SHOLAT IDUL FITRI DI MASJID AL IKHLAS TABANAS TANGSEL

Coga Nasional328 Dilihat

Coganews.co.id I Tangsel- Pagi-pagi sudah berbondong-bondong masyarakat sekitar Masjid Al-Ikhlas Tabanas Kedaung Pamulang Tangerang Selatan berdatangan menuju lapangan yang disediakan sebagai tempat Sholat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Sebelum jam 7.00 pagi tempat tersedia telah terpenuhi padat oleh jama’ah. Antusiasme masyarakat menjalankan ibadah shalat Id ini tak terbendung, jalanan di kompleks perumahan Bank Indonesia ini terpaksa dimanfa’atkan juga untuk memfasilitasi jama’ah yang datangnya belakangan.

“Di samping orang mengejar keberkahan rentetan dari penutup ibadah puasa, juga ada semacam kerinduan mereka untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri ini yang sempat terhalang 2 tahun lantaran wabah Covid 19 yang baru mereda sekarang ini. Kerinduan spritualitas”, komentar salah seorang jama’ah.

Khotib ustadz Bayu Kusumo Bastarian dalam mimbar khotbahnya mengatakan, Hari ini sama dengan hari lain, mentari masih terbit dari Timur dan terbenam di ufuk Barat. Tapi maknanya yang berbeda. “Dia Hari Raya Idul Fitri, Hari yang Agung. Hari dimana kita rayakan lantaran kita sudah melaksanakan Puasa Ramadhan selama satu bulan. Hari kemenangan bagi kita, hari yang bermakna spritualitas”, kata. ” Meskipun kita tidak tahu, apakah ibadah puasa dan ibadah-ibadah yang telah kita kerjakan di bulan mulia itu diterima atau tidak oleh Allah SWT. Yang jelas kita sudah tunduk patuh menjalankan perintahNya tidak makan dan tidak minum seta apapun yang dilarang membuat batalnya ibadah. Semuanya kita serahkan kepadaNya. Yang jelas kita telah menta’ati perintahNya”, paparnya.

“Salah satu Hikmah Puasa Ramadhan, kita dilatih mengarungi Hawa Nafsu, bukan menghilangkan Hawa Nafsu. Memanage Hawa Nafsu, kita yang mengatur Hawa Nafsu. Bukan kita diatur oleh Hawa Nafsu”, jelasnya.

READ  Wamen BUMN Cek Langsung Kesiapan SPKLU PLN Layani Kebutuhan Nataru

“Jika kita diatur oleh Hawa Nafsu akan beralamat terjerumus, sifat kita melebihi dari bintang. Binatang tidak ada yang menjerumus temannya. Kodok tidak ada yang menutup suara temannya. Kerbau tidak ada yang bersengkokol melawan temannya yang lain. Bahkan soliditas dan solidaritas mereka kuat ketika menghadapi musuhnya yang mengganggu temannya”, demikian analogi perbandingan manusia dan hewan.

“Puasa ini melatih dan membangun solidaritas dan berempati. Mengusir KeAkuan, Egois manusia. Ini untuk aku, itu untuk aku. Manusia tidak berhak mempunyai rasa MeAkuan, karena KeAkuan itu milik dan haknya Allah. Allah SWT tidak perlu bantuan siapapun”, katanya dalam nuansa Tasawuf yang penuh isak.

Akhirnya dari rentetan sholat Id ini dilanjutkan dengan salam-salaman sesama jama’ah. Dan dilanjutkan makan bersama pengurus masjid, panitia pelaksana berserta ustadz Bayu Kusumo Bastarian di kediaman Ketua DKM, H. Sarisman Wiryadi, dan photo bersama.

READ  Berziarah makam ibunda sebagai bentuk tanda kasih sayang terhadap ibu yang dulu telah membesarkan saya

(H. Azkar Badri).