RUANG LINGKUP PENDIDIKAN PEMAKAI

Coga Pendidikan840 Dilihat

Penulis: Sonia Nur Aslam dan Ahmad Wahidi S.Ag.,S.IP.,M.PD (Soniania2404@gmail.com)


ABSTRAK


Tulisan ini akan memaparkan tentang betapa pentingnya pendidikan pengguna di perpustakaan perguruan tinggi. Setiap Mahasiswa harus dapat memanfaatkan perpustakaan untuk menunjang pembelajaran. Cara yang tepat dan pencarian informasi yang cepat. Dalam bahasa Inggris ada bermacam-macam istilah yang dipakai untuk mendefinisikan pendidikan pengguna diantaranya user education (pendidikan pengguna, bimbingan pengguna), library orientation (orientasi perpustakaan, penyuluhan perpustakaan), library instruction (pengajaran perpustakaan), bibliographic instruction, library use instruction, dan user guidance.


PENDAHULUAN


Pada era globalisasi, perkembangan informasi berjalan dengan cepat. Dalam berbagai bidang kehidupan juga menuntut kecakapan dan keterampilan dari para profesional di bidangnya masing-masing. Apabila kita tidak mencoba untuk mengikuti perkembangan informasi tersebut, maka kita akan tertinggal. Salah satu sumber informasi yang nyata pada saat ini adalah perpustakaan, karena di dalam sebuah perpustakaan terdapat sumber-sumber informasi. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi kepada pemakai disertai dengan upaya bimbingan untuk pemanfaatan layanan tersebut secara optimal.Dalam mendukung kegiatan pendidikan, perpustakaan mempunyai tugas penyediaan, pengelolaan, dan pelayanan informasi. Dengan peranan ini perpustakaan perlu didukung oleh sistem pengelolaan yang baik. Permasalahannya adalah banyak pengguna perpustakaan belum memiliki pengetahuan dasar penggunaan perpustakaan. Apalagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat seiring dengan masuknya teknologi dan informasi ke perpustakaan, disisi lain pengguna belum memiliki pengetahuan dalam menggali informasi yang ada di perpustakaan.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh terhadap sistem layanan perpustakaan. Banyak perpustakaan yang beralih dari perpustakaan tradisional menjadi perpustakaan digital dengan menggunakan sistem otomasi perpustakaan. Namun, tidak semua pemustaka mengerti akan teknologi yang berkembang di perpustakaan. Oleh karena itu, tugas pustakawan adalah melakukan sosialisasi kepada penggunanya, salah satunya yaitu pendidikan pemakai (user education) perpustakaan.
Menurut Lasa (2009: 241) pendidikan pemustaka atau pemakai merupakan program yang diselenggarakan perpustakaan untuk memberikan bimbingan, petunjuk, maupun pendidikan kepada calon pemustaka atau pemustaka perpustakaan dalam kegiatan mereka untuk memanfaatkan jasa informasi dan sarana yang ada di perpustakaan tersebut. Menurut Sutarno (2006: 113) tujuan diadakannya pendidikan pemakai adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat pemakai dalam memanfaatkan perpustakaan secara cepat dan tepat tanpa ada banyaknya kesulitan yang dihadapi. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi perlunya diadakan kegiatan pendidikan Pengguna di perpustakaan perguruan tinggi, diantaranya adalah :


Sarana dan prasarana serta koleksi di perpustakaan merupakan suatu investasi yang sangat besar bagi perguruan tinggi, oleh karena itu perpustakaan harus digunakan dan dimanfaatkan semaksimal oleh Penggunanya.


Pengguna perpustakaan sebagian besar adalah mahasiswa yang ditekankan pada studi mandiri, sehingga diharapkan dengan kegiatan pendidikan Pengguna perpustakaan maka mampu untuk lebih memahami dan menggunakan perpustakaan dengan berbagai fasilitas dan layanannya secara lebih efektif dan efisien.
Dengan adanya kegiatan pendidikan pengguna maka perpustakaan harus mengatur dan membenahi dirinya agar dapat dipergunakan dengan mudah oleh Penggunanya.


Dengan adanya kegiatan ini maka merupakan suatu kesempatan bagi pustakawan untuk meningkatkan diri bukan hanya sebagai petugas yang hanya melayani Pengguna saja tetapi ikut serta menyumbangkan pikiran dan keahliannya dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.


