COGANEWS.CO.ID | MURATARA – Kunjungan Kerja Bupati Kabupaten Muratara, H. Devi Suhartoni (HDS) diwilayah Kecamatan Rawas Ilir, agar dapat memastikan apakah pembangunan infrastruktur jalan maupun jembatan pada tahun anggaran 2021 lalu dikerjakan dengan baik atau tidak, termasuk juga mengecek pembangunan dikerja pada tahun 2020 lalu.

“Jalan poros Kecamatan Rawas Ilir ini hampir selesai dikerjakan pada tahun 2021, namun tahun ini kita tambah lagi perbaiki spot-spot yang parah (susah dilewati). Semuanya akan kita tuntaskan secara bertahap,” kata Devi sapaan akrab nya, Kamis (10/2).
Dikatan Devi masalah akses jalan rusak diwilayah Kecamatan Rawas Ilir tidak bisa diselesaikan sekaligus, ada ada tahapan cara pengerjaanya, sebab kondisi keuangan kita saat sulit. Selain itu Kecamatan lain juga membutuhkan perhatian pemerintah, bukan hanya Rawas Ilir saja harus diperhatikan. Sebab Kabupaten Muratara memiliki 7 Kecamatan, 82 Desa dan 7 Kelurahan dan 82 Desa.

“Waktu saya jadi Wabup dulu, APBD kita 1,1 triliun, namun sekarang APBD kita tinggal 721 miliar, kenapa berkurang, karena ada Covid-19, transfer dari pusat dipotong. Apakah hanya di Muratara, tidak, seluruh Indonesia begitu,” ujar Bupati Muratara, H Devi Suhartoni, kepada media coganews ini.
Di lanjutkan Devi sapaan akrap, Kecamatan yang masih membutuhkan perhatian serius masalah konektivitas atau akses jalan adalah Kecamatan Rawas Ilir, Karang Dapo, Ulu Rawas, dan Nibung.
“Jadi, kita membangun sesuai kebutuhan yang skala super prioritas agar masyarakat tidak kesusahan keluar masuk desa terutama saat musim hujan, dari Kecamatan ke Kabupaten” ungkap Devi.

Selain itu, jadi kita bangun yang benar-benar dibutuhkan banyak warga, itu dulu. Misal di Rawas Ilir ini, kalau musim hujan, susah mau kemana-mana, harga barang mahal, bawah orang sakit bisa meninggal di jalan karena susah keluar, maka kedepan Kecamatan Rawas Ilir harus kita pikirkan secara serius.
“saat ini akses jalan di wilayah Kecamatan Rawas Ilir masih banyak yang rusak parah dan menyulitkan masyarakat,” terang Devi.
Devi juga menuturkan, kalaupun bisa tahu 2022 ini di Rawas Ilir kita perbaiki sistem spot-spot rusak, namun selesai titik satu, titik lain bermasalah. Mau diselesaikan semua tidak cukup anggaran. Tetapi jalur Tanjung Raja ke Simpang Galau insya allah selesai tahun ini.
Diungkapkan Devi, bahkan akses menuju kampung halamannya yakni Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir kini masih susah karena kondisi jalan rusak.
Namun ditegaskannya, yang dipikirkannya bukan hanya kampung asalnya saja, melainkan seluruh desa dan kelurahan yang ada di Muratara.

“Saya sendiri mau ke desa saya susah jalan rusak. Saya orang Rawas Ilir tetapi, saya punya Muratara. Sejengkal pun tanah dan masyarakat susah lewat di dalam Muratara ini adalah kesedihan bagi saya,” ujarnya.
Devi menambahkan selain Kunker, dirinya juga ingin mendengar keluhan masyarakat di Kecamatan Rawas Ilir untuk diselesaikan setiap permasalahan yang ada.
Oleh karena itu, dia juga mengajak OPD seperti Dinas PU-PR, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, Disperindagkop, dan lain-lain.
“Saya ajak dinas-dinas, supaya mereka mendengar langsung keluhan masyarakat, kemudian mencari solusi untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada,” ujar Devi. (AJR.Adventorial Diskominfo)







