FORMAT KAMSRI 80-an TEMU KANGEN

Coganews.co.id | Tangsel – Kemarin, Minggu, 5 Desember 2021, di kediaman M. Syarman Tjik NG di daerah Kota Tangerang Selatan, berkumpul para mantan aktivis Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya, dulu Keluarga Muda Sriwijaya (KAMSRI), saling bersilaturahmi dan temu kangen menjelang akhir tahun 2021.

Para penggerak awal organisasi ini yang tergabung dalam paguyuban Silaturahmi FORMAT (Forum Mantan Aktivis) KAMSRI 80-an, rata-rata umurnya sudah berkepala 6 (enam) dan masuk dunia pensiun dari masing-masing pekerjaan di kantornya.

Keceriaan dan canda serta diselingi Juk-Juk lelucon ikut mewarnai pertemuan silaturahim yang merajut kembali tali kekeluargaan. Maklum mungkin karena dulu organisasi ini sangat kental nuansa kekeluargaan.

“Ada yang menikah, semua terlibat panitia”, kata Anwar Mahadra mantan Sekjen KAMSRI di era Kiayi Muslih Qori jadi Ketua Umum pada periode kedua umur organisasi.

Memang di era tahun 1980-an di samping organisasi ini dilahirkan oleh yang notabenenya para Mahasiswa IAIN sekarang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, aktivis Kampus. Juga organisasi ini berlabel Kekeluargaan yang lebih ditonjolkan dengan tetap bernuansa intelektualitas. Serta para pengurusnya kebanyakan berdomisili di daerah Ciputat dan sekitarnya.

READ  Tegas, Ketua Presidium FPII: Dewan Pers Jangan ajari Organisasi dan Wartawan untuk Jadi Pengemis

“Identitas kekeluargaan, teman-teman yang belum dapat uang kiriman, makan untuk penyambung hidupnya bisa digilirkan. Begitu juga yang diusir ibu kontrakan, lantaran terlambat bayar, bisa ditampung dulu’, kata salah seorang peserta pertemuan ini. Yang langsung disambut tawa riuh.

Hasil pertemuan ini, ajang silaturrahmi akan berlanjut dan bergilir. Schedule selanjutnya diperkirakan pada bulan Maret 2022 dengan Tuan Rumah, Ir. Hafiz Mustafa. Hal ini akan ditradisikan untuk tetap mempertahankan tali kekeluargaan.

Menurut Ir. Zuher Husni, mantan Sekretaris Umum PMII Cabang Ciputat masa Ketua Umum Surya Dharma Ali (Mantan Menteri Agama) dan mendeklerir sebagai Tukang Azan sa’at KAMSRI lahir, sudah lama saya tidak banyak tahu tentang perkembangan KAMSRI pasca era Ciputat. Usulnya, kapan-kapan pengurus KAMSRI periode sekarang ini diundang bertemu dengan para mantan aktivis (FORMAT KAMSRI 80-an) agar generasi pelanjut sekarang ini mengetahui sejarah KeKAMSRIan. “Sekarang ini seolah-olah kita kehilangan jejak”, kata putra tokoh NU ini.

READ  Banyuasin Rayakan Hari Jadi ke-24: Meneguhkan Semangat Gotong Royong Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan

Beberapa pemikiran dalam pertemuan tentang sejarah KAMSRI dianggap cukup urgen untuk dipublish di internal pengurus, anggota dan masyarakat Sumbagsel. Sehingga terbentuk Tim Penulisan Buku Sejarah KAMSRI yang diketuai Rosihan Abdul Haq, mantan Sekjen di era Azkar Badri sebagai Ketua Umum. Rosihan ini termasuk wartawan senior di Pikiran Rakyat.

Sekretaris Tim, Anwar Mahadra, Pencetakan dan Distribusi, Hafiz Mustafa. Dan dilengkapi dengan tim pengarah/tim ahli serta narasumber.

Peserta pertemuan silaturrahmi yang diinisiasi oleh ibu Nunung Aini Umar Edwardi, aktivis perempuan KAMSRI era itu, Shohibul Bait, M. Syarman Tjik NG, H. Azkar Badri, Anwar Mahadra, Ir, H. Zuher Husni, H. Abdul Rozak, H. Rosihan Abdul Haq, Ida Azhari, Sumarni, Ida Dariah, Hafiz Mustafa, Hj. Tuti Arwati dan ustadz Ahmad Himawan. (Tazkara)