oleh

Tim Bermotor Sumsel Ajukan Banding ke PB PON Karena Jelas Dicurangi

Coganews.co.id | PAPUA – Kemeriahan PON XX Papua yang diharapkan menjadi ajang adu prestasi terbaik dari 7.039 atlet dan 56 Cabang Olahraga hari ini dinodai dengan aksi kecurangan di Cabang Olahraga Bermotor.

Terbaru Kontingen Sumsel telah dicurangi pihak panitia dan tim juri Cabang Olahraga (Cabor) Bermotor kelas standar perorangan putra, Rabu (6/10/2021).

Karena kemenangan pembalap atas nama Radeta dirampas atlet lain asal Sulawesi Tengah, dengan nama Carlos. Padahal seharusnya yang bersangkutan harus digugurkan.

Semestinya Radeta mendapat medali perunggu. Tapi diputuskan Carlos yang dapat perunggu.

Menurut pelatih Bermotor Sumsel, Yuliansyah didampingi Asisten Manager Tim Bermotor Sumsel, Maryadi, kejadian tersebut bermula saat di race terakhir terjadi persaingan antara Radeta dan Carlos.

Dimana posisi Radeta di kanan pinggir aspal, sementa pembalap Sulteng itu sebelah kirinya.
Tiba-tiba Carlos itu mempet motor Radeta, sehingga sampai keluar aspal.

Namun sepeda motor tetap melaju. Sehingga sampai ke finish, motor Radeta tetap di luar aspal, namun tetap finish lebih dahulu masuk garis. Oleh panitia dan tim juri, Radeta dianggap tidak finish, dengan alasan sepeda motornya berada di luar aspal.

Keputusan itu pun ditolak Race Direktor, Edi Herison, namun tetap diputus tim juri yang menang Carlos.

“Kami protes, namun tidak digubris panitia dan tim juri. Padahal kami banyak saksi dan ada bukti videonya,” kata Maryadi. Atas kejadian itu, pihaknya sudah mengajukan banding ke PB PON, dan diharapkan diputus secepatnya.

Dalam lomba tersebut, peraih medali emas pembalap Papua, sementara perak diraih pembalap Jawa Tengah.
Protes dan banding tersebut didukung sepenuhnya tim KONI Sumsel. Ketum KONI Sumsel, Hendri Zainuddin berharap agar PB PON melihat kejadian itu secara objektif, sehingga tidak menciderai sportivitas olahraga dan menodai panggung olahraga di perhelatan PON XX Papua.

Kita harus menjunjung tinggi nilai sportivitas olahraga. Karena itu kita juga tempuh jalan yang sudah digarsikan, banding ke PB PON,” katanya.

Sementara itu Yan Hariranto selaku Kabid Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Sumsel yang berada di lapangan secara ekslusif mendukung penuh gugatan ke PB PON agar insiden kecurangan ini bisa dikenakan sanksi tegas dan menjadi pelajaran kedepannya. Ia juga tampak menguatkan atlet Bermotor Sumsel Radeta agar tetap semangat.

Radeta juga mengaku kecewa dengan keputusan tim juri tersebut. Karena jelas-jelas pembalap Sulteng melakukan kecurangan, dan saat finish pun dia lebih dahulu menyentuh garis finish. (Danaz)

Berita Lainnya