Talkshow HMI: Timah Akan Diusulkan Menjadi Mineral Strategis, Ini Tanggapan Masyarakat

Coga Daerah296 Dilihat

Ketua BADKO HMI SUMBAGSEL,Dewan Ajak Pemuda dan Masyarakat Tetap Kawal Peran Pembangunan PT Timah TBK

Coganews.co.id | Pangkalpinang – Mengamati Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Dirut PT Timah menyampaikan secara lugas bahwa gagasan untuk menguatkan status SDA timah sebagai  mineral strategis. Lalu, pada kesempatan seminar di Pangkapinang pada tanggal 22 Juli 2022 lalu,  PJ Gubernur propinsi Bangka Belitung juga menyinggung mengenai timah sebagai mineral kritis, Selasa (21/07/2022).

Hal ini menjadi sinyal kebijakan yang sangat menggembirakan lantas lebih dari 20 tahun perlakuan terhadap potensi timah Indonesia (dimana 90% adanya di Provinsi Bangka Belitung) nyaris dinilai minimalis oleh banyak pihak. Tidak saja dari sisi pendapatan ekonomi negara yang tidak optimal, namun malah di sector lokal seolah terus berderet dampak-dampak multi-sektoral yang dapat disaksikan secara terbuka.

Berangkat dari hal tersebut, Ketua Umum BADKO HMI Dede Irawan dalam beberapa waktu telah melakukan berdiskusi intensif dengan beberapa pihak baik akademisi, pegiat lingkungan dan ekonom terkai kenyataan ini, khususnya di Provinsi Babel.

Sehingga bisa tercapai cita-cita agar terciptanya generasi futuristik yang mampu melihat peluang besar di masa yang akan datang terutama dalam isu-isu pembangunan yang haruslah menyentuh langsung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI).

PT Timah TBK dalam program CSR dan social movement lainnya harus menjamin kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung dan sekitarnya, bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan tentunya lapangan kerja bagi putra-putri terbaik di Pulau Laskar Pelangi ini.

Diselenggarakan nya Talk Show “Timah Menjadi Mineral Strategis: Serius Nih …???” oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Bagian Selatan di Warunk Milenial Pangkalpinang mengundang secara eksklusif Achmad Ardianto selaku Direktur Utama PT. Timah TBK dan Fadillah Sabri,S.T.,M.Eng selaku rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Bangka Belitung (Unmuh Babel) sekaligus ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Bangka Belitung, Jum’at malam, (29/07/2022).

READ  Badko HMI Sumbagsel Soroti Hebohnya Efek 'Layangan Putus' dalam Kehidupan Masa Kini, It's My Dream!

Tak kalah menariknya acara ini merupakan rangkaian dari menyukseskan acara akbar LKIII Advance Training yang akan dilaksanakan puncaknya pada peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 77 pada 17 Agustus 2022 mendatang.

Semakin menambah makna acara yang dipandu oleh Fauzan Azima dari Yayasan Bangka Belitung Kreatif ini karena disambut antusias oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari Mahasiswa, Organisasi Masyarakat salah satunya Indonesia bekerja (INAKER).

Ahcmad Ardianto Selaku Direktur Utama (Dirut) Pt Timah Tbk mengungkapkan bahwa timah sudah menjadi icon nya Bangka Belitung.

Tujuannya jelas bahwa kita berdiskusi bukan untuk memisahkan melainkan untuk menyatukan, Saya yakin banyak orang- orang yang berbeda pendapat bukan karena ingin berbeda pendapat namun memiliki pemahaman dari sudut yang berbeda” Ungkap nya di awal bincang ini.

Di tengah-tengah hal tersebut, kita menyaksikan ada PT.Timah tbk yang memiliki sejarah panjang dalam mengelola timah sebagai komoditas strategis sehingga harus dilakukan secara khusus. Namun seberjalannya waktu, timah tak lagi menjadi komoditas strategis. Hal ini ditandai dengan adanya hak bagi siapa saja untuk mengusahakan timah. Sayangnya ini malah membuka peluang untuk adanya ekspor timah secara ilegal yang menyebabkan negara mengalami kerugian. Oleh karena itu, pada tahun 2003 ekspor biji timah pun dilarang,” ungkap Ahcmad Ardianto.

Pemerintah harus bisa memastikan bahwa penambangan,pengolahan, peleburan dan penjualan itu semua menjadi satu sistem yang bisa dimaksimalkan. Caranya yaitu dengan menciptakan ekosistem yang sesuai dengan keinginan masyarakat Bangka Belitung dan pengusaha. Yang pertama usaha penambangan yang dilakukan oleh masyarakat dapat beroperasi secara legal dan mendapatkan bimbingan sehingga bisa hidup sejahtera. Yang kedua, PT. Timah tbk dapat memaksimalkan kapasitas smelternya sehingga bisa menghindari adanya disefesiensi.Yang ketiga Smelter-smelter mempunyai hak untuk mengolah biji dan yang keempat pemerintah bisa mendapatkan pajak yang maksimum. Itulah kondisi ideal yang kuta harapkan” ujar Achmad Ardianto

READ  Sukseskan LK3 Advance Training, Siap Wujudkan Generasi Ber-AKHLAK BADKO HMI Sumbagsel Gaet Dirut PT Timah Tbk

Fadillah Sabri yang adalah rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung mengatakan sisi penyelamatan lingkungan khususnya dampak yang dirasakan pada daerah aliran sungai.

Kondisi kita saat ini sudah kritis. Perlu dilakukan upaya-upaya penyelamatan lingkungan. Mau tak mau kita harus mengakui bahwa timah masih menjadi sesuatu yang penting bagi masyarakat Bangka Belitung,” Ungkap tokoh yang akrab disapa Ustadz Fadillah ini.

Kesempatan diberikan juga kepada peserta yang hadir untuk memberikan pertanyaan yang menjadi bahan diskusi pada acara talkshow ini. bincang santai dalam Talk Show ini ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban.

Ketua BADKO HMI SUMBAGSEL, Dewan sapaan akrabnya juga mengajak para putra-putri terbaik di Bumi Serumpun Sebalai untuk bisa mengeksplorasi dan berkolaborasi untuk berkontribusi penuh dalam kemajuan daerah tercinta sebagai wujud dari bagian Bonus Demografi demi terwujudnya era Indonesia Emas pada masanya nanti.

Kemudian kepada PT Timah TBK dan semua stakeholders BADKO HMI SUMBAGSEL menekankan agar memaknai penuh amanat dari Pasal 33 ayat (4) UUD 1945 menyatakan bahwa semua kekayaan bumi Pertiwi dikuasai oleh negara dan wajib dinikmati sebesar-besarnya oleh putra-putri bangsa. Perekonomian nasional haruslah diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

(Danaz)