Apresiasi untuk Kontingen Sumsel pada PON XX Papua Kito Pacak !

Coga News562 Dilihat

Pembinaan Prestasi dan Kesejahteraan Para Atlet, Pelatih dan Insan Olahraga Sumsel Berjalan Konstruktif dan Maju

Coganews.co.id | PAPUA – PON XX Papua 2021 menorehkan banyak ukiran cerita dan kisah perjuangan segenap insan olahraga dari penjuru Tanah Air. Jumat Malam (15/10/2021 ) resmi Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin menutup perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Ajang olahraga akbar empat tahunan tersebut, menempatkan Kontingen Jawa Barat sebagai juara Umum PON XX dan selanjutnya di Tahun 2024 akan berlanjut di Sumut dan Aceh.

Kontingen Sumatera Selatan sendiri sudah mendulang 28 medali dan bertengger di posisi 17 klasemen dengan 8 medali emas, 4 perak dan 16 medali perunggu.

Yan Coga Kepala Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga KONI Sumsel yang juga turun ke lapangan sebagai Tim Official di Kota Merauke mengapresiasi capaian tersebut, ” Kita menyaksikan langsung bagaimana perjuangan para Patriot Olahraga Sumsel di Merauke yang dikenal juga sebagai Kota Rusa dengan Cabor: Wushu, Gulat, Bermotor, Anggar dan Catur. Anggar sendiri sudah menorehkan 2 emas, 1 perak 2 perunggu, lalu Wushu 1 perunggu.

Apa yang sudah kita capai di PON XX Papua ini patut diberikan standing applause, karena jauh melewati target yang dicanangkan bersama oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel yang tentunya kita ketahui untuk target perbaikan peringkat.”

READ  Dinkes Muba Jemput 6.360 Dosis Vaksin

Lanjut Eks Ketua FORBES KNPI Sumsel ini bahwa untuk diketahui prestasi Sumsel di PON Papua melebihi catatan prestasi di PON XIX 2016 di Jawa Barat dimana ada 31 medali, dan berada di posisi 21 diantara 34 provinsi di Indonesia. Sumsel  memperoleh 6 emas, 11 perak, dan 14 perunggu.

Sementara itu Ketua KONI Sumsel H Hendri Zainuddin SAg SH menyampaikan,

“Alhamdulillah, prestasi yang diukir atlet Sumsel melebihi target KONI Sumsel, yakni memperbaiki peringkat dan perolehan medali dari PON 2016 di Jawa Barat. Saat ini, Sumsel mendapat 8 medali emas,”

Disamping itu juga karena PON XX Papua hanya memainkan 37 cabang olahraga (cabor). Biasanya, PON mempertandingkan 47 cabor. Di PON Papua ada 10 cabor yang tidak dipertandingkan, antara lain balap sepeda, bridge, dansa, gateball, golf, petanque, ski air, soft tenis, tenis meja, dan woodball.

Kalau 10 cabor itu dimainkan potensi perolehan medali bisa bertambah, terutama medali emas di cabor balap sepeda dan ski air,” tandas Presiden Laskar Wong Kito Sriwijaya FC ini.

Selain itu, pada PON Papua, dua atlet Sumsel dari cabor Atletik juga berhasil memecahkan rekor nasional. Pertama ada Rio Maholtra, atlet lari gawang 110 meter putra, dengan rekor 14,11 detik. Rio berhasil membalap rekor dari Eli Zakaria di PON 2004 dengan catatan waktu 14,11 detik.


Selanjutnya, Sri Mayasari yang berhasil memecahkan rekor di nomor 400 meter putri. Sri berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan 53,32 detik. Pertandingan berlangsung di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Timika, Papua, Indonesia, Rabu (12/10/2021).

READ  Semarak PON XX Papua, Saatnya Adu Strategi dan Adu Prestasi Utusan Terbaik 34 Provinsi se-Indonesia

Sebelumnya, Sri berhasil meraih emas di cabor atletik lari 200 meter putri. Torehan waktu yang dicatatkan Sri juga mengantarnya menjadi pemecah rekor milik sprinter Emma Tahapary. Kala itu, Emma berhasil mencatatkan waktu 54,20 detik saat berkompetisi di ASEAN Games Filipina pada 1984.

Selain memecahkan rekor tersebut, Sri juga berhasil memecahkan rekornya sendiri yang ia catatkan pada PON XIX Jawa Barat 2016. Kala itu, Sri berhasil menorehkan catatan waktu 54,46 detik.

Yan Coga juga menegaskan dengan naiknya peringkat Sumsel pada pentas olahraga terbesar nasional ini berarti proses pembinaan prestasi para atlet dan kesejahteraan para pelatih, official dan insan olahraga di bawah naungan KONI Sumsel berjalan dengan maju dan konstruktif. Ia pun mengajak semua pihak untuk mendukung dan saling menguatkan agar kedepannya Sumsel Maju untuk Semua terus lebih baik bisa kita capai bersama dalam segala lininya termasuk dunia olahraga. (Danaz)