Tangkap Oknum yang menerima fee dompeng ,APPL minta Polres Muratara Tindak Tengas Pengeruh Air Sungai Rupit Rawas

Coga Daerah652 Dilihat

MURATARA|coganews.co.id- Puluhan Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan, adakan aksi damai didepan kantor DPRD Muratara, mereka menuntut agar air sungai Rawas kembali jernih seperti semula.

Frengki perwakilan Aliansi pemuda peduli lingkungan mengatakan orasinya Kami mohon DPRD dan Polres menutas secepatnya masalah air keruh, anggarkan kepihak APH, apabila tidak ada anggaran. Kami siap mendukung apa yg menjadi kendala dari Kapolres.

“Jernihkan air sungai kami, seperti dulu.
Sebab masyarakat sudah 3 (Tiga) tahun minum air keruh. Kami tidak mau lagi audiensi lagi, kami butuh relisasinya,”
tegasnya.

Adapun tututan kami, Anggarankan biaya operasional bagi APH, bekukan angaran di desa yang melakukan dompeng, jangan diberikan pembangunan bagi desa bermain dompeng, Tindak tegas pelaku dompeng, tangkap Kades yang menerima fee dompeng.Disuarakan Oleh Frengki.

READ  Desa Bumi Makmur di Nilai untuk Calon Juara BBGRM Tingkat Kabupaten Muratara

“Sungai Rupit titipan anak cucu, “ wahai pendompeng jangan kau cemari sungai kami.

Kapolres Muratara, AKBP. Eko Sumaryanto mengatakan.” Ayo kita sama-sama mencari solusi bersama supaya air sungai Rawas secepatnya jernih dan normal seperti semula”.

“Air jernih untuk anak cucuk kita. Kita SDH berulang kali melakukan operasi ke aliran sungai , bahkan anggota kami sudah menginap untuk penangkapan” ujar Eko.

Namun, sampai sekarang tetap kita kejar, kita tindak alat mereka dan kita lakukan perusakan , pada saat operasi akan tetapi para pelaku Kabur.

“Kita tidak akan diam, kita tetap melakukan menertipan. Dan terus kita tindak , tidak ada tutup menutup soal pengejaran dompeng, kita pernah tidur dilokasi,” tegas Eko.

READ  Kabag SDM Oku Timur, Kompol JonRonnie Hasibuan Ajak Istrinya Fitriana/ Pingky Touring Nmax Ke Danau Ranau

Ditempat yang sama Ketua DPRD Muratara, Efriansyah mengatakan. Perlu diketahui dari bulan Juni, sudah memangil stackholder Dinas terkait, tidak ada toleransi lagi bagi warga yang melakukan aktivitas dompeng.

“Perlu warga katahui Kami DPRD bukan eksekusi, namun pihak kepolisian karena ini berdampak penyakit kulit, sikat bagi pejabat yang terlibat”. Tegas Efri.(AJR)