Melalui pendidikan Pengguna ini berarti perpustakaan telah dapat dan secara nyata memberikan sesuatu yang amat diperlukan oleh Penggunanya. Menurut Reynaldi (2014: 34), perpustakaan sebagai pusat informasi dan sumber ilmu pengetahuan yang tidak habis-habisnya untuk digali, ditimba, dan dikembangkan, seharusnya perpustakaan menyediakan sarana penelusuran informasi yang optimal kepada pengguna perpustakaan itu sendiri.

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Pendidikan Pemakai
    Berikut ini beberapa pendapat mengenai definisi pendidikan pengguna :
    HazelMews
    “ ….. instruction given to readers to help them make the best use of a library.”.
    Pendidikan Pengguna adalah instruksi yang diberikan kepada pemakai agar mereka dapat menggunakan perpustakaan dengan baik.
    Renford and Hendrickson
    “ …..encompass all activities designed to teach the user about library resources and research techniques”
    Pendidikan pengguna adalah cara suatu kegiatan pengajaran dengan menggunakan berbagai sumber perpustakaan dan cara-cara penelitian
    Malley
    “….a process whereby the library user is firstly made aware of the extend and number of the library s resources, of its services and of the information sources available to him or her, and secondly taught how to use these resources, servicces and sources”.
    Pendidikan pengguna adalah suatu proses dimana pengguna perpustakaan untuk pertama kali diberi pemahaman dan pengertian sumber-sumber perpustakaan, termasuk pelayanan dan sumber-sumber informasi yang saling terkait, bagaimana menggunakan sumber-sumber tersebut, bagaimana pelayanannya dan di mana sumbernya.
    Sedangkan Ratnaningsih (1994) memberikan tujuan orientasi perpustakaan yaitu :
    Mengetahui fasilitas yang tersedia diperpustakaan
    Mengetahui kewajiban yang harusdipenuhi
    Mengetahui tata letak gedung, ruang koleksi serta layanan yangtersedia.
    Mengerti tata cara menggunakan catalog, computer dan media teknologilain.
    Mampu memanfaatkan perpustakaan secara maksimal dengan efektif danefisien.
    Mampu menemukan koleksi yang dibutuhkan dengan cepat dantepat.
    Dapat menggunakan sumber-sumber penelusuran referensi, baik secara tradisional maupun media elektronik yangada.
    Termotivasi senang belajar diperpustakaan.
    Instruksi perpustakaan bertujuan agar para pemakai dapat memperoleh informasi yang diperlukan dengan tujuan tertentu dengan menggunakan semua sumber daya dan bahan yang tersedia di perpustakaan. Instruksi perpustakaan berkaitan dengan temu kembali informasi.
    Tujuan instruksi perpustakaan menurut Ratnaningsih (1994) adalah memberikan bimbingan bagai pemakai dengan tingkatan tertentu dengan tujuan sebagai berikut :
    Mampu memanfaatkan perpustakaan secara efektif danefisien
    Mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dalam penemuan informasi yang mereka butuhkan
    Mampu menelusur informasi melalui sarana-sarana penelusuran informasi yangada
    Memahami penelusuran bibliografi baik secara manual (catalog) maupun dengan media teknologi (computer, CD ROMdsb).
    Tujuan utama diadakannya kegiatan pendidikan pengguna perpustakaan adalah untuk memperkenalkan ke pemakai bahwa perpustakaan adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat koleksi dan sumber informasi lain.
    Menurut Rahayuningsih (2005), ada bermacam-macam tujuan yang hendak dicapai, diantaranya adalah :
    Agar pemakai menggunakan perpustakaan secara efektif danefisien
    Agar pemakai dapat menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi.
    Memberi pengertian kepada mahasiswa akan tersedianya informasi di perpustakaandalam bentuk tercetak atautidak.
    Memperkenalkan kepada mahasiswa jenis-jenis koleksi danciri-cirinya.
    Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan sumber-sumber informasi agar pemakai mampu meneliti suatu masalah, menemukan materi yangrelevan , mempelajari dan memecahkan masalah
    Pengembangkan minat bacapemakainya
    Memperpendek jarak antara pustakawan denganpenggunanya. Dapat disimpulkan bahwa Kegiatan pendidikan pemakai bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang berbagai jasa, fasilitas dan layanan yang diberikan oleh perpustakaan,, agar pengunjung mengetahui secara pasti bagaimana sebuah informasi didapat dan didayagunakan dengan cara efektif dan efisien.
  2. Penelusuran Informasi
    Akhir-akhir ini perkembangan informasi yang semakin cepat, menjadikan informasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan masyarakat Indonesia. Informasi menjadi hal penting yang setara dengan kebutuhan makan sehari-hari. Informasi telah menjadi alat masyarakat untuk mengambil keputusan-keputusan baik individu maupun organisasi resmi. Tanpa adanya informasi yang pasti, pengambilan keputusan tidak akan memperoleh hasil yang maksimal. Perpustakaan menjelma menjadi lembaga atau unit penyedia informasi yang mempunyai peran yang cukup besar dalam upaya pemenuhan kebutuhan informasi pemustaka. Perpustakaan memberikan kebutuhan informasi bagi pemustaka, karena perpustakaan menyediakan berbagai koleksi yang dijadikan sebagai bahan rujukan, memberikan pengajaran dan ilmu pengetahuan. Strategi PenelusuranInformasi
