oleh

Zero Tolerance For Violence, Ketum BADKO HMI Sumbagsel Ajak Mahasiswa Lebih ‘Berintelektual’ di Wadah Manapun

Coganews.co.id | Palembang – Duka sendu atas tragedi kelam di Kanjuruhan Malang menyayat hati semua lapisan masyarakat, ini semakin menambah sendunya suasana lantas tak jauh dari peringatan tragedi gugurnya Kusuma Bangsa Pahlawan Revolusi atau yang dikenal dengan peristiwa G 30 S PKI.

Semakin menguras pemikiran yang tak habis pikir dengan adanya insiden kekerasan fisik yang dialami korban ALP, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

Insiden yang menyita perhatian banyak pihak ini terjadi ketika kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di Bumi Perkemahan (Buper) Gandus, Jum’at (30/10/2022).

ALP dinyatakan menyebarluaskan tentang iuran kegiatan yang tidak masuk akal dari tahun ke tahun.

Melihat hal tersebut, Dede Irawan, Ketum BADKO HMI Sumbagsel menyampaikan,

Tindakan kekerasan dimanapun adanya tidak bisa ditoleransi, apalagi dilakukan oleh kaum terpelajar dalam rangkaian pendidikan dasar (diksar) yang seharusnya menumbuhkan rasa togetherness (kebersamaan), character building dan keceriaan satu sama lain.

Kami mengajak para Mahasiswa agar mampu menahan diri dan memperoleh banyak hal penting dalam setiap wadah organisasi yang diikuti, di dunia kampus maupun eksternal kampus.”

Lanjut oleh Dewan, sapaan akrab Ketum BADKO HMI Sumbagsel ini, “Silahkan adu ide dan gagasan serta tunjukkan karya dan prestasi, ini jauh lebih berintelektual dan berkelas bagi lingkungan sekitar terutama para Mahasiswa atau anggota baru bukannya hal-hal yang memalukan dan memilukan seperti itu.

Bahkan dari laporan yang diterima, ALP dikeroyok bertubi-tubi oleh 10 orang serta dipaksa menanggalkan pakaiannya didepan anggota yang lain lalu disiksa lagi didalam kamar mandi sambil diancam dengan senjata tajam. Ini sangat miris dan sadis.

Badko HMI Sumbagsel siap mendampingi korban dan keluarga dalam mengawal proses hukum yang berlaku serta meminta pihak kampus UIN Raden Fatah, Kapolda Sumsel serta stakeholders berwajib untuk memberikan pelajaran dan sanksi tegas atas insiden ini, jangan sampai terulang lagi.

(Danaz)

Berita Lainnya