Oleh-Oleh Mendampingi Mahasiswa STIKOM MAA Ke Sobang Lebak Banten

Coganews.co.id | Tangsel – Ada beberapa hal yang diperoleh selama mendampingi kegiatan Rapat Kerja (Raker) dan Bhakti Sosial BEM STIKOM MAA (Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Muslim Asia Afrika) Ciputat yang baru lalu, di Desa Sobang Lebak Banten. Baik di desa tempat berlangsungnya acara maupun dalam pengamatan sekitarnya.

Menurut Drs. H. Azkar Badri, M.Si Dosen STIKOM MAA ini, 01/11/2021, banyak hal yang bisa diambil dari kegiatan-kegiatan mahasiswa diadakan di daerah pedesaan. “Antara lain, Mahasiswa banyak tahu tentang persoalan sosial masyarakat pedesaan. Dan sebagai calon intelektual harus peka terhadap persoalan semacam ini, serta bisa ikut mencari jalan pemecahan persoalan, baik dalam konseptual mau operasional. Ini bagian dari tanggung jawab sosial dan moral selaku generasi harapan masa depan bangsa”, katanya.

“Kemudian bisa memotret kehidupan masyarakat setempat dalam arus perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat, dan juga masuk ke pedesaan. Sehingga mengkaji sejauh mana dampak positif teknologi ini bagi kemajuan masyarakat pedesaan. Begitu juga sebaliknya, akan kah mendatangkan dampak negatif bagi generasi atau anak-anak di pedesaan”, lanjutnya.

“Desa Sobang salah satu dari 10 desa dalam Kecamatan Sobang Lebak ini, sebetulnya masih masuk dalam kategori daerah tertinggal. Indikatornya, masih banyak rumah penduduk bangunannya tidak permanen, rumah tradisional atau kumuh masih mewarnai. Akses jalan untuk lalu lintas masyarakat sehari-hari masih bebatuan dan rusak berat, Signal seluler masih terbatas, penghasilan masyarakat masih rendah, di bawah penghasilan masyarakat sejahtera”, lanjutnya.

READ  Gotong Royong Jadi Kekuatan, TMMD ke-126 Hidupkan Semangat Baru di Desa Pinang Banjar

“Namun di sisi lain yang menarik, meskipun signal telepon masih terbatas, anak-anak remaja sudah banyak memiliki gadget (meskipun bukan milik sendiri) dan akrab dengan YouTube. Ada diantara mereka bercita-cita ingin menjadi YouTuber yang sukses, punya banyak followers. Ini bisa juga dampak positif, selagi mereka bisa menyiapkan konten-konten yang baik, edukatif dan tidak bertentangan dengan norma sosial dan agama”, kata dosen Psikologi Komunikasi ini yang pernah menjadi Peneliti Komunikasi Sosial di Departemen Penerangan RI dulu.

“Ini tentunya, sangat bagus, IT bisa membawa manusia ke alam kesejahteraan manusia, seperti yang diamanatkan dalam pertemuan Masyarakat Informasi Dunia, WSIS (World Summit on Information Society) tahun 2013 an sewaktu teknologi ini masih agak asing bagi kita”, katanya lebih panjang lebar.

READ  Atlet Cabor Taekwondo tambah Koleksi Medali Emas, Perak dan Perunggu untuk Muba

“Namun untuk melangkah ke tahapan tersebut, generasinya harus diberi basis yang kuat dalam hal moral, pintu masuknya bagi masyarakat Sobang khususnya, pintu pendidikan agama. Bentuk pengajian anak-anak usia dini yang masih berlangsung atau menjadi kegiatan rutinitas anak usia dini di kelompok-kelompok pengajian masyarakat pada waktu sore hari. Di sini ada peluang mahasiswa berperan membuat atau membina perpustakaan anak-anak masyarakat pedesaan, dengan buku-buku agama, pendidikan, akhlak dan penuntun kepribadian lain”, katanya.

Kemudian, tidak kalah menarik. Anak-anak usia sekolah dasar atau taman kanak-kanak. Lumrah, dimanapun mereka. Tanpa kecuali, meskipun di daerah pedesaan. Mereka butuh permainan dan makanan jajanan Anak-Anak. “Dalam acara yang diberi nama berbagi ceria bersama Anak-Anak Pedesaan. Terlihat responsif mereka sangat tinggi. Mereka haus dengan acara anak-anak seperti ini. Ringan tapi sangat bermakna bagi perkembangan memori anak-anak”, tambahnya.

“Oleh sebab itu, mahasiswa harus komunikatif dan dekat dengan masyarakat pedesaan, harus punya kegiatan yang punya kontinuitas”, arahannya. (Qonita Zawirah)