Minyak Goreng ‘Digoreng-Goreng’, Badko HMI Sumbagsel: Jangan Biarkan Masyarakat ‘Kepanasan’ dalam Kelangkaan

Coga Ekonomi192 Dilihat

Coganews.co.id | Palembang – Minyak goreng menjadi bahan pokok dari Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dalam denyut nadi kehidupan sehari-hari. Namun, bak mutiara di dasar lautan, hingga detik ini emak-emak dan seluruh masyarakat dibuat kebingungan oleh kelangkaan nya bahkan hadir dengan harga yang ‘menggoreng’ isi dompet para pelaku UMKM terutama masyarakat keseluruhan.

Badan Kordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (Badko HMI Sumbagsel) turut aktif dalam kelangkaan minyak goreng yang menjadi pertanyaan besar masyarakat, yang secara kajian ilmiah nya secara geografis perkebunan sawit juga banyak di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), dan jika ditinjau lebih jauh harga Komoditas tersebut tergolong murah karena mengalami penurunan harga yang tadinya mencapai angka Rp. 3250 Per Kg namun sekarang tinggal Rp. 3000 Per Kg, masyarakat telah banyak mengeluh kan hal tersebut, namun belum ada solusi konkret dari pemerintah untuk menangani persoalan tersebut.

READ  Badko HMI Sumbagsel Mendorong Pemprov Sumsel untuk Bergerak Terukur dan Masif Melawan Narkoba

Badko HMI sumbagsel melalui Bidang Sosial Kesejahteraan Masyarakat, Madrois (Ketua HMI Bidang soskesmas) mengatakan “Terbaru di Sumut ditemukan mafia minyak goreng yang menumpuk 1 juta liter minyak goreng di gudang penyimpanan, kita tunggu di Sumbagsel dan daerah-daerah di Indonesia lainnya.

Sudah kita duga, ini lagu lama dan permainan bubbling para mafia, kita tidak boleh kalah dengan ‘preman’ yang ‘menggoreng’ minyak goreng ini.

Tentu, Pemerintah sebagai regulator dan stabilisator harus membuat kebijakan yang tepat dan cepat, gerak cepat (gercep) guna menyelesaikan persoalan kelangkaan bahan pokok (minyak goreng), dan mengusut tuntas pihak pihak yang mengambil keuntungan sepihak jika ditemukan.

M.Nejatullah Sidqi (Wakil Sekretaris Soskesmas) menambahkan pihak nya mendesak Pemerintah dan pihak Legislatif membuat Tim khusus (Timsus) dalam mendalami persoalan tersebut, Badko HMI Sumbagsel juga siap berkolaborasi dengan pemerintah serta pihak-pihak terkait dalam percepatan penanganan persoalan tersebut.

READ  Tol Lubuklinggau-Bengkulu Diproyeksikan Selesai Seksi 3 Akhir Tahun 2021

Hal tersebut ia sampaikan supaya tidak lagi terjadi ‘kepanasan‘ dan kegerahan ditengah masyarakat, serta tidak menimbulkan efek domino yang panjang.

(Danaz)