oleh

Pesan Menggugah dari Donasi 2 Triliun Akidi Tio, Crazy Rich Lainnya Yuk Bisa Yuk!

Semangat Berbagi dengan Sepenuh Hati, Share Sincerity to Fighting Together!

Coganews.co.id | Palembang – Semakin ber episode perbincangan publik di seluruh seantero bumi Pertiwi mengenai donasi spektakuler 2 triliun dari Akidi Tio dan Keluarga kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri yang disaksikan oleh orang nomer satu Gubernur Sumsel Herman Deru untuk PPKM Level 4 dan penanganan Covid-19 lainnya.

Ketua KPK Firli Bahuri yang juga asli ‘Wong Kito’ Sumsel melalui Juru Bicaranya Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding melalui pesan singkat pada Selasa (27/7) bahwasanya,

Penerimaan sumbangan sebagai bentuk partisipasi dari masyarakat, baik berupa uang, barang habis pakai, maupun barang modal kepada kementerian/lembaga/pemda dan instansi pemerintah lainnya dan bukan termasuk gratifikasi sebagaimana diatur dalam Pasal 12B UU Tindak Pidana Korupsi, sepanjang ditujukan kepada Kementerian, Lembaga, Pemda maupun Institusi Pemerintah lainnya. Ini jelas disaksikan oleh semua stakeholder Polda Sumsel dan Pemerintah Provinsi Sumsel “.

Yan Hariranto, Ketua FORBES KNPI Sumsel turut mengapresiasi,

Alhamdulillah bantuan 2 triliun Almarhum Akidi Tio sekeluarga sangat menggugah semua kalangan, ini hebohnya bahkan sampai ke seluruh dunia, bantuan ini bahkan sekelas Bill Gates orang terkaya di dunia yang sudah memberikan dana tambahan sebesar USD250 juta (setara Rp3,5 triliun) untuk dunia guna mendukung penelitian, pengembangan, dan pengiriman alat kesehatan dalam upaya global melawan Covid-19.

Bahkan mengalahkan Bos Tiktok Zhang Yiming yang berdonasi sebesar lebih dari Rp1,5 miliar untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi alat tes Covid-19 di Indonesia.”

Yan Coga sapaan akrabnya yang merupakan Calon Walikota Palembang 2024-2029 jalur Independen ini mengajak semoga langkah tersebut dapat diikuti oleh para ‘toke’ lainnya, baik itu toke minyak, kayu, properti, pemborong dan semuanya orang kaya lainnya yang ada di Kota Palembang, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musirawas yang terdampak PPKM Level 4 bahkan ‘para Sultan’ di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Cendekiawan dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai apa yang yang dilakukan ‘Sultan’ Akidi Tio itu tentu memberikan insipirasi bagi orang-orang kaya lainnya, agar bisa saling membantu di dalam situasi sulit yang dialami oleh banyak kelompok masyarakat.

Apalagi kalau kita merujuk pada data Credit Suisse yang menyatakan bahwa di tengah pandemi justru orang kaya di Indonesia yang mempunyai kekayaan di atas US$ 100 juta mengalami peningkatan“.

Menurutnya jika para orang kaya sepakat mendonasikan hartanya 10% saja dari total US$ 100 juta misalnya, dana yang terkumpul bisa mencapai US$ 10 juta atau setara dengan Rp 14 triliun, sangat terbantukan!

Lanjutnya, bantuan donasi seperti ini akan bisa memangkas proses administrasi yang panjang jika dibandingkan dengan bantuan yang diberikan Pemerintah.

Ditambahkan juga oleh Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto dihubungi terpisah mengatakan, aksi Filantropi sangat diperlukan oleh Indonesia, baik dalam situasi normal dan terlebih lagi dalam situasi pandemi yang semakin membebani masyarakat saat ini, jangan sampai berdiam diri.

Selain bantuan Pemerintah, menurutnya masyarakat juga perlu bergotong-royong mengatasi dampak pandemi, salah satu bentuk gotong-royong ini adalah yang kaya membantu yang miskin.

Saat ini, porsi nasabah yang menyimpan dananya di Bank dengan nilai simpanan lebih dari Rp 5 miliar mencapai 49,1% dari total simpanan di perbankan, dengan pertumbuhan 15,8% yoy. Ini menggambarkan sebenarnya semakin banyak orang mampu di Indonesia,” sebutnya.

Semangat berbagi totalitas dari ‘Sultan’ Akidi Tio dan keluarganya yang ada di Bumi Sriwijaya saat ini tengah menjadi inspirasi bagi semua publik di seluruh pelosok negeri tentu harus kita jaga dan pupuk subur di tengah pandemi yang entah sampai kapan ini. Kita harus optimis dan banyak berbagi. Lebih baik meyalakan lilin daripada menyalahkan kegelapan. (Danaz)

Berita Lainnya