Dibalut dalam Nuansa Tradisi Masyarakat Do’a Bersama Memohon Dijauhi dari Wabah Penyakit
Coganews.co.id | Batu Gajah, Muratara – Pandemi Covid-19 menjadikan bumi ini tidak sedang baik-baik saja. Gejala-gejala nya juga sudah dirasakan di seluruh pelosok negeri. Namun, setiap diri dianjurkan agar tetap tenang, sehingga imunitas tubuh tetap terjaga.

Bertempat di tepian sungai Rupit masyarakat Desa Batu Gajah dan Batu Gajah Baru Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara dengan semangat gotong royong mengadakan tradisi adat ‘Sedekah Ramo’ atau menurut para petuah lama ‘Sedekah Tolak Balak di kala Bumi Panas’ pada Kamis sore (29/7/2021).
Tampak hadir beberapa tokoh masyarakat, tokoh pemuda diikuti puluhan warga baik laki-laki maupun perempuan hingga anak-anak.

Menyoroti hal ini Dandi Nazor, CEO Sinergi Institute yang Tokoh Pemuda Muratara asal Batu Gajah menyampaikan,

“Ini murni tradisi para leluhur kita bukan syariat agama, jadi tidak perlu kita kaitkan dengan hal lainnya.
Niatnya sangat baik dalam kajian fiqh nya juga sedekah memang untuk menolak balak bencana, wabah penyakit dan tentunya juga sebagai wujud syukur kita dengan masak-masak bersama lalu hasilnya dinikmati bersama dengan ‘Sedekah Ramo’ ini.
Apalagi di era Tik-Tok ini, kita sebagai anak-anak muda masih menyaksikan tradisi kearifan lokal peninggalan nenek moyang dulu, semoga para Wak, Mamang, Bibik dan Kito galonyo sehat galo!

Kito perhatikan banyak jugo sajian makanan-makanan khas daerah kito yang perlu anak-anak muda hari ini ketahui”
Sementara itu Ustad Dona Basarudin menyampaikan,

“Sedekah yang mulia jangan sampai menyimpang, karno bentuk e yang namo nyo sedekah itu di anjurkan.
Tapi kalu lah kelewatan sampai masang sesajen supayo dak di ganggu jin dan makhluk halus tu lah bentuk e dari penyimpangan, sebab tentu tempat berlindung tu hanya kepada Allah SWT.

Kito jugo tetap memantau apo yang terjadi di masyarakat kito, mari Kito jago raso gotong royong di tengah masa-masa sulit seperti saat ini! “
Di kesempatan yang sama Kades Batu Gajah Baru turut mengapresiasi,

“Ada banyak kebaikan yang kita dapatkan dari tradisi ‘Sedekah Ramo’ ini. Alhamdulillah, melihat antusias masyarakat kita bangga adat istiadat gotong royong kita masih kuat, masyarakat juga menancapkan bendera merah putih di lokasi kegiatan itu menyimbolkan semangat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 76 ini.

Terlebih kini sedang mewabah virus Corona atau Covid-19. Kito isi dengan doa bersamo semoga masyarakat kito dijauhi dari Covid-19, kalau istilah dusun itu kondisi ‘bumi panas’ banyak penyakit dan orang meninggal, jadi kalau mandi jangan terlalu lamo, kato-kato harus dijago dan jangan senang merusak sungai dan lingkungan seperti saat ini yang sudah sangat parah.
Kades terbaik se-Sumsel 2019 ini menyampaikan bahwa Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih kepada tokoh adat masyarakat, tokoh pemuda dan warga sekalian yang sudah bergotong royong dalam ‘Sedekah Tolak Balak’ bumi panas ini.
(Danaz)








