oleh

HT Minta Pemerintah Koreksi APBN 2021

JAKARTA|COGANEWS.CO.ID-Bank Indonesia tlh melakukan 3 kali revisi thdp Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021, proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI direvisi menurun dimana sblmnya prediksi BI pada 27 Januari adalah 4,8%-5,8% dengan titik tengahnya: 5,3%. Berikut 3 kali perubahan yg tlh dilakukan oleh BI dgn perincian sbb:

  1. Pada 25 Februari: 4,3%-5,3% dengan titik tengah 4,8%.
  2. Pada 23 April: 4,1%-5,1% (dgn titik tengahnya 4,6%.
  3. Pada 23 Juli: 3,5%-4,3% (3,9%).

Sementara itu Pemerintah masih bertahan dgn proyeksi sesuai APBN yaitu 5%, seharusnya target ini harus direvisi krn postur APBN pasti akan mengalami adjust dibbrpa pos pos mata anggaran. Ini oenting dilakukan agar APBN tetap terjaga dari sisi Transparansi dan Akuntabilitasnya agar tetap bisa Kredible.

Sementara itu Dana Moneter Internasional (IMF) telah melakukan koreksi thdp pertumbuhan ekonomi Indonesia 3,9% tahun 2021, demikian Laporan World Economic Outlook edisi Juni 2021. Ini hampir mirip dan sama dgn koreksi Bank Indonesia yg terakhir yaitu koreksi pd tgl 23 juli 2021.

Bahkan jika menurut Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira; “Dgn adanya tekanan mobilitas & pembatasan sosial, maka proyeksi ekonomi RI bisa saja tdk akan tumbuh diangka 3,9%, melainkan diproyeksi hanya tumbuh dikisaran -0,5% hingga 2% saja.” Ini tentu akan mengkhawatirkan kita semua. Dengan demikian sdh seharusnya pemerintah menjadikan penangan pandemi covid 19 sbg bagi titik ukur akankah kita bisa keluar dari krisis ini. Akankah ekonomi akan bisa tumbuh dgn baik atau sebaliknya. Meminjam istilah Cicero, filsuf Italia, “Salus populi suprema lex esto”, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi bagi suatu negara.

Apalagi Indonesia baru saja dinyatakan turun kelas oleh Bank Dunia (World Bank), dari kelompok negara berpendapatan menengah atas (Upper-middle income) menjadi negara berpendapatan menengah bawah (Lower-middle income). Ini akan menambah daftar PR pemerintah untuk dapat naik kelas kembali.

Diperlukan waktu dan kinerja yg lbh berat lagi utk mencapai Gross National Income (GNI) per kapita sebesar 4.090 US dolar, utk dapat naik kelas kembali mjdi Negara Berpendapatan Menengah Atas (Upper-middle income)

Salam utk Indonesia yg lebih baik..!!

Palembang, 31 juli 2021

Hafisz Tohir
Anggota Komisi XI DPR RI
Dapil Sumsel I F-PAN

Berita Lainnya