Bejaju Untuk Dusun, Catat! Diskusi Forum Desa SURGA Hasilkan Poin Penting untuk Para Calon Kades Batu Gajah Kedepan

Coga Daerah196 Dilihat

Tokoh Pemuda Inginkan Kades Harus Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Coganews.co.id | Batu Gajah – Target pembangunan nasional sudah menyasar untuk pemerataan kesejahteraan sosial sampai ke tingkat desa-desa dengan anggaran Dana Desa dari Presiden Jokowi melalui Kementerian Desa PDTT Tahun 2022 telah ditetapkan sebesar Rp 68 triliun dan dialokasikan kepada 74.961 desa di 434 kabupaten/kota se-Indonesia termasuk di Kabupaten Muratara.

Diketahui Tahun 2022 ada 50 desa dari 7 kecamatan yang habis masa jabatan Kadesnya berdasarkan SK pada tanggal 12 Oktober 2022 mendatang. Kita akan menyambut Pemilihan Serentak Calon Kades, semoga akan lahir pemimpin yang siap ‘menderita’ dan ‘melayani’ masyarakat.

Menyambut perhelatan Pilkades Serentak di Muratara tahun 2022 pada September mendatang, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lintas generasi Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang sudah banyak berkiprah di Jakarta,Provinsi Sumsel dan berbagai daerah lainnya mengadakan Diskusi Interaktif dengan tema besar “Bejaju Untuk Dusun”, Jum’at malam, (04/08/2022).

Sebelumnya Agus Misbah,SPd selaku Ketua Panitia Pilkades Batu Gajah menyampaikan,

Saat ini kami Panitia Pemilihan Kepala Desa Batu Gajah, tengah menjalankan tahapan Pencocokan dan Penelitian serta validasi data Pemilih, untuk itu kami menghimbau kepada seluruh lapisan Masyarakat Batu Gajah, untuk sama-sama berperan aktif dalam proses ini, bagi saudara-saudara nanti nya yang belum terdaftar dapat melaporkan secara langsung ke Panitia waktu 24 jam non stop, ketika sekret tertutup maka pintu rumah kami terbuka lebar untuk menerima masukan serta cros check dari semua lapisan masyarakat.

Insyaa Allah sesuai tahapan tanggal 18 Agustus 2022 akan kami tetapkan DPS, dan tgl 21 Agustus 2022 akan kami umumkan Data Pemilih Sementara (DPS), dan kami tempelkan ditempat-tempat umum dan strategis.”

Dalam diskusi via WhatsApp Grub yang diikuti oleh kalangan intelektual dan tokoh lintas generasi Batu Gajah ini diawali oleh kalimat pembuka dari Dede Darmadi,Amd dan Baher Jonnison ST yang menitik beratkan bahwa bagi Calon Kades Batu Gajah, pertama: harus memperjuangkan dam ‘beronjong‘ di tepian sungai dekat rumah Bapak Azhari Malsi guru ‘legend’ SD N 2 Batu Gajah yang sudah erosi sangat parah dan memprihatinkan. Kedua, akses jalan di tengah dusun laman, arah ke Masjid, ke SD, dan ke Menan harus dimuluskan. Karena apa, ini sudah menjadi titik nadir, ikon dusun, kebutuhan primer, karena setiap hari dilewati oleh anak-anak mau ke sekolah, masyarakat ingin beribadah ke Masjid, tamu-tamu luar yang datang, dan warga kita yang mencari nafkah di darat dusun. Ketiga, Kades harus multitalenta, selalu hadir dan siap melayani kebutuhan masyarakat.

READ  Bupati Muratara Buka Konsultasi Masyarakat setiap Hari di Rumdin

Bahkan seperti yang disampaikan oleh Ulan Purnamasari, jalan di dusun yang hancur membuat sakit perut sewaktu berkendara bahkan bisa menyebabkan kecelakaan.

Sementara itu, Boing Hamka menyampaikan, “Tentu mereka yang mencalonkan diri sebagai orang nomer 1 di desa Batu Gajah merupakan putra terbaik desa Batu Gajah.

Namun, yang paling penting jangan sekedar modal foto dan gagah-gagahan saja, tapi visi-misi mereka harus tajam dan menyentuh kebutuhan masyarakat kita, Batu Gajah, yang sebenarnya.”

Diskusi semakin menarik, karena semua peserta aktif menyimak.

Latud Pelani, mengajak, “Masyarakat jangan duduk diam serta pasrah dengan keadaan.
Penyakit ‘money politic’ sudah mendarah daging susah dihilangkan tapi bukan tidak mungkin kalau kesadaran masyarakat untuk maju sudah ado, ingat nian jangan sampai harga diri kito jadi ‘murahan’ dibeli dengan begitu saja.

Eranya saat ini, Kades wajib memiliki relasi dan kecerdasan yang kuat. Bisa menyoroti potensi desanya, mulai dari hasil pertanian, man uji kito “be umo, baladang,” nanam cabe, pako gulai, dll, guna membangkitkan tarap hidup dan kesejahteraan masyarakat kito.

READ  " Pedo Bu Nur" Binaan BSB Cabang Muara Rupit Ludes Terjual di AOE 2022 Jakarta

Ini sangat selaras dengan program Provinsi Sumsel Mandiri Pangan dari Gubernur H.Herman Deru.

Sebagian besar desa yg ada di Muratara 90 sampai 100% banyak petani kebun karet dan kelapa sawit/CPO, kopi sehingga bisa menembus pasar nasional atau internasional jika memang tahu ‘satang untuk nyuluk’ ke lokasinya. Inilah pentingnya relasi para Kades kita kedepannya, jangan hanya mengandalkan Dana Desa.

Belajar dari banyak desa di pulau Jawa di mana Kepala Desa mereka mampu meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat sehingga menembus pasar ekspor dengan memanfaatkan komoditi petani yang mereka punya.

Dipertegas lagi oleh Elvi Wijaya bahwa saat ini, “Daerah kito banyak lahan tidur. Karno dakatek perhatian dari Pemerintah Desa setempat. Sapo Bae yg terpilih jadi kades, pertanian harus diutamakan. Ingat, jangan sapai kito daun ubi be meli. Harus mandiri pangan, ko sederhana tapi bermakna!”

Oleh sebab itu, dalam suka cita gegap gempita pemilihan kepala desa serentak, para tokoh pemuda Batu Gajah mengajak masyarakat bersama membangun kesadaran diri untuk jangan sampai salah memilih calon Kepala Desa, dibeli harga diri nya dengan serangan fajar yang membunuh karakter masyarakat dan menghilangkan marwah integritas kita sebagai manusia seutuhnya.

Kita harus paham betul apa yang menjadi visi dan misi dari Calon Kepala Desa, karena ini menjadi arah dan tujuan jelas desa kita dalam periode mendatang. Jika sopir oleng, maka kecelakaan untuk seluruh penumpang nya.

Kita boleh berkiprah dimanapun, terbang kesana-kemari, namun tanah tumpah darah jangan sampai tergadaikan, terlupakan. Jemput perubahan!

(Danaz)