LANGKAH-LANGKAH MENENTUKAN KEBUTUHAN INFORMASI

Coga Pendidikan1652 Dilihat
                                   OLEH :Oktri Laily Kirana Behesty 
                                                           DAN
                               BAPAK AHMAD WAHIDI S.Ag.,S.IP.,M.PD.I    

ABSTRAK :
Kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan sejak dahulu telah berkembang. Perkembangan informasi itu dipengaruhi oleh kebutuhan kognitif manusia yang erat kaitannya dengan kebutuhan untuk memperkuat maupun menambah informasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang lingkungannya, yang didasarkan pada keinginan untuk memahami lingkungan itu sendiri, seperti pada lingkungan pekerjaan.
Kata kunci:
Kebutuhan,informasi,indentifikasi
\PENDAHULUAN :

1.1 LATAR BELAKANG
Kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan sejak dahulu telah berkembang. Perkembangan informasi itu dipengaruhi oleh kebutuhan kognitif manusia yang erat kaitannyami lingkungan itu sendiri, seperti pada lingkungan pekerjaan.
Pengguna perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasinya tidak hanya menggunakan jasa perpustakaan saja. Tetapi saat ini pengguna perpustakaan lebih banyak memilih menggunakan layanan internet dalam mencari informasi untuk memenuhan kebutuhan informasinya. Internet menjadi sasaran utama bagi pencari informasi karena dengan menggunakan internet pengguna dapat mengakses informasi secara cepat dan tepat tanpa harus membuang-buang waktu. Sehingga demi mewujudkan keinginan penggunanya perpustakaan harus memiliki layanan internet agar dapat memenuhi kebutuhan para penggunanya. Untuk itu perpustakaan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dengan menyediakan fasilitas internet kepada pengguna perpustakaan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Jelaskan pengertian dari kebutuhan informasi!
b. Apa saja kebutuhan informasi pengguna perpustakaan?
c. Bagaimana bentuk penyajian dokumen?
d. Jelaskan apa yang dimaksud dengan saluran informasi?
1.3 TUJUAN
a. Untuk mengetahui pengertian dari kebutuhan informasi
b. Untuk mengetahui apa saja kebutuhan informasi pengguna perpustakaan.
c. Untuk mengetahui bentuk penyajian dokumen.
d. Untuk mengetahui saluran informasi.

PEMBAHASAN :
2.1 PENGERTIAN KEBUTUHAN INFORMASI
kebutuhan informasi dapat dilihat dari berbagai bentuk kebutuhannya yaitu:

  • Kebutuhan kognitif (cognitive needs), yaitu kebutuhan yang berkaitan erat dengan kebutuhan untuk memperkuat atau menambah informasi, pengetahuan dan pemahaman seseorang akan lingkungannya. Kebutuhan ini didasarkan pada hasrat seseorang untuk memahami dan menguasai lingkungannya. Disamping itu kebutuhan ini dapat memberikan kepuasan atas hasrat keingintahuan dan penyelidikan seseorang.
  • Kebutuhan afektif (affective needs), yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan penguatan estetis, hal yang dapat menyenangkan dan pengalaman-pengalaman emosional. Berbagai media sering dijadikan sebagai alat untuk mengejar kesenangan dan hiburan seperti media elektronik.
  • Kebutuhan integrasi personal (personal integrative needs), yaitu kebutuhan yang sering dikaitkan dengan penguatan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas dan status individu. Kebutuhan ini berasal dari hasrat seseorang untuk mencari harga diri.
    Kebutuhan integrasi sosial (social integrative needs), yaitu kebutuhan yang dikaitkan dengan penguatan hubungan dengan keluarga, teman dan orang lain di dunia. Kebutuhan ini didasari oleh hasrat seseorang untuk bergabung atau berkelompok dengan orang lain. – Kebutuhan berkhayal (escapist needs), yaitu kebutuhan individu dikaitkan dengan kebutuhan–kebutuhan untuk melarikan diri, melepaskan ketegangan dan hasrat untuk mencari hiburan atau pengalihan (diversion).
    2.2 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN INFORMASI Menurut Sankarto (2008:10) Identifikasi kebutuhan informasi adalah ”sebuah proses untuk mendapatkan informasi yang sesuai kebutuhan dan diinginkan pengguna”. Dalam proses identifikasi kedua belah pihak yaitu pihak pengguna informasi dan pihak penyedia informasi terlibat aktif pada tahap ini. Informasi yang diperoleh dari pengguna menjadi acuan bagi penyedia informasi sebagai bahan pertimbangan menyediakan informasi yang tepat. Tiga faktor yang harus dipenuhi ketika melakukan identifikasi kebutuhan informasi yaitu lengkap, detail, dan benar. Lengkap, artinya semua informasi yang diharapkan pengguna didapatkan oleh pihak yang melakukan identifikasi. Detail, adalah informasi yang terkumpul terinci sampai hal-hal yang kecil. Benar, yaitu semua data yang diperoleh harus benar, bukan benar menurut identifikator tetapi benar dan sesuai dengan apa yang dimaksud pengguna (Sankarto, 2008: 10).
    Chowdhury dalam Handajani (2004:16) juga mengemukakan pendapatnya mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan identifikasi kebutuhan informasi yaitu:
    (a) Kebutuhan informasi adalah konsep yang relatif ;
    (b) Kebutuhan informasi berubah setiap saat;
    (c) Kebutuhan informasi berbeda-beda dari satu orang dengan orang lain;
    (d) Kebutuhan informasi tergantung dari lingkungan dimana orang tersebut berada;
    (e) Mengukur kebutuhan informasi adalah hal yang sulit; dan
    (f) Kebutuhan informasi sering sekali diperlukan dalam waktu yang cepat.
READ  Civitas Akademika Unsri Sebut Magang di Muba Pilihan Tepat

2.3 BENTUK PENYAJIAN DOKUMEN
Pemustaka di era kini cenderung melakukan penelusuran informasi melalui internet. Pemustaka dapat memperoleh informasi berbagai sumber melalui berbagai saluran, bisa melalui sumber konvensional seperti bibliografi, katalog, indeks, dan atau abstrak, bisa pula melalui OPAC atau mesin pencari di internet untuk berbagai resoruces elektronik.
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Banyaknya informasi yang beredar saat ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yang dikenal sebagai masyarakat informasi, dimana pada masyarakat ini standar hidup, bentuk pekerjaan dan sistem pendidikan dipengaruhi oleh informasi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka diperlukan informasi. Berdasarkan beberapa pendapat tentang kebutuhan informasi, maka kondisi yang menyebabkan munculnya kebutuhan informasi adalah pada saat seseorang menemui suatu masalah yang belum dapat dicari solusinya secara pribadi, sehingga ia memerlukan informasi dari sumbersumber di luar dirinya.