Oleh : Drs. H. Azkar Badri, M.Si
The RAWAS (Riset Apresiasi Warga Dan Sosial) Institute Yayasan Pataka.
Di tengah kepanikan Bencana Covid 19. Menderita Pandemi dan Menderita Ekonomi. semuanya bermuara kepada pendanaan. Biaya pemerintah sudah habis Rp.1000 triliun lebih dan sekarang juga dianggarkan Rp.600 triliun. Pemerintah sudah keteter sebetulnya. Sementara Bencana Covid belum tahu kapan berakhir. Indonesia tersentak, ada warga yang berhati mulia, peduli pada penderita sesama. Tak punya kepentingan politik atau interest lainnya.
Siapa orangnya. Akidi Tio, pengusaha sukses Aceh yang pernah tinggal di Palembang. Tiba-tiba memberi sumbangan tidak terkira, sangat surprise, Rp.2 triliun. Luar biasa, sampai-sampai Dahlan Iskan mantan menteri kepingin tahu, telusur sana, telusur sini. Penasaran, siapa sesungguhnya sosok Akidi Tio. Tidak semua orang tahu, termasuk Alex Noerdin mantan Gubernur Sumatera Selatan 2 periodepun luput dari ketahuannya. Saking rapihnya, jika dia selama ini memberi sumbangan bergerak di bawah tanah. Kalau bahasa Agama, tangan kanan memberi, tangan kiri tak perlu tahu.
Sangat diharapkan bantuan Akidi Tio pada penanganan Pandemi Covid di Sumatera Selatan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran serta menghasilkan percepatan berakhir bencana Covid di daerah ini dengan maksimal. Pengelolaannya transparan, tak ada dusta dan temuan-temuan.
Torehan yang luar biasa dari seorang Akidi Tio. Harapan bangsa kita, ia menjadi role model bagi yang berkemampuan lainnya. Kata Agama, malu itu bagian dari iman. Perlu juga introspeksi masing-masing, kita mungkin sudah dibesarkan oleh bangsa kita dan negara selama ini. Sekarang sa’atnya ikut menanggung beban berat ini.
Dalam tulisan saya yang lalu, Konsep Gotong Royong Menanggung Beban Covid ada beberapa sumber dianggap potensial untuk ikut mempercepat keberhasilan penanganan Pandemi Covid yang terpapar maupun terdampak ekonominya.
Mereka itu adalah para perusahaan yang langsung bersentuhan dengan penanganan Pandemi, perusahaan obat-obatan atau suplemen. Bisa memberi dalam bentuk produknya atau lainnya. Baik untuk korban atau Tenaga Kesehatan. Atau paling tidak bisa menjaga kestabilan harga, tanpa penumpukan atau kenaikan harga yang berlipat ganda atau melambung tinggi tanpa kendali.
Kemudian melalui organisasi kemasyarakatan dan Keagamaan yang mempunyai pengikut atau jamaahnya puluhan juta. Organisasi memobilisasi sumbangan dari para pengurus dan anggotanya. Hasilnya pasti sangat signifikan.
Dan juga dari CSR (Corporite Social Responsibility) setiap perusahaan yang sudah mengalokasikan dana pada pos ini. Terkadang selama ini pemanfa’atan dananya kurang begitu jelas. Belum lama ini, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah menghimbau kepada para perusahaan yang ada dana CSR-nya untuk dapat membantu masyarakat yang terkena Pandemi dan terdampak ekonomi.
Sumber yang tidak kalah pentingnya, dari para koruptor kelas kakap. Kalau selama ini mereka sudah banyak makan uang rakyat atau negara. Maka harus ia diketuk hatinya, semangat nasionalismenya untuk ikut menyelamatkan bangsa yang sedang menderita. Menderita Pandemi, Menderita Ekonomi.
Mari kita tunggu Akidi Tio-Akidi Tio yang lain. Kita yakin banyak yang akan menyusul. Semoga.
Ciputat, 28 Juli 2021