    Rifai (2014, 7.2) mengatakan, strategi penelusuran informasi adalah suatu ilmu sekaligus seni dalam menggunakan pengetahuan mengenai subyek pada sistem temu kembali informasi. Strategi penelusuran ini diperlukan untuk mencapai tujuan, dan untuk mencapai efektifitas dalam berbagai kegiatan penelusuran. Sebagai suatu ilmu (science), strategi penelusuran informasi merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan yang dapat dipelajari untuk menemukan informasi. Rahmah (2015: 153) mengatakan, penelusuran informasi dapat dilakukan dengan menggunakan katalog manual atau online. Jika memilih katalog manual, penelusuran dimulai dengan memilih laci katalog yang memuat nama pengarang, judul, atau subjek karya tersebut. Sedangkan penggunaan katalog online public access catalog (OPAC) pada dasamya sama dengan penggunaan katalog manual. Penelusuran dapat dilakukan melalui nama pengarang, judul atau sabjek karya yang ditelusur. Perbedaan terletak pada alat atau teknologi yang digunakan dan cara mengunakan alat tersebut.
    Di pihak lain, Hasnawati (2015: 15), dilihat dari cara dan alat yang digunakan, maka penelusuran informasi dibedakan menjadi dua,yaitu:
    Penelusuran informasi konvensional: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui cara-cara konvensional atau manual seperti menggunakan kartu katalog, bibliografi, indeks, danabstrak.
    Penelusuran informasi digital: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui media digital atau elektronik seperti melalui OPAC (Online Public Access Catalog), Search Engine (di Internet), Database Online, Jurnal Elektronik, dan informasi lain yang tersedia secara elektronik ataudigital.
  3. Kajian Pemakai
    Kajian pemakai dan evaluasi informasi merupakan salah satu kegiatan utama dalam manajemen koleksi perpustakaan. Kajian pemakai dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana, mengapa, kapan, dan dimana orang mencari informasi dan menggunakan sumber-sumber informasi. Informasi yang kita gunakan untuk mengerjakan tugas sehari-hari, dan untuk keperluan lain-lain haruslah kita evaluasi terlebi dahulu, arena belum tentu informasi yang kita temukan itu sesuai dengan kebutuhan kita. Mungkin saja informasinya menyesatkan dan tidak dapat dipercaya atau berasal dari sumber yang tidak kredibel. kemungkinan lain datanya sudah ketinggalan atau sudah tidak up to date sehingga informasinya tidak memiliki nilai lagi. Sebagai contoh bila kita menemukan buku, maka kita harus memeriksa siapa penulisnya, tahun berapa ditulisnya/diterbitkan, dan sekilas tentang apa isinya.
    Definisi Kajian Pengguna merupakan suatu informasi yang terjadi pada waktu menguraikan informasi yang terdapat dalam dokumen yang berhubungan dengan subjek tertentu. Maka dalam satu bank data mensuplai data pada pelayanan analisis informasi menunjukkan dokumen dengan data yang memiliki kategori yang berbeda beda. Untuk menelusur dokumen yang betul-betul berhubungan dengan subjek yang lebih rinci.
    Kajian pemakai dalam penggunaan informasi tercakup semua pembahasan tentang dokumen primer, sekunder dan tersier, teknik temu balik informasi Serta media dan fasilitas yang digunakan untuk mecapai tujuan bersama penggunaan informasi seefisien mungkin. Kebutuhan informasi merupakan masalah signifikan dalam sistem manusia untuk belajar. Maka kebutuhan informasi adalah informasi yang digunakan seseorang untuk pekerjaan, penelitian, kepuasan rohaniah, pendidikan dan lain-lain. penggunaan informasi merupakan perilaku dan data dikumpulkan menyangkut suatu kebutuhan seorang pemakai. Di perpustakaan kegunaan kajian pemakai untuk mengatasi masalah yang dihadapi untuk memnuhi kebutuhan informasi pengguna.
  4. Pentingnya pendidikan pemakai.
    Pengguna perpustakaan dapat dikatakan sebagai orang yang berhubungan dengan perpustakaan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam hubungannya dengan kebutuhan informasi. Sulistyo Basuki (1992) memberi pengertian pengguna adalah orang yang ditemuinya tatkala orang tersebut memerlukan dokumen primer atau menghendaki penelusuran bibliografi. Pada sistem yang memiliki pangkalan data elektronik, pengguna adalah orang yang menelusur pangkalan data tersebut. Ada yang menganggap pengguna adalah klien jasa informasi dan juga produsen informasi. Pandangan lain menganggap pengguna sebagai bagian integral dari sistem informasi. Kalau mengacu pada pendapat di atas, maka pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah siapa saja yang berhubungan dan memerJukan perpustakaan, dalam hal ini adalah mahasiswa sebagai konsumen informasi, staf pengajar sebagai konsumen juga produsen informasi dan para pemegang keputusan atau administrator di lingkungan perguruan tinggi yang juga sebagai konsumen dan produser informasi pengguna perpustakan, terutama mahasiswa dan tenaga pengajar baru, sering belum mengenal perpustakaan. Mereka tidak tahu letak koleksi, bagai mana cara menggunakannya, dan layanan-layanan apa yang tersedia diperpustakannya. Bahkan, pernah penulis jumpai, seorang mahasiswa yang tampaknya angkatan lama belum tahu apa itu katalog. Melihat kenyataaan yang demikian menyedihkan, mereka harus diberi arahan, diberikan petunjuk tentang bagaimana memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di perpustakaan. Mereka harus diajarkan bagaimana menggunakan alat-alat itu untuk mengakses informasi, bagaimana memanfatkan layanan yang disediakan oleh perpustakaan, diajarkan pula di mana mereka bisa menanyakan apabila mereka menemui kesulitan atau mereka tidak menemukan koleksi yang diinginkan sedangkan perpustakaan tidak memilikinya dan juga tanggung jawab pustakawan untuk memberikan mereka ketrampilan menggunakansumber-sumber informasi, termasuk journals, indexes, abstrak, dan sebagainya. Alat-alat elektronik yang membuat mereka “comfortable” terhadap sumber-sumber informasi dan teknologi tersebut, sehingga di masa mendatang mereka dapat memanfaatkan perpustakaan dengan mudah, cepat dan percaya diri.
READ  Muba Gelar Bimtek Tingkatkan Kompetensi Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran dan Operator

