Coganews.co.id | Muratara – Memasuki bulan Kemerdekaan ini terasa banget aura heroik dan berapi-apinya di masa perjuangan 45 lalu, terlebih di Bumi Berselang Serundingan saat ini. Lantas terkait bola panas beberapa anggota dewan menantang debat terbuka terhadap sosok orang nomer satu disini, Kabupaten Muratara.
Topiknya tentu sangat hangat menyoal hauling batubara di wilayah Nibung, penutupan akses jalan untuk para sopir dan efek domino lainnya yang menyangkut kesejahteraan dan keberlanjutan hidup para sopir dan masyarakat Nibung dan sekitarnya.
Terlepas dari semua itu, Dandi Nazor SE salah seorang Pengurus BADKO HMI SUMBAGSEL menyampaikan,
“Kita apresiasi anggota dewan kita sudah berani seperti itu, aktif dan tentunya sesuai amanah UU sebagai wujud fungsinya pengawasan Pemerintah terlepas konfirmasi nya berhalangan untuk datang.
Mereka juga lahir dari pergerakan aktivis Mahasiswa yang sudah tidak diragukan lagi sense of crisism dan curiosity serta latar belakang mereka.
Namun yang tak kalah kerennya juga Bupati kita yang kemarin sudah in time datang ke lokasi untuk menghadiri ‘pertunjukan debat’ di Nibung lengkap bersama stakeholders berkaitan, di awal bulan 1 Agustus nuansa Kemerdekaan ini.”
Lanjut oleh CEO Sinergi Institute dan Founder Forum Kito Pacak ini bahwa jangan sampai masyarakat terbelah dan terpecah dengan orkestra ini, orang-orang penting harus mendinginkan suasana jangan ada kesan mengadu domba, kita sebagai putra-putri daerah tentu memiliki kecintaan terhadap daerah ini dalam berbagai manifestasi nya, baik itu sebagai pelajar, Mahasiswa, akademisi, praktisi, birokrat, anggota dewan dan juga Bupati.
Tentunya untuk kedepan forum-forum debat ataupun diskusi interaktif antara masyarakat, anggota dewan dan Pemerintah sudah seperti pelepas dahaga ditengah kepo nya masyarakat kita saat ini. Lebih cocok lagi jika seluruh elemen kepemudaan di Muratara menyambut agenda ini untuk dijadikan jembatan wadah silahturahmi energi, penyampaian aspirasi dan tentunya untuk mencerdaskan masyarakat yang rutin dilakukan, bisa setiap bulan.
Sementara itu, Bupati Muratara H. Devi Suhartoni sudah menegaskan, silahkan kalian terus angkut tetapi dengan syarat, pertama : jam 06.00 sampai 08.00 WIB dan Jam 16.00 – 18.00 WIB seluruh truk harus berhenti operasi, tidak boleh ada di jalan, karena saat itu, jalan padat anak mau sekolah dan orang berangkat kerja. Jam 16.00 WIB orang pulang kerja, jadi stop. Kedua : di jam tersebut wajib untuk dilakukan penyiraman jalan, jangn ada debu. Dan yang Ketiga : Maintenance jalan harus ditingkatkan.
(Danaz)









