, tidak ada perayaan Idul Fitri sama sekali. Suasana yang begitu mencekam terus mewarnai hari raya yang Fitri sampai 11 hari lamanya.

Kabar gembira datang dari Menlu RI Retno Marsudi dari markas PBB yang mengumumkan Gencatan Senjata Israel-Palestina sudah menemukan titik terang dan mulai berlaku hari ini, Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 pagi waktu Palestina atau Israel. Keputusan itu diambil setelah seruan sejumlah negara atas situasi di Palestina dalam Debat Majelis Umum ke-67 PBB, Kamis (20/5/2021).

Merespon hal itu, Robi Darwis, Da’i Milenial Sumsel menyampaikan, “Alhamdulillah, ada kesepakatan damai antara Israel-Palestina yang dimotori oleh Mesir, terima kasih tak terhingga dari pembela kemanusiaan untuk Mesir.

Tentu, kita menyaksikan dalam era dunia modern masih ada penjajahan dan krisis kemanusiaan terjadi di Palestina yang dilakukan oleh Zionis Israel dan para dedengkotnya, memalukan dan memilukan ini selalu berulang-ulang, PBB seolah-olah bungkam.

READ  Yasinan dan Do'a Bersama untuk Ibunda Sukardiansyah, Kader Terbaik HPP Muratara 

Sikap solidaritas bangsa Indonesia jelas tertuang dalam pembukaan UUD 1945 ‘Bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan’.

Perlu kita flashback bahwa Palestina merupakan negara yang pertama kali mendukung Kemerdekan Indonesia.

Palestina juga kiblat pertama umat Islam sebelum Ka’bah di Mekkah, juga tempat Isra’ Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW, serta tentunya negeri para Nabi dan Rasul.”

Sementara itu Abdul Gopar, Tokoh Pemuda Sumsel mengajak, “Selama bertahun-tahun dunia dipertontonkan oleh arogannya Zionis Israel. Sudah 73 tahun, konflik dan perang tersebut selalu berulang-ulang, meskipun kadang ada kesepakatan gencatan senjata seperti hari ini oleh PBB atau perjanjian damai lainnya.”

Lanjut Ketua HPP Muratara ini bahwa, beragam analisis telah bermunculan. Salah satunya, analisis geo-politik yang sarat analisis kepentingan negara-negara imperialis dan kolonialis era baru, yang bisa kita lihat sendiri playing victim nya.

Sebagai anak muda, kita menegaskan untuk membela Palestina tidak harus menjadi Muslim cukup menjadi manusia saja. Karena, membela Palestina kita membela kemanusiaan. Sitou timou tumou tou, manusia dilahirkan untuk memanusiakan manusia, ujar Abdul Gopar yang juga Ketua Sedekah Sehari Seribu Sumsel ini.

READ  HPP Muratara: Muratara, Ahlan Wa Sahlan HDS-Tullah

Sementara itu, Dandi Nazor CEO Sinergi Institute dan Penggerak Millenial Mengaji mengapresiasi,

“Banyak sudah aksi konkret yang membuat kita terharu, solidaritas untuk bangsa Palestina dari segenap masyarakat Indonesia. Mulai dari aksi solidaritas dari para buruh, Mahasiswa, do’a bersama di setiap daerah hingga penggalangan dana melalui berbagai instansi.

Alhamdulillah, kita masih bisa legah karena berkat keberanian dari negara Mesir diadakan kesepakatan damai Gencatan Senjata Israel-Palestina yang sudah resmi diumumkan oleh PBB, ini juga tepat di peringatan Hari Reformasi Nasional 98 hari yang teramat heroik bagi peradaban Indonesia hingga detik ini yang sebelumnya juga Hari Kebangkitan Nasional.”

Semuanya memiliki pesan jelas untuk kita khususnya bangsa Indonesia, agar bersama-sama bangkit dan membangun ‘reformasi’ dalam setiap lini kehidupan, menolak segala bentuk intimidasi dan tidak manusiawi oleh bangsa manapun dalam bentuk apapun, pungkas oleh Sekjen HPP Muratara ini. (Dd)