Stay Alive, Pengedar Narkoba Semakin Ganas Polres Muratara Semakin Trengginas!

AKBP Ferly Rosa Putra Kapolres Muratara bersama Jajaran Selamatkan Masa Depan 3000 Jiwa

Coganews.co.id | MURATARA – Peradaban manusia lahir dari kemajuan berpikir dan berkarya, semakin maju maka semakin banyak ide dan karya yang telah dicapai. Namun, penyalahgunaan narkotika menjadi virus penghancur proses berpikir anak manusia yang paling mematikan.

Terbaru Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra SIK bersama Kasat Resnarkoba AKP Darmanson.SH sudah sukses mengungkapkan 5 kasus Narkotika di wilayah Bumi Berselang Serundingan.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Muratara serius melindungi generasi muda dari virus penghancur masa depan Narkoba. Banyak kalangan akademisi dan praktisi menyambut baik hal ini.

Dandi Nazor SE, Pengurus BADKO HMI Sumbagsel yang juga aktif di dunia kepenulisan dan kepemudaan menyampaikan,

READ  Wabup H.Inayatulah hadiri Bakti Sosial Hari Pendidikan Nasional dan HUT ke-8 Kabupaten Muratara

Alhamdulillah, stay alive and keep strong Polres Muratara!

Baru-baru ini kita mendengar kabar Ketua MK Anwar Usman yang menolak tegas untuk melegalkan ganja untuk urusan medis atau kesehatan. Karena jelas, masih ilegal saja masih banyak penyalahgunaan nya apalagi sudah dilegalkan, ini terkesan jebakan saja, hehe.

Hari inipun, kita menerima kabar Bapak Kapolres AKBP Ferly Rosa Putra bersama Kasat Resnarkoba AKP Darmanson.SH menunjukkan taringnya kepada para pelaku perusak masa depan anak bangsa, khususnya di Tanah Kelahiran kita tercinta, Kabupaten Muratara Berhidayah.”

Lanjut oleh PP Majelis Dzikir Atthohir ini bahwa, Polres Muratara sudah ‘memblender’ sebanyak 304 gram barang bukti narkoba jenis Sabu, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra ini sama dengan menyelamatkan 3000 jiwa orang dari penyalahgunaan narkoba.

READ  Kriminalitas Menurun, Polres Muratara Tutup Tahun 2025 dengan Prestasi

Dandi Nazor juga mengajak kepada semua tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan semua pihak di 83 desa dan 7 Kecamatan untuk melakukan pendekatan persuasif, seperti khutbah Jum’at, cerita ringan-ringan, momen hajatan, atau lainnya kepada semua yang terkait dengan penyalahgunaan Narkoba agar membangun kesadaran hidup sehat, damai, guyub dan meraih masa depan gemilang dengan menjauhi Narkoba, meskipun dengan dalih sudah menjadi mata pencaharian, sudah mendarah daging,dan lainnya.

Ia pun meyakini bahwasanya tidak akan ada orang tua yang rela jika ada anak-anak nya menjadi korban kerusakan moral akibat penyalahgunaan Narkoba. Kito Pacak!

(Danaz)