Kesimpulan


Dengan melihat bagaimana tujuan dan materi pendidikan pemakai maka pendidikan pemakai ini penting untuk dilaksanakan di setiap perpustakaan. Namun mungkin mengirimkannya menggunakan cara dan landasan teori yang berbeda, namun tujuan dan kegunaannya akan sama. Karena dalam melakukan pendidikan pemakai juga harus melihat kondisi lingkunan dan jenis perpuskaanya. Begitu juga perbedaaan keperluan dari pemakai yang berbeda dan tingkat pendidikan juga berbeda. Perpustakaan sebagai tempat informasi dan penyebaran infirmasi maka pendidikan pemakai juga merupakan upaya dari pengoptimalan pendayaguanaan dari perpustakaan. Penelusuran informasi merupakan bagian dari sebuah proses temu balik kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai akan informasi yang dibutuhkan, dengan bantuan berbagai alat penelusuran dan temu kembali informasi yang dimiliki perpustakaan atau unit informasi.

DAFTAR PUSTAKA  

Muin, Muh Azwar .Information Literacy Skills: Strategi Penelusuran Informasi Online. Cet. 2.
Makassar: Alauddin University, 2014.
Rahmah, Elva dan Testiani Makmur. 2015. Kebijakan Sumber Informasi Perpustakaan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rahayuningsih, F. 2005. Mengkaji pentingnya pendidikan pengguna. Info Persadha Vol. 
3/No.2/Agustus 2005.
Reynaldi, dan Elva Rahmah. 2014. Sarana Penelusuran Informasi Di Upt Perpustakaan
Proklamator Bung Hatta Bukittinggi. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan 
Kearsipan. 2(2). 34.
Soerono. 1996. Pendidikan pengguna pada perpustakaan perguruan tinggi.Media 
Pustakawan Volume III No. 4 Desember 1996.
Srukin, Mochammad.1995. Memahami kebutuhan pemakai perpustakaan. Bulletin Bina 
Pustaka No. 103/th.XVI
Yusuf, Pawit. 2009. Ilmu informasi Komunikasi dan Perpustakaan. Jakarta: Bumi 
Aksara. 2009.